PARA PENJAHAT ISLAM
PERKENALAN
September 2007 – Oktober 2007
Para Penjahat Islam mungkin merupakan sebuah buku yang paling menantang yang pernah anda baca. Membutuhkan keberanian untuk menulis buku ini dan tentunya membutuhkan keberanian juga untuk membacanya. Keyakinan kita yang turun-temurun telah mendarah daging dalam psikis dan emosional kita. Mematahkan keyakinan ini adalah bencana yang tidak lebih kecil daripada mematahkan patung berhala milik para pemuja berhala. Maka dari itu, buku ini direkomendasikan hanya kepada pembaca yang memiliki pikiran terbuka dan memiliki keteguhan akhlak yang cukup.
Buku ini akan menunjukkan dengan jelas kemustahilan yang luar biasa, kekotoran, ketidakmaluan, pemalsuan, dan kedengkian dari beberapa cendikiawan, Imam, Ulama Muslim yang terbesar dan yang sudah terkenal luas. Syekh Sa’adi Shirazi menyuarakan prinsip scholastic; “Membongkar pelanggaran bukanlah pelanggaran.” [Diadaptasi dari bahasa Persia – fitnah digantikan pelanggaran, karena Dr. Shabbir sangat berhati-hati untuk menggunakan istilah ‘fitnah’]. Mengupas figur pujaan dalam sejarah mungkin terdengar menghujat. Walau demikian, ilmu pengetahuan pada dasarnya memang terbuka untuk kritik, dan saya mengijinkan tokoh-tokoh tersebut untuk berbicara melalui tulisan mereka sendiri. Beberapa pembaca mungkin heran kepada mazhab mana penulis ini bekerja. Jawabannya, “Tidak ada!” Al Quran ditujukan kepada siapa saja yang yakin sebagai Muslim. Tolong ingat ordinansi Al Quran bahwa bagi siapa saja yang memilih sekte/mazhab dalam Islam, maka Nabi yang agung tidak dapat berbuat apa-apa terhadap mereka (6:159-160). Ketika yang mulia Quaid-e-Azam Muhammad Ali Jinnah, pendiri Pakistan, ditanyakan tentang mazhab-nya, dia menjawab, “Beritahu saya, mazhab mana yang Nabi ajarkan dan mazhab mana yang para sahabat mulia ikuti.”
Buku ini telah ditulis terutama atas dasar pemikiran para pembaca Muslim. Walaupun tidak ada usaha intelektual untuk meniadakan kelompok, Muslim akan berada pada posisi yang lebih baik untuk memahami isi dan objek dari tulisan ini.
Pembaca boleh memilih satu dari dua reaksi. Yang mudah tapi sia-sia adalah marah dan menolak. Yang sulit namun bereaksi produktif pasti akan dapat melihat dogma-dogma -buatan manusia- untuk kepentingan mereka dan menjaganya tercampur dalam ajaran Islam murni sebagaimana yang diwahyukan kepada Nabi Besar Muhammad pada abad ke 7.
Penulis menerima saran dari bagian manapun. Menjadi siswa dari berbagai disiplin ilmu, saya pernah bertemu dengan beberapa pernyataan aneh, hinaan dan celaan dalam banyak acara yang biasa disebut buku-buku “asli” Islam dan buku-buku Islam sepanjang zaman.
Saya yakin akan ketulusan hati, untuk menerangi Muslim yang belum pernah disampaikan, atau semua yang tidak pernah dapat dituliskan bahwa semua akan kita lihat dalam tulisan ini. Kondisi memalukan ini, cerita yang berdasarkan prasangka dan cerita yang tidak masuk akal memberikan citra buruk terhadap Islam, Al Quran yang mulia, Muhammad yang agung, dan para pengikutnya. Orang-orang membaca ini sebagai hinaan terhadap kecerdasan manusia dan memberikan gambaran mengenai Islam secara menjijikan dan salah.
Sangat mengagumkan jika kita melihat bahwa dari kebanyakan Muslim tidak mengetahui tentang masalah ini. Saya mungkin telah gagal dalam tugas ini sebagai individu pencari kebenaran jika saya menyimpan temuan menyakitkan ini untuk diri sendiri. Menyembunyikan kebenaran adalah sebuah kejahatan jika kita melihat dalam Al Quran. [2/42].
Untungnya, ada perubahan menyenangkan yang terjadi terus-menerus. Sejak penerbitan buku ini di tahun 1999, jutaan orang, setelah kesadaran mereka kembali akhirnya mereka menerima buku ini dalam bentuk cetak dan online. Buku ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, dan banyak orang telah mencetak ulang dan mendistribusikan buku ini dalam bahasa mereka di seluruh dunia.
Perhatian: Nabi telah memerintahkan, “La taktabu ‘anni ghair-Al Quran; wa mun kataba ‘anni ghair-Al Quran falyamhah.” (Janganlah engkau catat perkataanku kecuali Al Quran dan jika ada yang mencatatnya, maka hapuslah itu) –Sahih Muslim, Vol 1 hal.211, Hadits no. 594, Printer Maktaba Adnan, Beirut 1967.
Sebagai sebuah prinsip, Muslim sejati, biar bagaimanapun tidak menyebarkan Syirik (politeisme, pemujaan berhala, menyekutukan sesuatu dengan Tuhan, atau membuat perundingan mengenai atribut keTuhanan kepada tema kematian), berbicara yang tidak sopan, dan tentunya berbicara omong kosong. Seorang Muslim sejati tidak akan ikut mengolok-olok Tuhan dan Pembawa Risalah-Nya. Oleh karena itu, dalam pemahaman saya bahwa musuh Islam (bahkan ada yang berkedok Muslim) telah menulis cerita-cerita konyol dan cerita-cerita kasar dengan mengatasnamakan Islam sejak 3 abad setelah masa Nabi. Tujuan jahat mereka telah menjauhkan manusia untuk mengkaji atau memahami firman Tuhan, Al Quran, dan melupakan pesan-pesan kebajikan dalam Islam.
Saya menghargai rasa estetis dari pembaca saya. Walau bagaimanapun, mengganti tulisan-tulisan asli dengan bahasa yang lebih sopan akan mengalahkan tujuan dari exposisi ini. Meski demikian, jika kemiripan terjadi untuk masalah kesederhanaan dan untuk memperingkas, hanya boleh dilakukan pada beberapa baris tertentu tanpa mengurangi sedikitpun dari isi.
Saya ingin sekali seluruh pemerintah Muslim dan orang-orang yang berpengaruh dalam dunia Islam dapat memberikan perhatian lebih pada persoalan ini. Kita harus bersungguh-sungguh untuk membersihkan buku-buku Islam dari penyerangan besar-besaran ini dalam rangka mengembalikan citra baik Islam.
Lebih dari ribuan contoh dimana yang penulis ambil hanyalah beberapa ratus saja untuk berbagi bersama saudara laki-laki dan perempuan yang Muslim. Contoh penghinaan ini akan dimulai dari Hadits Bukhari, yang menurut dugaan banyak orang adalah buku islam yang paling otentik setelah Al Quran. Selanjutnya kita akan memeriksa kutipan-kutipan buku-buku lain dari Al-Hadits (Yang katanya dikatakan dan dicontohkan oleh Nabi besar yang dikumpulkan oleh “Imam-imam” dari Hadits). Fiqih (Ilmu hukum yang ditulis oleh “Imam-imam” ahli Fiqih), Mullah terkemuka (alim ulama) dan Sufis terkenal (penganut aliran mistik).
Sekali lagi, tindakan extrim diambil untuk memberikan referensi yang akurat. Saya mengerti jika ada beberapa kesalahan yang harus dikoreksi untuk edisi selanjutnya. (Tidak ada satu kesalahan pun yang terlacak pada edisi pertama dari sekian banyak pembaca yang tak terhitung dari seluruh penjuru dunia). Saya meminta kepada pembaca untuk mempelajari buku ini dengan pikiran yang lapang. Banyak dari karya yang dirujuk oleh buku ini yang telah terbit, terutama “Imam” Ghozali, “Maulana” Maududi, seorang moderat Allama Shibli Na’mani, “Sahih” Bukhari dan Muslim, Sahah Sittah (Sahih Yang Enam - enam buku hadits yang diakui), buku-buku Sahaba Kiraam (Sahabat-sahabat Nabi besar yang dihormati) dan para Sufi.
Para pembaca diharapkan untuk melihat referensi tersebut langsung. Ini penting karena banyak dari kutipan yang diberikan dalam buku ini terlalu memalukan untuk dipercaya. Respon awal yang biasanya terjadi adalah, “Bagaimana itu bisa terjadi?” Saya memiliki beberapa pengalaman dari versi Urdu dari buku ini. Beberapa pembaca bahkan meragukan ketulusan saya dari awal. Setelah mereka membaca dan melihat pada sumber aslinya, mereka berubah pikiran dan menyebut karya ini bagus untuk Islam.
Pada tahun 2003, Mullah di Pakistan terpaksa ke kantor pengadilan untuk melarang penerbitan dan pendistribusian buku PARA PENJAHAT ISLAM (ISLAM KAY MUJRIM). Pengadilan dengan cepat memutuskan bahwa buku tersebut tidak sedikitpun memiliki referensi yang salah atau isi yang ambigu. Lebih lanjut pengadilan merekomendasikan bahwa cerita memalukan dan tidak logis malah terhapus dari kitab suci terkenal dalam Islam, termasuk Sahah Sittah (Sahih Yang Enam - enam buku hadits yang diakui) yang secara luas dipercaya telah dikatakan dan dicontohkan oleh Nabi besar. Saya sendiri telah melihat buku terkenal yang umurnya sudah 80 tahun yakni ‘BAHISHTI ZAIWAR’ yang ditulis oleh ‘Maulana’ Ashraf Ali Thanwi menyatakan di halaman sampul di tahun 2004, “Cerita cabul dan memalukan telah dihapuskan dari buku ini, dan cerita-cerita itu telah dikumpulkan dalam cetakan terpisah.” Wow! Para Mullah tidak membuangnya, melainkan menyimpan ‘harta’ tersebut dalam cetakan terpisah!
CATATAN PENTING: Kebanyakan referensi yang disebutkan dalam buku ini diambil dari sumber Urdu. Penulis secara pribadi membandingkan teks asli bahasa Arab dan bahasa Persia sedapat mungkin. Untuk membantu pembaca menghemat waktu, hanya beberapa baris yang relevan dari beberapa Al-hadits dan cerita-cerita yang sangat panjang telah disadur ulang di sini. Perhatian khusus dilakukan untuk menghadirkan makna yang tepat dari sebuah narasi dan secara teliti dilakukan untuk memelihara isinya. Tolong diingat bahwa buku-buku populer memiliki penerbit yang berbeda-beda. Ini menghasilkan jumlah halaman yang berbeda, tetapi dalam semua kasus sedikit usaha akan membawa pembaca kepada referensi yang dimaksud. Hal.yang sangat membantu adalah dengan memberi tanda pada tiap kutipan bab dalam buku ini, dan mencari referensi pada bab yang sama pada buku-buku aslinya. Salam tercurah kepada Nabi, SallAllahu ‘Alaihi Wasallam, ditunjukkan dalam buku ini dengan (S) setelah namanya. Ketika menunjukkan ke Al Quran 6:110, sebagai contoh, itu artinya Surat 6 ayat 110. Untuk buku-buku yang lain, 6:110 berarti Vol.6 halaman 110 kecuali disebutkan lain. Mari awali dengan Bismillah, yang Maha Pengasih Maha Pengampun.
Hormat saya,
Shabbir Ahmed, M.D
Florida, 2007
Tinjauan cetak ulang ke enam sejak 1999
PENGAKUAN YANG MENGEJUTKAN
Mari kita periksa pengakuan dari beberapa “Imam-imam” terkemuka dan terdahulu (penulis “Resmi”) yang menceritakan sejarah, Hadits (perkataan nabi dan sifat-sifatnya), ketentuan-ketentuan Fiqih (Hukum Islam) dan Tafsir (penjelasan) Al Quran.
PENGAKUAN YANG MENGERIKAN DARI IMAM RAZI:
Kebanyakan orang Islam telah mendengar Tafseer-e-Kabeer (Tafsir Besar Al Quran) satu dari karya yang paling tua dan terkenal oleh Imam Fakhrudin Razi. Tafsir ini satu yang paling top yang dijadikan rujukan oleh para Mullah kita sampai sekarang. Setelah menulis 300 volume, Imam Besar dan ‘Resmi’ ini mengakui:
“Semua intelektualitas dan pernyataan-pernyataan yang diduga logis dalam penjelasan Al Quran, ternyata tidak memuaskan. Semua penjelasan Al Quran yang dilakukan oleh orang yang di’sebut’ imam (Tabari, Zamakhstari, Ibn Kathir, Bukhari, Muslim, dll) membimbing ke arah yang salah dan menyesatkan. Kami semua adalah kaki tangan setan. Jiwa kami dicemari oleh nafsu kami. Apa yang kami lakukan pada dunia tidak memberikan apa-apa kecuali siksaan dan malapetaka.”
Hadith-Ul-Al Quran by Allama Inayatullah Khan Al-Mashriqi, edisi 1954 hal.190)
PENGAKUAN ANEH DARI IMAM TABARI:
Saya menulis buku ini persis seperti yang saya dengar dari perawi-perawi sejarah. Jika sesuatu kedengarannya tidak masuk akal, saya tidak seharusnya disalahkan atau memikul tanggung jawabnya. Tanggung jawab atas semua kesalahan dan blunder dipikul sama rata oleh orang-orang yang telah menceritakannya padaku.
Tareekhil Umam Wal Mulook-nya Tabari (Sejarah Bangsa dan Raja) populer disebut “Ibu dari Semua Sejarah” adalah karya yang pertama kali dituliskan tentang “Sejarah Islam” ditulis oleh ‘Imam Tabari’ (839-923 M) antara abad ke-3 dan ke-4 setelah Hijrah. Dia wafat pada 310 H, 3 abad setelah Sang Nabi (S). Darimana sumbernya? Tidak satu lembar kertas pun! Dia mengatakan: “Saya mendengarnya dari orang yang mendengarnya, orang yang pertama kemudian seterusnya” demikian seterusnya... Dengan menyusun 13 volume/buku tentang sejarah dan 30 volume Penjelasan Al Quran di bawah perlindungan raja, dia menjadi Super Imam. Pakar sejarah sesudahnya sampai hari ini tetap mengikuti jejak-jejak karya Sang ‘Super-Imam’. Imam Zahri Wa Imam Tabari, Tasweer Ka Doosra Rukh oleh Muhaddits-ul-‘Asr Jami’-ul-‘Ulum Hazrat Allama Tamanna Imadi Phulwari, Ar-Rahman Publishing Trust, Karachi.
PENGAKUAN IMAM IBN KATSIR:
“Karena Ibnu Jareer Tabari tidak mendokumentasikan laporan yang tidak lazim, Saya juga tidak akan melakukannya.” Tafsir Ibn Kasir, Khilaafat-e-Mu’awiya-o-Yazeed, Mahmood Ahmed Abbasi)
HUKUMAN BAGI IMAM AHMAD BIN HANBAL:
Allama Shibli Nomani, pada hal.27 di karyanya Sheeratun Nabi telah memberikan kutipan yang mengejutkan untuk Imam Ahmad Bin Hanbal (w. 241 H), “ Tiga karyanya benar-benar tidak berdasar; Maghazi, Malahem dan Tafseer” (Perang, Mimpi dan Nubuah/Ramalan Nabi, dan Penjelasan Al Quran).
SEJARAWAN IBN KHALDUN MENDERA:
“Para pakar sejarah Islam telah melakukan penghinaan sejarah dengan mengisinya dengan kepalsuan dan dusta..” Muqaddama Tareekh Ibn Khaldoon. [Ibn Khaldun pada akhirnya membuat penghinaan terhadap sejarah. Allama Sir Muhammad Iqbal menyatakan bahwa jika membaca buku ini kita hanya menemukan sesuatu yang bernilai di bagian kata pengantarnya saja, Muqaddama. Dr. Shabbir sangat setuju dengan hal.ini.]
KRITIK SYEKH ABDUL AZIZ:
“Beberapa halaman dari sejarah Ibn Khaldun dengan sengaja dihilangkan sejak awal. Halaman-halaman ini menimbulkan banyak persoalan kritis dalam sejarah Islam, contohnya, Emirat Yazid dan Cerita Fiksi Karbala. Bahkan edisi-edisi terbaru menerimanya dalam bentuk catatan-samping dan catatan-kaki bahwa halaman-halaman tersebut telah hilang dari buku aslinya.” Khilaafat-e-Mu’awiyah-o-Yazeed, oleh Mahmud Ahmed Abbasi.
CERCAAN DARI SYEKH WALIULLOH:
“Tarikhul-Khulafa karya Imam Jalaluddin Sayyuti adalah contoh utama bagaimana Sejarawan, Muhaditsin, dan Mufasirin; bahwa tiap-tiap mereka sama seperti Haatib-il-Lail (Orang yang mengumpulkan kayu bakar pada malam hari tanpa tahu mana yang baik atau yang jelek).” Hujjatulloh-il-Baalighah.
PROTES IMAM RAGHIB:
Tabari, Waqidi, Mas’oodi, Sayyuti menuliskan laporan-laporan yang mereka dapatkan. Tambahan lagi, Abu Mukhnif, Lut bin Yahya dan Muhammad bin Saaeb Kalbi (dari mereka-lah perang sipil dalam Islam selama masa Hazraat Ali, Mu’awiya dan Yazeed diriwayatkan) tidak pernah hidup. Nama mereka telah dimasukkan begitu pula riwayat atas nama mereka telah dikarang oleh satu orang, oknum itu adalah “Imam” Zoroaster Tabari bin Rustam.
Pikirkan dan renungkan: Jika perang saudara yang hebat seperti itu terjadi pada awal-awal Islam, bagaimana mungkin Muslim dapat melanjutkan menyebar-luaskan peraturan yang bijaksana ke 2/3 belahan bumi? Ajaaib-it-Tareekh oleh Yaqut Hamdi.
“PARA PENJAHAT ISLAM” karya Dr. Shabbir Ahmed telah disusun secara hati-hati menyaring lembaran demi lembaran literatur kuno. Kriteria akan Hal.yang Benar dan Salah telah terwujud sebagaimana mestinya dan itulah karya Autentik Al Quran. Disebabkan, saya hanya mengambil catatan-catatan sejarah dan hadits yang selaras dengan Kriteria yang Mulia dan Tidak Dapat Disangkal, yakni Kitab Allah. Terima kasih untuk para pembaca yang saya hormati di seluruh dunia. Saya telah memiliki kesempatan untuk mendapat akses pada banyak literatur yang sulit dicari dan yang disembunyikan.
PENGAKUAN SAYA:
Sama seperti karya saya yang lain, buku ini pun berdasarkan pada penelitian yang tekun oleh seorang pembelajar seumur hidup, Shabbir Ahmed. Penelitian ini telah memakan banyak waktu dan tenaga yang jelas berbeda dari para pembaca dan penulis sebut. Penulis percaya kepada kejujuran intelektual para pembaca, penulis pun pasti banyak kekurangan. Tetapi dengan segala kerendahan hati bahwa tidak ada satu kesalahan pun yang ada sejak edisi pertama dari buku ini dibaca oleh sekian banyak pembaca di seluruh dunia. Walaupun demikian, masih ada pembaca yang tidak setuju dalam beberapa hal.dari buku ini dari alasan-alasan yang terdengar. Kekuatan dari karya ini mungkin pada faktanya akan memberikan banyak ruang untuk penelitian, dasar pemikiran dan pendapat dari para pembaca. Silahkan ambil buku-buku “Imam pujaan” yang lain dan bandingkan dengan milik saya. Kritik dan saran dari berbagai pihak selalu mendapat perhatian.
KESALAHAN-KESALAHAN DARI BUKHARI “YANG BENAR”
Kebanyakan referensi yang diberikan di sini menuju kepada Bukhari yang diterbitkan oleh Madinah Publishing Company, Karachi, 1982, Pencetak Hamid & Co. Sangat menyenangkan bahwa versi Bukhari yang diberikan kepada kami adalah teks berbahasa Arab asli yang lengkap dimana saya secara pribadi memeriksanya sendiri. Penerjemah ke dalam bahasa Urdu adalah “Maulana” Abdul Hakim Khan Shahjahanpuri. Singkatnya, hanya beberapa baris yang berkaitan, yang dipilih tanpa mengkompromikan makna dan isinya. Vol. = Jilid. Hal.= Halaman. # = Hadits atau Bab. Sebagai contoh, 2:76 artinya Vol. 2, hal.76. Ketika mengacu dalam Al Quran, 2:76 berarti Surat 2 ayat 76.
Harap diingat bahwa buku-buku populer memiliki banyak penerbit yang berbeda. Ini menyebabkan beberapa perbedaan pada nomor halaman, tetapi, kondisi yang pasti adalah, dengan sedikit usaha akan dapat membawa pembaca kepada referensi yang diinginkan. Bantuan yang terbaik adalah menuju ke bagian bab yang berkaitan dan mencari penjelasan yang diberikan oleh buku Para Penjahat Islam.
Perlu diketahui bahwa Cendikiawan Islam terkemuka, Ubaidullah Sindhi mengaku, “Saya tidak dapat mengajarkan Hadits Bukhari kepada kaum muda, atau kepada orang-orang non-Muslim karena malu.” (Kata pengantar dalam Tafsirnya, Ilham-ur-Rahman). Mari kita telaah mengapa dia mengatakan demikian…
Mahmud bin Rabi’ menceritakan, “Saya masih ingat ketika saya berumur 5 tahun. Nabi (S) berkumur kemudian menuangkan airnya kepadaku.” [Vol. 1 Kitabul ‘Ilm hal.130, Hadits #77].
Mungkinkah Nabi besar memperlakukan manusia dengan cara yang menjijikan seperti itu?
Vol. 1 Kitabul ‘Ilm hal.136-137 Hadits 91, 92, 93 menggambarkan kebohongan demikian: “Pipi Nabi menyala dan mukanya menjadi merah oleh kemarahan … dan seterusnya. Pernyataan ini berbeda dengan karakter Nabi, dan pernyataan tersebut dibuat untuk memfitnah beliau. Ini hanya salah satu dari ratusan cerita yang melukiskan bahwa beliau adalah seseorang yang memiliki sifat pemarah. Nabi (S) pada kenyataannya adalah seseorang yang berpikiran dingin dengan memiliki pengendalian diri yang luar biasa. Al Quran menyatakan demikian:
3:159 Maka berkat Rahmat dari Allah kami berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.
Nabi Sulaiman membual bahwa dia akan menghamili seratus wanita dalam satu malam, tetapi hanya satu wanita yang hamil dan memberikan kelahiran bayi yang tidak utuh. [Buku Nikah 3:110 #226].
Tragedi ini diberitakan di suatu tempat agar seolah-olah terjadi karena Sulaiman tidak mengatakan “Insya Allah” (kehendak Allah) sebelum menemui keseratus istrinya.
Rasulullah (S) biasa mengunjungi ke sembilan istrinya tiap malam. [Vol. 3 hal.52 Buku Nikah, #34]. Di lain sisi, Bukhari berulang kali menceritakan bahwa Nabi biasa sembahyang sepanjang malam, sehingga kakinya menjadi bengkak.
Rasulullah (S) biasa berhubungan dengan semua istrinya dalam satu jam pada siang dan malam (tanpa mandi) dan istrinya ada sebelas. Orang yang bercerita mencoba memberikan gambaran objek terlebih dahulu dengan menyatakan bahwa dia (Rasulullah) memiliki tenaga (seksual) setara dengan 30 pria. [Vol. 1 hal.189, Buku Mandi #266].
Akal pikiran sang Mullah membuat orang banyak terpengaruh sehingga bahkan pernyataan-pernyataan yang menghina seperti ini malah dipuji-puji. Nabi yang agung adalah penunjuk jalan yang sempurna bagi umat manusia. Beliau bukanlah manusia tanpa hasrat yang tidak terkendali. Wanita yang hidup dalam rumah tangganya semata-mata untuk perlindungan. Hanya pikiran yang merendahkan yang merasa bahwa istri-istri Nabi sebagai objek pemuas sang Nabi. Bukhari menyoroti Hadits di atas dengan memberikan judul khusus: “Melakukan sex dengan banyak wanita dengan hanya sekali mandi.” Pernyataan ini menggugurkan seluruh pembelaan terhadap Hadits-hadits dari para Mullah.
Nabi berkata bahwa pria terbaik di antara para pengikutnya adalah orang dia yang memiliki banyak istri. [Vol. 3:52 Buku Nikah #62].
Banyak Mullah mengajukan permintaan maaf bahwa yang dimaksud Nabi (S) dengan pria di sana adalah menunjuk kepada dirinya. Itu sama saja dengan hinaan. Bahwa raja orang ‘Muslim’ memiliki tempat kediaman dimana di dalamnya berisi beratus-ratus wanita sebagai selir. Al Quran (49:13) mengatakan bahwa orang yang terbaik adalah orang yang paling bertakwa.
Nabi (S) bertanya, “Siapa yang ingin membeli budak ini dari saya?” Hazrat Na’im membelinya dengan 800 Dirham. [Vol.3 Kitabul Ikrah hal.669 #1838].
Benarkah Sang Nabi menjual budak?
Aisyah berkata kepada Nabi, “Akankah kamu cukup menggembalakan unta ke sebuah pohon dan membiarkan yang lain yang belum pernah digembalakan?” ‘Arwa bin Zubair berkata bahwa yang Aisyah maksud adalah bahwa dirinya adalah satu-satunya perawan yang dinikahi oleh Nabi. [Vol.3 Buku Nikah hal. 55 #71]
Nabi menentang rencana Jabir, temannya, untuk menikahi janda dan bertanya, “Mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan sehingga kamu dapat bermain dengannya dan dia dapat bermain denganmu?” [edisi dan halaman yang sama]. Nabi (S) sangat berbelas kasih kepada janda dan wanita yang diceraikan.
Hazrat Ali menyatakan bahwa dia secara konstan menderita “jiryan” (pengeringan kelenjar prostat). [Vol. 1, Kitabul ‘Ilm, Kitab Pengetahuan hal.150 #132].
Kondisi fiksi yang demikian dipercaya meluas di daerah Timur sebagai sesuatu yang membawa kejantanan. Seseorang mencoba mencemarkan sahabat terbaik Nabi (S).
Matahari bersinar di antara dua tanduk Setan. [Awal Penciptaan 2:235 #504].
Apakah ini perlu komentar?
Nabi Ibrahim berbohong tiga kali. [Kitab Nikah 3;57 #78].
Setelah menghina Patriarch Keimanan, narrator kemudian membenarkan tuduhan dengan memberikan argument yang meragukan.
Setelah keruntuhan Khyber, orang-orang menceritakan kecantikan dari Safia Bint Hui, pengantin baru yang merupakan istri dari tentara musuh yang terbunuh. Nabi memilih dia untuk dirinya sendiri. Di jalan menuju Madinah dia (Nabi) berkemah dan berhubungan intim dengannya. Para sahabat tidak tahu apakah dia (Safia) adalah istrinya atau selirnya Nabi. Kemudian, tudung antara dia (Safia) dan para lelaki ditarik dan mereka datang untuk melihat bahwa dia (Safia) adalah seorang istri. [Kitab Jual Beli dan Kitab Nikah 3:57 #78].
Di tempat lain, orang yang menceritakan kejahatan ini menyatakan bahwa Safia awalnya diberikan kepada Wahia Kulbi, tetapi karena kecantikannya, Nabi memilih Safia untuk dirinya dan meminta Wahia untuk mengambil wanita yang lain.
Nabi mengatakan, “Kesialan dan kemalangan ada pada istri, rumah, dan kuda.”
[Kitab Nikah 3:60 #85]
“Setelah waktuku, godaan terbesar bagi laki-laki adalah wanita.”
[Kitab Nikah 3:61 #89]
Nabi berkata kepada seorang pria, “Saya menikahkan wanita karena kamu dapat membawakan beberapa Surat dari Al Quran.” [Kitab Nikah 3:69 #109]
“Seorang wanita memperkenalkan dirinya kepada Nabi. Nabi menatap kepadanya dari kepala hingga ujung kaki dan kemudian menurunkan kepalanya.” (Nabi tidak tertarik kepadanya). [Kitab Nikah 3:71 #113]
Apakah kamu memperhatikan keburukan dari wanita dalam lima Hadits? Apakah benar ini adalah perkataan dan perbuatan Nabi yang mulia? Al Quran memberikan kesaksian bahwa Nabi besar memiliki moral yang mulia dan dia adalah suri tauladan yang baik bagi manusia. (68/4, 33/21)
Ketika Nabi menikahi Aisyah, Aisyah berumur 6 tahun, dan pernikahan menjadi sempurna ketika dia berumur 9 tahun (dan Nabi 54 tahun). [Kitab Nikah 3:75 #122].
Di sisi lain, Al Quran mengikat pernikahan bagi yang sudah dewasa dan matang dengan cara menyatakan bersungguh-sungguh pada akad pernikahan (4:21). Ada fakta-fakta sejarah yang kuat yang berkebalikan dengan Bukhari, tetapi Mullah kita lebih suka sampah seperti ini. Nabi besar tidak pernah mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan Al Quran. “Sifatnya tidak lain adalah Al Quran.” [Hazrat Aisyah].
Saya melihat kebanyakan manusia yang masuk ke dalam pintu neraka adalah wanita. [Kitab Nikah 3:97 #182].
NAAQISAATI ‘AQLINW-WAD-DIEN:
Vol.1 hal.198 Kitabil Haid #295. Nabi (S) melewati sekumpulan wanita. Nabi berkata, “Hai wanita! Berikan sedekah, karena saya melihat kalian terbakar di neraka dalam jumlah yang sangat banyak.” Ketika wanita menanyakan alasannya mengapa demikian, Nabi berkata:
“Kalian para wanita memaki terlalu banyak!”
“Kalian tidak menghargai suami kalian.”
“Karena sifat iri dalam hal.kurangnya pengetahuan dan keyakinan, kalian dapat mengalahkan orang-orang bijak. Kalian adalah ciptaan yang semestinya tidak pernah ada.”
“Bukankah kesaksian seorang wanita setengah dari seorang pria? Ini adalah ukuran dari kurangnya pengetahuan!”
“Dan mengingatkan kalian, ketika seorang wanita datang bulan, dia tidak diperbolehkan bersembahyang atau berpuasa. Ini adalah ukuran dari kurangnya keyakinan kalian.”
Para pembaca, Al Quran menekankan tentang hak-hak mengenai gender. Sang Pencipta merancang fisik dan psikis dan laki-laki dan perempuan. Sehingga pertanyaan mengenai kurangnya pengetahuan dan keyakinan tidak pernah ada. Tradisi seperti ini telah dibuat untuk memperbudak wanita. Al Quran sama sekali tidak pernah menyebutkan bahwa wanita tidak boleh sembahyang atau puasa selama menstruasi atau seorang saksi wanita hanya memenuhi setengah dari saksi laki-laki. Tanpa ragu, Mullah dan para pengikut Mullah mencoba mempertahankan dan merasionalkan meskipun ini adalah fitnah yang besar.
Saksi perempuan merujuk dalam Al Quran surat 2:282. Pertama, persoalan yang dibahas di sini hanya menyinggung pada kasus hutang piutang. Surat tersebut mengatakan bahwa dua laki-laki (bukan satu) yang semestinya menjadi saksi dan menandatangani surat perjanjian. Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka seharusnya ada satu orang laki-laki dan dua orang perempuan, dari saksi-saksi yang kamu pertimbangkan mampu sebagai saksi – sehingga apabila saksi perempuan terganggu (sebagai contoh, oleh bayinya), wanita yang mendampingi menyokong dan mengingatkannya. Oleh sebab itu, perempuan yang kedua bukanlah sebagai saksi di mata hukum. Dia tidak berbicara di depan pengadilan. Dia di sana hanya menyokong dan mengingatkan saksi wanita jika saksi tersebut terganggu / teralihkan.
Fitnah (kesengsaraan) berada di Timur. [Kitab Talaq 3:132 #275].
Kami dengan serius meragukan bahwa Nabi besar, yang biasa dikenal sebagai “rahmat bagi semesta alam” dalam Al Quran 21:107, malah membatasi pandangan ke Timur atau Barat.
Aisyah berkata kepada Nabi, “Ah! Kepalaku mau meledak.” Nabi berkata, “Semoga itu terjadi dan saya akan memintakan ampunan untukmu.” Aisyah menjawab: “Kamu ingin saya mati sehingga kamu bisa menghabiskan malam selanjutnya dengan istri yang lain.” [Vol. 3 hal.247 Kitab-ut-Tibb, Kitab Kedokteran, #626]
Larilah dari penderita kusta seperti kamu lari dari singa. [Kitab-ut-Tibb, Buku Kedokteran 3:259 #663]. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa lepra membutuhkan waktu tahunan untuk menular. Lagipun, kami menemukan kontradiksi pada beberapa Hadits. Sebagai contoh, La ‘Udwa wa La Teeara wa La Haamma (penyakit lepra ini tidak menular, tidak bertanda atau membuat sakit perut.)
Seorang laki-laki bertanya, “Kami mendapatkan penghasilan dari wanita penghibur, (cerita lain menyebutkan prostitusi) jadi dapatkah kami melakukan ‘Azl (hubungan senggama) dengan mereka?” Nabi berkata, “Tidak ada dosa untuk melakukan itu.” [Kitabul Qadr, Kitab Nasib, 3:543 #1514]. Mullah yang paling terkenal di abad ke-20, Maududi, berkomentar pada Hadits ini bahwa tidak apa-apa seorang majikan untuk menjodohkan budak wanitanya kepada orang lain sementara sang majikan boleh menggunakannya untuk melayani kebutuhan pribadi kecuali sex. [Tafhim Vol. 1 hal.340]
Beberapa orang terserang penyakit di Madinah. Nabi menganjurkan mereka untuk meminum air kencing dan susu unta. Setelah mereka membaik, mereka membunuh penggembala. Nabi memerintahkan bahwa tangan dan kakinya harus di cincang dan matanya harus dicongkel. Mereka meletakkan di padang pasir. Jika mereka meminta air maka ditolak. Yang kemudian mereka memakan pasir hingga mati. [Kitabul Mahrabain dan Kitabut Tibb Vol. 3 hal.254 #646].
Para pembaca, benarkan Nabi yang berbelas kasih dan pemaaf memberikan siksaan kepada manusia? Mungkin pencerita dari Hadits ini ingin menggambarkan bahwa Nabi (S) seperti orang barbar? Apakah benar pencerita ini benar-benar Muslim?
Melihat wanita berkulit hitam dalam mimpi adalah tanda dari wabah yang akan datang. [Kitabut Ta’bir Vol. 3 hal.706 #1923]. Aduhai, kasihan para wanita! Ini ada lagi…
Suatu pagi istri Nabi bangun kesiangan. Nabi berkata, “Banyak wanita yang berpakaian di dunia ini akan telanjang di alam baka.” [Kitabul Fatan 3:718 #1950]. Memberitahukan suatu hinaan kasar terhadap Ibu para Mu’miniin.
Beberapa orang muslim berpihak kepada orang munafik dan orang musyrik dan biasa meminta mereka untuk menyerang Nabi! [Kitabul Fatan 3:723 #1965].
Al Quran menyebutkan seluruh sahabat mulia sebagai orang yang setia dimana Allah ridho kepada mereka. (8:74, 9:100)
Nabi besar berkata, “Saya adalah orang pertama yang akan dibangkitkan pada hari Qiyamat (kebangkitan), tetapi saya menemukan Nabi Musa yang memegang kaki singgasana Tuhan. [Hadits 1750 Kitab-ut-Tafseer Vol. 2 hal.784].
Hadits ini benar-benar telah disusun oleh beberapa orang non-Muslim untuk meremehkan Muhammad (S) dengan cara membandingkannya dengan Nabi Musa.
Ketika saya berjalan di luar, tiba-tiba saya melihat malaikat gui Hiro duduk di singgasana yang luasnya seluas bumi dan langit. Saya tertegun dan jatuh ke tanah. [Bukhari, Awal Penciptaan Vol. 2 hal.224 Hadits #471]. Nabi besar adalah orang yang paling berani di bumi yang pernah ada dan malaikat tidak suka bermain-main dengan Nabi.
Nabi memperbolehkan Muhammad bin Muslima untuk membunuh seorang non-Muslim, Ka’ab bin Ashraf, dengan cara penipuan. [Vol. 2 Kitabul Jihad 2:134 #282]
Nabi biasanya menjadi sangat gelisah dan takut ketika dia melihat awan mendung. [Bukhari, Awal Penciptaan 2:213 #440].
Nabi besar mengajarkan untuk melawan ramalan dan takhayul dan mengajarkan kita untuk menjadi orang yang memiliki keberanian besar. Tetapi Mullah menafsirkan: “Dia (Nabi) khawatir Tuhan menyuruh orang-orangnya untuk bertugas.” Apa! Coba lihat di seluruh Al Quran dan anda akan menemukan bahwa setiap Nabi telah diberitahu banyak mengenai kehancuran yang dekat.
Bidadari-bidadari (orang cantik di surga) memiliki payudara yang besar dan tidak pernah menstruasi. [Bukhari, Awal Penciptaan 2:225 #473]. Terima kasih!
Catatan Penting: Hur adalah bentuk jamak dalam bahasa arab yang berarti “teman yang cerdas dan adil”. Ahwar adalah laki-laki dan Haoora adalah perempuan. Janji mendapatkan pasangan di Surga menunjuk ke Al Quran 44:54 dan 52:20. Berabad-abad, para pakar sejarah dan Imam-Imam kita telah memberikan gambaran tentang hurs sebagai wanita yang menggiurkan di surga.
Neraka mengeluh kepada Allah, “Satu bagianku memakan bagian lainnya.” Sehingga, neraka diijinkan memiliki dua nafas – satu pada saat musim panas dan satu lagi pada saat musim dingin. Inilah mengapa kamu melihat pergantian musim. [Awal Penciptaan 2:231 #495]
Azan (panggilan sembahyang) menjadikan Setan terbang, menyemprotkan gas sehingga dia pergi. [Awal Penciptaan 2:237 #515].
Setan beristirahat di malam hari di hidung kalian. [Awal Penciptaan 2:241 #527]
Ayam jantan melihat malaikat, dan keledai melihat setan. [Awal Penciptaan 2:243 #533]. Tolong diingat bahwa setan tidak lain hanyalah hasrat egois kita.
Tikus adalah suku bangsa yang hilang dari Israel karena mereka tidak meminum susu unta, tetapi meminum susu kambing. [Awal Penciptaan 2:244 #538].
Unta telah diharamkan sebagai sumber makanan bagi orang-orang Israel.
Pernyataan di atas tidak membutuhkan komentar kecuali hanya pikiran bodoh yang dapat menerimanya sebagai kata-kata dari sang bijak yang ada di bumi.
Lima hewan berdosa, jadi bunuhlah mereka walaupun di kota Mekah, yakni: Tikus, Kalajengking, Elang, Gagak, dan Anjing gila. [Awal Penciptaan 2:245 #543]
Nabi memerintahkan untuk membunuh anjing. [Awal Penciptaan 2:247 #551].
Di tempat lain dikatakan membunuh seluruh anjing hitam adalah boleh.
Wanita diciptakan dari tulang rusuk jadi dia akan selalu bengkok. Biarkanlah bengkoknya, karena jika kamu mencoba membuatnya lurus, kamu akan mematahkannya. [Awal Penciptaan 2:251 #559].
Ini adalah pernyataan Alkitab. Ditempat lain, ditambahkan demikian, “dan ambil keuntungan”. Al Quran tidak pernah menyatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk.
Jika tidak ada orang Israel, daging tidak akan pernah busuk. Jika tidak pernah ada Hawa, tidak akan ada wanita yang serong dari suaminya. [Rujukan yang sama #559]
Pekerjaan Nabi adalah mandi. Banyak emas yang mulai menghujani dia. [Vol.2 Kitabul Anbia, hal.281 #616]
Mamoona berkata bahwa dia telah melihat Nabi mandi setelah berhubungan intim, sampai dia melihatnya membersihkan bagian pribadinya. [Kitab Bersuci 1:193 #276].
Nabi menyatakan bahwa kesopanan adalah bagian dari iman dan bahwa kesopanan dan iman terikat menjadi satu. Bagaimanapun, selama berabad-abad Mullah kita mengulangi, “Tidak ada rasa malu dalam beragama.” Banyak wanita menolak pendapat ini. Hadits yang dibuat atas nama Hazrat Aisyah memuji wanita anshor dalam menanyakan sesuatu tanpa memperhatikan kesopanan ataupun rasa malu. Bagi Imam-Imam dan Mullah-Millah kita, kebanyakan persoalan dalam agama terdiri dari seks, telanjang, bersuci, menstruasi, selir, poligami, perceraian, dan sejenisnya. Lihat contoh memalukan lainnya:
Abu Hurairoh melaporkan, “Ketika ujung-ujung alat kemaluan bertemu, dan laki-laki duduk di antara kedua kaki wanita dan menekan, maka mandi menjadi sesuatu yang wajib.” [Kitab Bersuci, 1:195, #286]. Terima kasih untuk penjelasannya!
Aisyah berkata, “Nabi biasa menempatkan bantal di pangkuanku walaupun saya dalam keadaan menstruasi, dan kemudian dia membacakan Al Quran.” [Kitab Bersuci hal.197 #292]. Bahkan bagi seorang Muslim biasa, akankah ia melakukan ini?
Jika Nabi ingin berhubungan intim dengan istri yang menstruasi, dia meminta istrinya untuk mengikat kain pinggang walaupun kondisi menstruasi berada pada puncaknya. Kemudian Nabi berhubungan intim. Siapapun yang membuat Hadits ini menambahkan pernyataan yang berkebalikan: Aisyah berkata, “Tidak satupun dari kalian yang mampu menahan nafsunya sama seperti yang Nabi lakukan!” [Kitab Menstruasi 1:198, #295] Judul dari Hadits ini adalah ‘Mubaashira-til-haayidh’. Mubaashira tidak memiliki arti lain selain berhubungan intim. Tetapi kami menemukan Mullah mempertahankan Hadits ini dengan membuat tipu muslihat bahwa kata tersebut berarti memanjakan ( Mubaashira). Meskipun kita menerima tipu muslihat ini, kesopanan atau pengendalian diri bagaimanakah yang demikian itu?
Abu Hurairah menceritakan bahwa Nabi pernah berkata, “Saya sedang sembahyang, Setan datang dihadapan saya dan mencoba memaksa saya untuk membatalkan sembahyang saya. Allah memberikan saya kekuatan untuk mengendalikan dia dan saya membuatnya jatuh. Saya berfikir untuk mengikatnya pada tiang agar kamu bisa melihatnya pagi hari. [Bab Tahajud 1:469, #1131 bab 766]. Menurut Hadits yang lain, ada juga yang setuju dengan Al Quran bahwa setiap orang memiliki setan dalam dirinya. Penjelasannya demikian, Nabi besar diberitakan telah berkata, “Walaupun saya memiliki Iblis (Setan) dalam diri saya tetapi saya telah membuatnya menjadi Muslim.”
Puasa mengebiri. [Vol. 1 hal.685 Kitabus Saum, #1780] Tersenyumlah!
Aisyah menceritakan, “Nabi biasa berhubungan dengan kami dan mencium kami ketika dia sedang berpuasa.” Kemudian Aisyah tersenyum malu. [Vol.1:691, Kitabus Saum, Hadits #1798 & 1799]
Khola binti Hakim memperkenalkan dirinya kepada Nabi. Aisyah berseru, “Wanita tidak kenal malu telah memperkenalkan dirinya kepada seorang laki-laki!” Kemudian, Nabi mulai menerima wahyu dan Aisyah mengeluh, “Ya Rasulullah! Saya melihat bahwa Tuhanmu kerepotan untuk memenuhi hasratmu.” [Vol. 3 hal.67 Kitabun Nikah #102]. Di sini, beberapa penjahat mencoba membuat kesangsian atas nama wahyu Tuhan.
Ketika Nabi pergi kepada anak perempuan Jaun (Jaunia) dan mendekatinya, Jaunia berkata, “Saya meminta tempat perlindungan kepada Allah dari padamu.” Nabi berkata, “Kamu harus meminta tempat perlindungan kepada Yang Maha Kuasa. Jadi pergilah ke rumahmu sekarang.” [Vol.3 Kitabut Talaq hal.115 #237]. Dapatkah kita berpikir tentang penghinaan yang sangat kepada Nabi besar? Apakah benar Bukhari seorang Muslim?
Kemudian (di tempat lain, yang tercantik) Jaunia masuk ke taman. Nabi menyuruh para sahabatnya untuk menunggu di luar dan Nabi masuk ke rumah yang terbuat dari pohon kurma. Ketika masuk, Dia berkata kepada Jaunia, “Berikan dirimu padaku.” Dia berkata, “Dapatkah sang ratu memberikan dirinya kepada pencuri? Saya meminta perlindungan dari Allah terhadapmu.” [Vol. 3 Kitabut Talaq hal.115 #238].
Nabi menikahi Umaima binti Sharaheel. Tetapi ketika Nabi mendekatinya dan memberikan tangan kepadanya, Umaima membencinya. [Rujukan yang sama]
Untungnya, orang yang bercerita jahat dan ‘kewenangan’ Bukhari tidak berani menuduh Nabi besar memperkosa dua wanita ini.
FATALISME: Allah menempatkan satu malaikat pada setiap kandungan. Dia memberikan berita kepada Allah Yang Agung. “Ya Tuhanku! Mani telah tersimpan. Sekarang menjadi darah. Ya Tuhanku! Sekarang menjadi segumpal daging. Ketika Allah memutuskan untuk menyelesaikan ciptaannya seperti yang Dia inginkan, malaikat bertanya “Menjadi apakah dia seharusnya, laki-laki atau perempuan, jahat atau baik? Bagaimana kesehatannya, umurnya, dan lain-lainnya yang seharusnya dia miliki? Kemudian malaikat mencatat semuanya dalam rahim ibunya.
Wahai para pembaca, tidak heran bahwa pikiran bertanya apa perlunya untuk membongkar bimbingan Ilahi! Apakah benar Hadits ini, jika percaya, cukup untuk membuat Islam sebagai kepercayaan yang fatalistis? [Vol. Kitab Menstruasi hal.203 #309]. (Fatalisme = kepercayaan yang meyakini bahwa nasib tidak bisa diubah, nasiblah yang menentukan segalanya).
Rasulullah menunjuk istrinya Safia dengan sebutan, “Hai kepala botak, yang akan binasa!” [Bukhari, Vol. 3 hal.143 Kitabut Talaq #302]. Dan, “Hai orang mandul, kepala botak! Apakah kamu ingin menghentikan kami?” [Vorl 1 hal.642 #1641 Kitabul Manasik]
Para pembaca, banyak bagian dari buku ini mengganggu anda. Kami telah menyalin buku ini dengan berat hati. Tulisan ini berusaha agar generasi muda kita tidak tidak berfikir bahwa penghinaan ini bukan termasuk di dalam Islam. Ini sangat penting karena keganjilan-keganjilan ini terlihat seperti fitnah.
[Kitabil Manaqib Vol. 2 hal.445 #1030]. Umro bin Maimun melaporkan, “Pada Masa kebodohan, saya melihat seekor kera dikelilingi oleh banyak kera. Dia berzina dengan kera betina, sehingga, seluruh kera melempari kera itu sampai mati. Saya melemparkan batu juga.” Ibn Hajar ‘Asqalani memutuskan untuk menjelaskan Hadits ini lebih lanjut pada ‘Sharh Shahih Bukhari’ Vol. 7 hal.121: Umro bin Maimun berkata, “Saya berdiri di dataran tinggi Yaman. Seekor kera membawa kera wanita bersamanya, menaruh tangan kera wanita di bawah kepalanya dan kemudian tidur. Kemudian datang kera laki-laki yang lebih muda dan memberikan isyarat dengan matanya. Kera perempuan kemudian secara perlahan-lahan menarik tangannya dari bawah kepala kera (yang lebih tua) dan pergi meninggalkannya. Kemudian kera perempuan itu melakukan zina dengan kera yang lebih muda, dan saya melihatnya dengan mata kepala sendiri. Setelah melakukannya, kera perempuan kembali dan dengan lembut mencoba menaruh tangannya ke bawah kepala kera laki-laki tadi. Kera yang lebih tua itu kemudian terkejut dan berpikir ‘Ada sesuatu yang hitam di bawah’. Kera laki-laki itu menciumi kera wanita dan segala sesuatunya menjadi jelas. Kemudian kera laki-laki itu berteriak sehingga banyak kera datang ke tempat itu. Kera laki-laki itu terus berteriak sambil menunjukkan tangannya ke kera perempuan. Kera-kera itu berlarian dengan arah yang berbeda dan kemudian menangkap kera jahat itu dan membawa kembali ke tempat kejadian. Saya mengenalinya dengan baik. Mereka menggali lubang di tanah dan dan melempari kedua kera (yang melakukan zina) dengan batu hingga mati.” Pembaca, Mullah kita membawakan Hadits ini untuk mendukung hukuman pelemparan batu yang sebenarnya tidak ada di Al Quran. Apakah anda menikmati binatang melakukan kejahatan seperti zina dan memperhatikan sejenis kera bergaya seperti polisi? Yang mengagumkan, Mullah di Maryland mencoba mempertahankan Hadits ini dengan mengatakan, “Oh, semua itu terjadi pada masa kebodohan!” Sehingga, sifat hukumnya berbeda di waktu itu!
Apakah kamu pernah melihat binatang terlahir dengan kelainan bentuk? [Bukhari, Kitab Pemakaman, Vol. 1 hal.525 #1295]. Binatang memang terlahir dengan kelainan bentuk. Seseorang dalam cerita ini mencoba menyamakan sifat bodohnya dengan orang yang berilmu sepanjang masa.
Abdullah Ibnu Umar ketika itu sedang membaca Al Quran. Ketika sampai pada ayat 2:223, dia bertanya kepada Naafe’ apakah dia tahu aplikasi dari ayat ini. Kemudian Naafe’ menjelaskan: “Istrimu adalah ladang bagimu oleh karena itu pergilah ke ladang itu sesuka hatimu. Jika kamu mau, pergilah kepadanya … [Bukhari Kitab-ut-Tafsir 2:729 #1641]. Sangat mengejutkan walaupun kita melihat kepada teks aslinya yang berbahasa Arabnya, tetap meninggalkan kalimat kosong di sini! Untuk menyangkal hinaan ini, arti sebenarnya dari ayat itu adalah sebagai berikut:
2:223 Ingatlah bahwa istrimu adalah wali bagi masa depan generasimu, sama seperti ladang yang menjaga benih dan mengubahnya tumbuhan yang berbunga. ---.
Ketika seorang istri menolak untuk diajak ke ranjang, malaikat mengutuknya hingga pagi hari. [Bukhari, Kitab Nikah Vol. 3 hal.96 #178]
Baca Vol. 3 hal.111 Hadits #228. Janganlah seseorang pulang ke rumah keluarganya pada malam hari. Mengapa? Menurut Hadits yang masuk, Nabi (S) biasa menasihati mereka untuk pulang ke rumah sebelum subuh, dengan berkata, “Apakah kalian mau melihat istri kalian berada di ranjang dengan laki-laki lain?” Juga terdengar dari Mullah Rumi: Ketika sahabat pergi bersama Nabi untuk berperang, beberapa dari istri mereka berhubungan intim dengan laki-laki lain. [Mullah Jalaluddin Rumi, Feeh-Ma-Feeh, Saleem Chishti, Islami Tasawwuf hal.66]
Banyak Hadits hadir untuk membuktikan kondisi junub Nabi besar. Junub berarti keadaan tidak bersih setelah berhubungan sex. Pembaca hanya perlu merujuk kepada Kitab Bersuci, Kitab-il-Ghusl pada Bukarhi Jilid 1. Nabi adalah orang yang super sibuk membawa revolusi besar pada sejarah manusia. Bagaimana mungkin dia punya waktu untuk pertunjukkan semacam ini?
Vol. 1 hal.161 Kitabil Wudhu, Hadits #185 menceritakan suatu saat Nabi (S) meminta semangkuk air. Kemudian dia mencuci tangan dan wajah di situ. Kemudian dia berkumur di situ dan setelahnya meminta Abu Musa dan Bilal untuk meminum dari air itu! Pembaca yang setia, jika anda bisa membuat anak dan orang-orang non-Muslim meminum produk Islam seperti ini, anda akan menjadi kuat!
Vol. 1 hal.185, Kitab Bersuci #246: Abu Salma dan saudara laki-laki Aisyah pergi menemui Aisyah untuk belajar bagaimana cara mandi setelah berhubungan seks. Aisyah membawa wadah yang berisi air kemudian mandi. Antara mereka dan Aisyah ada tudung. Maukah wanita biasa membungkuk sedemikian rendah? Jika ada tudung di sana, bagaimana mungkin bisa disebut demonstrasi kecuali tudungnya adalah tudung transparan? Apakah instruksi lisan saja cukup? Hanya pikiran yang bodoh yang mau menerima kebenaran dari “tradisi” yang demikian.
Vol. 1 hal.188, Hadits #260 Syedah Mamuna tidak hanya berkata telah melihat Nabi (S) tidak berpakaian tetapi malah memberikan penjelasan. Hadits hal.192 #273 menyatakan bahwa Umm Hani, yang tidak berada dalam rumah tangga Nabi, bahwa ia telah melihat Nabi mandi.
Menurut si pembuat cerita, pada Vol. 1 hal.193 #276, Abu Hurairah tiba-tiba meninggalkan tempat. Kemudian, ketika Nabi menanyakan alasannya, dia menjawab, “Saya telah junbbi.” Sekarang anda dapat mengerti apa itu junbbi.
Vol. 1 hal.201, Hadits #305 juga sangat menghina estetika dan akal sehat. Menceritakan bagaimana cara bersuci setelah menstruasi, Nabi menurut dugaan menasihatkan seorang perempuan bahwa dia harus mengambil penyeka katun yang berbau rusa, kemudian menyentuh bagian yang terkena noda darah. Dan kemudian Aisyah menarik perempuan itu (untuk demonstrasi?)
Vol. 1 hal.145 Kitabul ‘Ilm Hadits #120 melakukan kekasaran pada teologi Islam: Abu Huraira menceritakan, “Saya telah belajar dua kantong pengetahuan dari Rasulullah (S). Satu kantong saya bagikan ke orang lain, tetapi jika saya membuka kantung satunya, orang akan memotong leher saya.” Pembaca, Hazrat Abu Huraira tidak akan pernah berbicara omong kosong seperti itu. Hadits ini dibuat oleh Abdullah Ibnu Saba yang membuka pintu untuk membuat benci Al Quran melalui “makna tersembunyi” sebuah tulisan. Bukankah Al Quran telah memberikan kesaksian bahwa Nabi besar menyampaikan pesan Ilahi secara menyeluruh? Bukankah Abu Hurairah adalah sahabat Nabi besar?
KITAB SHALAT BUKHARI EDISI 1:
Nabi biasa sembahyang menggunakan sepatunya. [Vol. 1 hal.228 Hadits #376]. Mengapa orang-orang Muslim tidak mengikuti “Sunnah” ini?
Hadits #339 Vol. 1 hal.215-217 menyatakan bahwa di Mekkah atap rumah Nabi tersobek-sobek dan kemudian turun Malaikat Jibril. Dadaku kemudian dibuka dan dicuci oleh air Zam-Zam. Kemudian piringan emas yang berisi keyakinan dan kebijaksanaan dituangkan ke dadaku, yang kemudian ditutup. Kemudian malaikat itu memegang tanganku dan membawaku ke surga.” Tolong dicatat di sini bahwa Mi’raj, atau “kenaikan,” diceritakan di sini. Tetapi dalam Hadits ini, tidak disebutkan bahwa Nabi (S) diduga memimpin 124.000 Nabi bersembahyang di Yerusalem. Bagaimana dengan ‘Sentaurus’ atau “Al-Burraq” yang disebutkan berulang kali dalam hadits yang lain! Mengingat kembali akan mitos Yunani, Burraq diduga merupakan sebuah ciptaan dengan tubuh seperti kuda dan memiliki wajah wanita cantik. Ini jauh dari penglihatan manusia! Bagaimanapun, jika keimanan dan kebijaksanaan mengalir masuk ke dada Nabi (S) dengan cara pembedahan bukankah dia akan berhenti sebagai contoh bagi umat manusia? Hadits lain menyatakan bahwa Nabi (S) sedang tidur di rumah Umm Hani selama peristiwa ini, terus terang ini fitnah.
Pada Hadits panjang di atas #339 di atas, kita menemukan Nabi Musa menyarankan Muhammad (S) untuk kembali lagi ke Tuhan untuk mendapatkan jumlah sembahyang tiap harinya berkurang dari 50 menjadi 5. Kita juga menemukan lelucon bahwa Tuhan berkata, “Ini lima tetapi ini lima puluh. Perintah kami tidak pernah berubah.” Tukang cerita kelihatannya ingin membuktikan Musa sebagai gurunya Muhammad (S). Isro (Perjalanan Malam) sering sekali keliru dengan Mi’raj (Kenaikan). Karena Tuhan ada di mana-mana, dugaan setiap orang yang ingin bertemu dia di atas langit tidak memiliki alasan. Isra berarti perjalanan malam dan ini mengacu kepada awal dari Hijrahnya Nabi besar dari Mekkah ke Madinah di malam hari. Ayat 20:77 dan 26:52 menggunakan istilah yang sama untuk hijrahnya Nabi Musa bersama pengikutnya melintasi laut. Ingat juga 17:2. Masjid Al-Aqsa berarti, Mesjid Terpencil dan merujuk ke ‘Masjid Terpencil’ di Madinah, tempat dimana orang-orang Muslim biasa mendirikan sembahyang berjamaah sebelum kedatangan Nabi ke kota tersebut. Masjid dapat juga dimengerti di sini sebagai Madinah yang menjadi tempat berjamaah. Masjid Al-Aqso yang terkenal, biasa disebut Qiblah Awwal, diduga sebagai Tempat Suci Pertama, yang dikenal luas sebagai Haram Shareef) di Yerusalem. Tetapi, faktanya, masjid ini dibuat pada tahun 72 H (691 M) pada masa kepemimpinan Umayyah, Abdul Malik bin Marwan, kurang lebih 60 tahun setelah Rasul meninggal. Tempat Ibadah pertama tidak lain adalah Ka’bah di Mekkah 3:96. Yerusalem, sampai Muslim menaklukkannya di bawah pimpinan Khalifa ke-dua Islam pada tahun 637 M, berada di bawah pimpinan Byzantine Kristen selama berabad-abad, dan saat itu tidak ada orang yang beribadah di Masjid di manapun di dunia ini kecuali di Madinah. Jadi, pertanyaan mengenai kehadiran Masjid di Yerusalem selama Nabi masih hidup tidak pernah ada. Kemudian lagi, Muslim menaklukkan Yerusalem pada tahun 637 M pada masa Khalifa ke-dua Islam berkuasa, Hazrat Umar. Ketika dia mengunjungi tempat itu, dia meneruskan bersembahyang di tanah lapang, walaupun Paus Severinus memberikan dia ijin untuk masuk kota dan mengundangnya untuk bersembahyang di Gereja Makam Suci. Tetapi Hazrat Umar khawatir bahwa Muslim nantinya akan mengubah gereja menjadi Masjid, sehingga dia dengan sopan menolaknya. Jika Masjid ada di sana, dia akan bersembahyang di sana. Kata Mi’raj (kenaikan secara fisik) tidak pernah ada di dalam Al Quran. Dan, dalam tradisi yang demikian keliru, itu dikenal, lebih dulu sebelum Al Quran, dipercaya oleh banyak orang Muslim bahwa Rasulullah dibawa secara fisik ke atas/langit untuk bertemu dengan Tuhan! Al Quran menetapkan dengan lurus dengan menyatakan bahwa tempat ibadah pertama yang diberkahi adalah Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Ismail di Mekkah. Dan hukum ilahi tersebut tidak dapat diubah dalam keadaan apapun. Kenaikan jasmani berhubungan dengan Alkitab dan sama sekali bukan tema dari Al Quran.
Beberapa kekayaan (buah, uang, pakaian, dan barang-barang yang lain) telah datang dari Bahrain pada zaman Rasulullah. Dia membagi-bagikannya di Masjid karena ini adalah rahmat yang terbesar yang pernah ada. Pamannya Rasul, Hazrat Abbas datang dan mengisi pakaiannya, tetapi dia tidak dapat mengangkatnya. Dia meminta kepada nabi tiga kali untuk mencari orang yang dapat membantu membawakannya tetapi Nabi menolaknya tiga kali. Abbas meringankan beban dengan menjatuhkan sedikit buah, kemudian menggantungnya di bahu dan pergi. Rasulullah (S) melihat keheranan pada Abbas karena kerakusannya sampai dia menghilang. [Vol. 1 hal.237 #283]. Sang penjahat Bukhari dengan jahat menghina Sahabat yang mulia, dermawan, dan paman Nabi (S). Apakah dia bukan satu-satunya orang yang memaafkan menerima riba bagi dia pada penaklukan Mekkah?
Seseorang berkata kepada Aisyah (Ibu orang beriman) bahwa Shalat menjadi batal dan hampa jika seekor anjing, seekor keledai, atau seorang perempuan lewat di depan. Syedah Aisyah berkata, “Kamu mengatai kami anjing.” [Vol. 1 Hal.263 #484]
Para pembaca, KESALAHAN-KESALAHAN DARI BUKHARI “YANG BENAR” ini hanya segelintir dari sekian banyak, berjilid-jilid ‘Sahih’ Bukhari. Dapatkah anda percaya bahwa bahkan saat ini ada banyak orang di bumi Allah, yang jika menyangkal salah satu cerita dari Hadits Bukhari dan Muslim dengan segera seorang Muslim tersebut divonis menjadi kafir?
PARA SUFI (MISTIK) “TANAMAN ASING”
Sekarang kita bongkar mengapa Allama Iqbal menyebut Tasawwuf/Sufisme (ilmu kebatinan) dengan “Tanaman Asing di tanah Islam.” Paragraf berikut merangkum pendapat dari dua pemikir terbesar abad 19-20 dari India, namanya Sir Syed Ahmad Khan dan Allama Shibli Na’mani. Mereka menyatakan: “Sering disebutkan bahwa Sufis membawa Islam ke bagian Indo-Pak. Tinjauan yang diteliti dari sejarah memberikan kita sedikit perbedaan gambaran. Muslim menguasai anak benua lebih dari delapan abad, dan sekarang 80% dari populasinya yang tersisa beragama Hindu. Muslim mengambil dan menyerap banyak sekali mitos Hindu, adat istiadat, dan karakter Hindu sehingga mereka menjadi setengah Hindu dan setengah Muslim. Ini terjadi karena filosofi “Kesatuan Makhluk” yang sama persis antara Sufis Muslim dan Yogis Hindu. Perbedaannya hanya pada tatanama (nomenclature). Pada Hindu “Hama Oost” (Semuanya adalah Dia), dan sama, 100% sama persis dengan “Wahdat-al-Wujud” (Kesatuan Makhluk) milik Sufi. Yang intinya, keduanya berarti segala sesuatu di alam semesta adalah Tuhan.” Afkaar-e-Sir Syed Wa Shibli.
Sekarang siapkan pikiran anda untuk penerbangan yang mengagumkan. Melihat ratusan mistik menghina kecerdasan manusia dalam nama Islam. Lihat mereka membuat penghinaan terhadap Tuhan, RasulNya, pemimpin-pemimpin mereka dan hukum alam. Mereka pergi sejauh imajinasi mereka membawa. Lihat mereka mempermainkan Tuhan, membuat keajaiban, menampar alasan dan membunuh akal sehat. Keajaiban mereka yang sesungguhnya masih dianggap sebagai juaranya Islam oleh jutaan orang Muslim.
Perlu diperhatikan tentang buku yang dihormati sepanjang zaman, Safina-til-Baharij Vol. 2 hal.52 mengutip perkataan Nabi, “Beberapa orang dari Ummat-ku akan disebut sebagai Sufia, mereka lebih buruk daripada Kafir, dan akan dilemparkan ke Neraka.”
Inilah beberapa kutipan dari buku-buku Sufi. Baca---nikmati---semoga penerbangannya menyenangkan!
Saya lebih besar daripada Nabi dan saya lebih tinggi tingkatannya dari mereka semua. (Sheikh Mohiuddin Ibn-Arabi, Hadeeqa Sultania hal.190)
Saya mencela Islam. Saya yakin ini adalah kewajiban yang ada pada manusia. Allah adalah Tuhan yang duduk di surga, saya adalah Tuhan di bumi. (Pernyataan dari Hussain bin Mansur Hallaj, Khatib Baghdadi Vol. 8, Ibnu Athir bab 11:140)
Orang yang berpengetahuan melihat orang-orang Shi’ah sebagai babi. (Mohiuddin Ibn-Arabi, Futoohat Makkia 2:8)
Shaikh Imam Abul Hassan Nuri berada dalam rombongan murid-muridnya. Saat panggilan sembahyang datang. Sheikh menjawab, “Ini adalah kematian.” Kemudian seekor anjing menggonggong. Sheikh itu menjawab, “Labbaik ya Sayyedi!” – Ya, wahai Tuanku! (Ibn-e-Jozi Talbees-e-Iblis hal.383)
Tubuhku telah menyatu dengan tubuh Rasulullah. Oleh karena itu, kami ini satu. (Shah Waliullah, Anfasul Arifain)
Saya membawakan Surat Fatihah dan berjalan menyeberangi sungai. (Mulfoozat Khwaja Moinuddin Chishti Ajmeri). Yang mengerikan bukanlah pernyataan pandirnya. Yang mengerikan adalah orang-orang yang percaya kepadanya.
Pada pemasangan “URS” (hubungan yang erat antara jiwa-jiwa sufi dengan Tuhan, secara harafiah, menikah dengan Tuhan), roh Sufi yang mati akan berkeliling. (Mullah Abul Kalam Azad, Menteri Pendidikan terakhir di India. Iman-e-Khalis oleh Fazil ‘Ulum-e Deeniyah, Dr. Masududdin Usmani hal.63)
Allama Shibli Na’mani, Muhammad Husain Azad, wakil Nazir Ahmed dan Sir Syed Ahmad Khan mencatat pertukaran mengerikan dari dogma-dogma religi pada bagian benua. Berabad-abad lalu, Brahmana (Imam tertinggi) di India yang dikenal sebagai rakyat Hindu biasa, terkesan oleh warta monoteisme yang benar dan persamaan hak atas manusia, menemukan Islam sebagai sesuatu yang sangat menarik. Untuk menjaga pemahaman Hindu, Brahmana memulai pergerakan “Bhagti” pada abad ke-11, yang mengajarkan Raam dan Raheem adalah satu. Yogis Hindu bersahabat dengan Sufi Muslim. Mereka saling belajar satu sama lain dan menamakannya “Karamat” dan “Chamatkar” (Keajaiban). Pengikutnya menggambarkan mereka sebagai manusia-super. Sheikh Sa’di Shirazi dengan tepat menyampaikan, “Orang suci tidak terbang. Para muridnya yang membuatnya terbang.”
Yang pada akhirnya menjadi sebuah penggabungan antara pemahaman Islam dan Hindu, melahirkan kepercayaan baru yang dikenal dengan istilah Ittihadi Dien (Penyatuan keyakinan) oleh Dr. Usmani. Pada prosesnya, orang-orang Hindu yang memeluk Islam, dan Muslim yang mengarah kepada Vedant sekarang ini (Mistis Hindu), semuanya tetap setengah Hindu dan setengah Muslim. Jika beberapa orang Hindu memeluk Islam, maka banyak Islam memeluk pemahaman Hindu. Kebanyakan Muslim di anak benua pada faktanya adalah pengikut Penyatuan Keyakinan. Tidak heran jika pemeluk Hindu sangat hormat kepada Sufi “Muslim”.
Ini adalah sedikit dari Penyatuan Keyakinan: Hindu menyembah berhala, Muslim menyembah kuburan. Kami memiliki ‘Urs daripada Yatra, Tawaf di makam daripada Phairay, Agarbatti di tempatnya Momebatti, Tabarruk lawan Prashad, Qawwali lawan Bhajan, Araq-e-Gulab lawan Gangajal, Kharqa lawan Zunnar, dan seterusnya. (Iman-e-Khalis oleh Fazil ‘Ulum-e Dieniyah, Dr. Masududdin Usmani)
Hazrat Dawud Jawarbi telah melihat Allah. Ketika ditanya tentang Allah, dia berkata, “Jangan tanya saya tentang jenis kelamin dan jenggot-Nya. Tanya tentang yang lain.” (Al-Milil-wan-Nahil, Imam Shehristani 1:96). Imam Shehristani melaporkan ‘Hazrat’ Jawarbi kepada yang berwenang. Dan yang berwenang kemudian mencat keduanya seperti badut dan menaikan mereka ke keledai untuk mengelilingi kota karena menyebarkan omong kosong seperti itu.
Pendeta di gereja adalah Allah kami. (Sheikh Ibn-Arabi, Qasasul Ulema hal.53)
Tidak ada yang patut disembah lagi. Datang dan sembahlah aku. (Mullah Jalaluddin Rumi, Mathnawi 4:52)
Saatnya tertawa besar: Pagi ini Allah bergulat denganku. Dia menjatuhkanku karena aku 2 tahun lebih muda dari Dia. (Abul Hassan Kharqani, Fawaid Faridiya hal.78)
Aduhai! Orang-orang Muslim tidak mengerti bahwa Allah hanya dapat ditemukan pada penyembahan berhala. (Sufi Mahmud Shabistri, Sharah Gulshan-e-Raz hal.294)
Hanafi adalah orang yang melangkah menuju neraka. Ulang tahun Imam Husain seharusnya dirayakan seperti Hari Raya Ied. (“Piran-e-Pir Destgeer” – Orang yang paling suci, Pegangan tangan – Abdul Qadir Jeelani, Ghania-til-Talibain hal.190)
Kakiku berada pada leher setiap orang suci. Jadi, saya letakkan kakiku pada leher Hazrat Ali.(Abdul Qadir Jeelani, Asrar-ul-Qadam hal.191)
Jeelani Telah Digali Dari Kubur
Sangat penting untuk memanggil kembali gubernur Baghdad, Ubaidullah Yunus, robohkan rumah Jeelani (w. 1166), lemparkan keluar anak-anaknya, gali kuburnya, bakar jenazahnya, dan lemparkan mereka ke sungai Tigris pada tahun 1170 M. (Nujoom-uz-Zahrani 6:142)
Saya benci dengan Tuhan yang tidak kelihatan, seperti anjing atau kucing. (Ibn-Arabi, Khazeena Imaniyah hal.168)
Ketika Khwaja Madud Chishti ingin melihat Ka’bah, malaikat mengangkut ka’bah ke tempat Chisht di India. (Malfoozat Khwaja Qutubuddin Bukhtiar Kaki, Fariduddin Ganj Shakar). Khwaja Maudud Chishti diberitakan menjadi nenek moyang dari Mullah terkenal pada abad ke-20, Maududi.
Seribu tahun telah berlalu dan begitu pula zaman Muhammad. Sekarang adalah waktuku, Waktunya Ahmad. Milenium kedua adalah milikku. (Sheikh Ahmad Sarhindi, terkenal dengan sebutan “Mujaddid Alf-Sani”, seorang pembangun pada milenium kedua. (Mubda-wa-Ma’ad)
Kitab-Kitab Tableeghi Nisab “Fazael A’mal” diperkenalkan kepada Nabi (pada abad ke-duapuluh!) dan dia dengan indah menjamin semua kitab itu.(Behjatil Quloob hal.12)
Jasad mati Khwaja Qutbuddin Maudud Chishti terbang di udara dalam perjalanannya ke kuburan. Khwaja Fareeduddin Ganj Shakar selama menceritakan ini merasa tidak sadar. (Rahatil-Quloob, Ganj Shakar). Ganj Shakar tidak dapat menahan menyimpan kebohongannya, tetapi dia terlanjur meninggal.
Adam menangis 300 tahun lamanya, sehingga burung-burung membuat sarang di wajahnya. Air matanya memancarkan rumput yang menutupi tubuh yang tingginya 60 meter.(Rahatul Muhibbeen c/o Ameer Khusro. KhwajaNizamuddin Awlia)
Seekor burung datang dan berkata kepada kami, “Besok adalah hari Ied. Tidak seperti manusia, kami terbebas dari kebohongan.” Shaikh Faqirullah kenal seekor gagak yang sering belajar Monoteisme darinya. (Referensi yang sama)
Jika Awlia (orang-orang suci) menginginkan, mereka dapat menerima undangan dari 10.000 kota dan akan hadir di sana pada waktu yang bersamaan. (Ahmad Raza Khan Barelwi, Malfoozat bagian 1 hal.127)
Ketika Shah Waliullah berada dalam rahim ibunya, ibunya berkata sembahyang. Dua tangan kecil muncul dari dalam perutnya untuk bersembahyang. Ibu itu ketakutan. Suaminya berkata, “Kamu memiliki Qutubul Aqtab (orang yang tersuci) di dalam rahimmu. (Mullah Ashraf Ali Thanwi. Hikayaat-e-Awlia hal.17). Terobosan macam apa ini!
Nabi membuat yayasan Darul ‘Ulum, Deoband, India (Pada abad ke-19!) Dia datang untuk memeriksa keuangan dari sekolah. Dia telah belajar bahasa Urdu dari Ulama Deoband. (Mubasshirat-e-Darul ‘Ulum dan Jumlah Deoband dari Darul ‘Ulum). Apakah kisah ini dibuat untuk meminjamkan kepercayaan kepada Mullah Deoband?
Allah memperlihatkan dirinya kepadaku sebagai wanita yang sangat cantik, sangat menarik, dihiasi dengan perhiasan-perhiasan dan pakaian transparan. Dia tiba-tiba memelukku dan masuk ke dalam tubuhku. (Shah Waliullah Anfasul Arifain hal.94-95).
Sekarang urutannya terbalik: Tuhan mengubah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani menjadi perempuan (di abad ke-19) dan berhubungan sex dengannya. (“Islami Qurbani.” Risalat nomor 34, Qazi Yar Muhammad Qadiani)
Suatu malam saya terbang dari satu surga ke surga lain sampai akhirnya saya bertemu Nabi. Dia menerima kesetiaanku. (Referensi yang sama, hal.38-39)
Matahari tidak dapat bersinar sebelum menyapaku. Tahun baru, bulan baru, hari baru, tidak dapat menyingsing tanpa memberi salam kepadaku dan memberi kabar kepadaku terhadap setiap kejadian. (Malfoozat Ahmad Raza Barelwi tentang menggali ‘Ghaus Azam’ Abdul Qadir Jeelani)
Seekor serigala telah dibawa oleh Nabi Yakub. Dia berkata kepada serigala, “Ceritakan kepadaku tentang anakku, Yusuf.” Serigala berkata, “Saya memang binatang, tetapi saya tidak berkhianat.” (Referensi yang sama)
Nabi berdoa, “Wahai Tuhan! Berikan aku 12.000 lidah sehingga saya dapat memuja namaMu.” Tuhan mengabulkan doanya dan memenuhi seluruh tubuhnya dengan 12.000 serangga. (Referensi yang sama)
Lalat yang membunuh Raja Namrud (Shaddad) dari babilonia sangat lemah. (Malfoozat Chishti). Terima kasih untuk informasi yang lemah!
Hazrat Utsman membawa pulang ke rumah seekor ikan. Seluruh kayu bakar sudah dibakar, tetapi ikannya masih segar (tidak dimasak). Ketika Nabi bertanya alasannya, ikan itu berkata, “saya ingin menyampaikan salam kepadamu sekali.” (Referensi yang sama)
Shah Waliullah percaya akan Kesatuan Makhluk. Dia percaya bahwa serangga, binatang, berhala dan manusia semuanya adalah Tuhan. (Syed Farooq Al-Qadri, Anfasul Arifain)
Allah hanya memiliki 99 nama yang baik. Saya memiliki lebih dari 99, 4.000 sebenarnya. (Shah Waliullah mengutip dari pamannya, Anfasul Arifain hal.210)
Beberapa orang berkata kepada Shah Abdur Rahim (Ayahnya Shah Waliullah) bahwa mereka mencoba mencari Tuhan. Ayahku berkata, “Saya adalah Dia!” mereka menari bersama dan berjabat tangan. (Referensi yang sama, hal.93). Mengapa mereka tidak letih?
Tuhan telah datang kepadaku dengan menggunakan mantel dengan menyamar menjadi wanita yang sangat cantik. Saya menjadi bernafsu dan berkata, “Lemparkan ke samping mantelmu.” Balasnya, “Mantelnya sangat tipis. Sehingga menampakkan kecantikanku.” Saya bersikeras, walaupun mantelnya sudah terangkat. (Kutipan dari ayah dan anak, Shah Abdur Rahim & Shah Waliullah, Anfasul Arifain hal.94)
Imam Ahmad Bin Hanbal tidak semestinya diberikan popularitas ketika ego menyebabkannya menderita cambukan untuk argumen yang sia-sia dengan Khalifa Abbasi. (Al-Tawassul Wal Waseela hal.136). Sepertinya yang ini benar.
Pir (leluhur orang suci) yang agung abad ke-19, Ahmad Raza Khan Barelwi, telah dikutip dalam Malfoozat-nya hal.32, “Para Nabi hidup kembali di kuburan seperti sebelumnya. Mereka makan, minum, berdoa dan menerima istrinya di kuburan dan mengajaknya melakukan seks.”
Sekarang perhatikan rencana pengunduran diri Tuhan: Sheikh Abdul Qadir Jeelani mengaku: Allah telah membuatku abadi dan telah menyatukanku dengan-Nya. Dia telah memberikan kepadaku dunia ini, Alam Akhirat, dan seluruh Ciptaannya. (Jeelani, Malfoozat Fuyuz Yazdani, Fath-e-Rabb-ani, Majlis 51)
PIRAN-E-PIR DASTGEER JEELANI DIBINASAKAN! Gubernur Baghdad, Ubaidullah Yunus, meratakan rumah Jeelani (w.1166), melemparkan anaknya keluar, menggali kuburannya, membakar jenazahnya, dan menenggelamkannya di sungai Tigris (1179 M). Gubernur telah membuat Fatwa-Fatwa menentang Jeelani bahwa dia Musyrik dan Kafir. (Nooruddin Shams, mudir dari Pir Jeelani, Nujoom-uz-Zahrani 6:142). “Piran-e-Pir”, leluhur abadi dari alam semesta tidak dapat menolong dirinya. Kemudian, berjuta-juta orang Muslim menyebut Jeelani sebagai Piran-e-Pir ‘Dastgeer’ (Orang Tersuci, Penulis Takdir).
Nabi Daud dan Nabi Muhammad keduanya adalah berdosa karena mereka melihat wanita cantik telanjang. Kemudian istri Uriah dan istri Zaid menjadi Haram (terlarang) bagi suaminya. (Ali Hajweri, alias “Daata Ganj Baksh,” Dewa Kekayaan, Kalamil Marghoob hal.349)
Junaidi Baghdadi berkata bahwa Nabi Sulaiman adalah anak haram Daud dari istrinya Uriah. Sheik Seereen telah menulis bahwa Surat Al-Ahzab dalam Al Quran memiliki makna bahwa Muhammad (S) menyembunyikan cintanya kepada Zainab (istrinya Zaid), di dalam hatinya. (MalfoozAl-‘Asl hal.219)
Seorang istri Nabi (S) melihat burung pipit lelaki menaiki burung pipit perempuan. Istri Nabi menantang Nabi. Ketika malam tiba, Nabi akan menaikinya dengan cara yang terhebat 90 kali dan berkata, “Lihat! Tidak ada yang kurang di sini.” (Shamsuddin Akhlaqi, Manaqib-il-Arifain hal.70-71). Kami heran apakah ini tulisan suci atau pornografi!
Anjing dan babi ini adalah Tuhan kami. (Fusoosul Hukm, Mohiuddin Ibnu Arabi)
Ba-Yazid Bustami, mengira kepala para orang suci, tercantum dalam Malfoozat-nya, buku cerita:
Saya Agung, saya adalah pokoknya, saya suci. Keagunganku terlalu sulit untuk digambarkan.
Kerajaanku lebih besar daripada Kerajaan Tuhan.
Allah berada di kantongku.
Benderaku berkibar lebih tinggi daripada bendera Muhammad.
Saya menyelami samudra pengetahuan sementara Nabi hanya melihat dari daratan.
Ali Hajweri, “Daata Ganj Bakhsh,” dalam Kashfil Mahjoob-nya, hal.255-256 mendukung pernyataan Ba-Yazeed Bustami bahwa dia adalah Tuhan dalam wujud manusia.
Khwaja Moinuddin Chishti Ajmeri mengajari muridnya Kalema (syahadat) yang lain. “Tidak ada tuhan Kecuali Allah dan Chishti adalah Rasulullah.” (Khwaja Fareed-ud-Din Ganj Shakar, Fawaed-us-Saalikeen hal.126-127)
Pembaca, jika anda menangkap secara sekilas apa yang telah anda baca sejauh ini, sangat mudah untuk melihat mengapa membuang penghinaan-penghinaan ini dari buku-buku kita sangat penting, atau paling tidak mencoba untuk menetralkannya. Berbagai khotbah yang mengambil beberapa hal.yang tidak masuk akal ini meninggalkan pengaruh negatif yang sangat kuat pada masyarakat kita. Mereka mendukung penyembahan manusia dan bentuk lain dari syirik. Mereka mendukung ketidaksopanan dan merendahkan perempuan. Yang kemudian menjauhkan Muslim dari Al Quran dan mulai diperbudak oleh takhayul dan pembicaraan omong kosong. Sangat disesalkan bahwa non-Muslim berfikir bahwa sampah seperti ini adalah gambaran dari Islam yang kemudian, tentunya, menganggap hina Diin kita. Sebagai sebuah tambahan, banyak generasi muda kita kecewa terhadap Islam buatan-manusia ini, dan kehilangan iman mereka.
Sekarang, pesan dari Sheikh Afeef-ud-Din Talmisani yang mencoba untuk disampaikan ketika dia mengatakan: Al Quran memuat istilah Syirik (penyembahan berhala, kepercayaan banyak tuhan). Monoteisme yang sebenarnya adalah bahwa segala sesuatu di alam semesta ini adalah Tuhan. (Malfoozat Talmisani hal.205)
Benar jika Firaun berkata, “Aku adalah Tuhan”. Dia, tentunya, adalah bagian dari Tuhan itu sendiri. (Referensi yang sama)
Ibraheem Adham mencapai Ka’bah pada umur 14 tahun karena dia sembahyang dua nawafil (satuan terkecil dari sembahyang) setiap langkah. Tetapi Ka’bah tidak ada di tempatnya! Terdengar suara yang datang dari surga, “Ka’bah itu pergi mengunjungi Rabia Basri.” (Malfoozat Khwaja Uthman Harooni, Aneesul Arwah hal.17). Tidakkah itu membuat kita berfikir mengapa Ka’bah tidak dapat pergi menemui Nabi (S) di Hudaibiyah atau Madinah? Menurut Malfoozat Sheikh Afifuddin Talmisani hal.177, Rabia Basri sedang jatuh cinta, pertama dengan Hasan Basri dan kemudian dengan Ibrahim Adham.
Di Cordova, saya jatuh cinta dengan Fatimah. Di Mekkah saya jatuh cinta dengan Ain-ush-Shams yang cantik. Jendela spiritual terbuka bagiku karenanya. (Sheikh Mohiuddin Ibnu Arabi, Fusoosul Hukm)
Ba-Yazid Bustami dapat mengambil jiwa dari tiap orang kapanpun dia mau. Pamanku Abu Raza Muhammad, setelah mendengar ini menjadi tersinggung dan berkata, “Ba-Yazid tidak dapat mengembalikan jiwa dan menghidupkan kembali. Saya dapat mengambil jiwa dan mengembalikannya kembali semau saya.” Kemudian pamanku mengambil jiwa Rahmatullah Kafshdoze dan membuatnya hidup lagi. (Shah Waliullah, Anfasul Afrifain hal.95).
Junaid Baghdadi sedang duduk ketika seekor anjing melewatinya. Dia dengan hanya melihat sekilas anjing itu yang memiliki keagungan dimana semua anjing di kota itu mengikutinya. Kemudian dia duduk bermeditasi dan semua anjing pun duduk di sekelilingnya. (Ashraf Ali Thanwi, Imdadul Mushtaq)
Pernyataan “Tidak ada pendeta dalam Islam” sudah betul tetapi masih keliru. Memang sudah semestinya tidak ada pendeta dalam Islam, tetapi dalam kenyataannya Sufi dan Mullah telah membuat perpaduan yang sangat kuat. Mereka selalu siap untuk memberikan alasan persamaan dari semua pihak dan mereka selalu waspada terhadap setiap alasan-alasan sebagai ketidaksetiaan. Kebanyakan dari mereka mempertahankan bahwa berpikir dan mencari-cari alasan adalah terlarang dalam Islam.
Rasul (S) datang kepada Shah Waliullah (di abad ke-18!) dan berkata “Mengapa kamu khawatir anakku? Anak-anakmu adalah sama seperti anak-anakku.” (Ashraf Ali Thanwi, Hikayaat-e-Awlia)
Diwajibkan atas setiap mu’min agar dia berhenti makan dan minum. Dia harus mengalami lemah sampai kepada titik dimana dia tidak dapat bersembahyang. (Sahl bin Abdullah Tastari, Malfoozat Arabi hal.289)
Hazrat Sha’raani adalah Sheikh keajaiban. Dia bertempat tinggal di padang rumput dan biasa mengunjungi kota-kota dengan menunganggi serigala. Dia berjalan di atas air. Air kencingnya dapat diminum seperti susu murni. (Kutipan dari Allama Tareshi, Misra’ Ta(S)wuf hal.194). Apakah Tareshi pernah mencoba susunya?
Jalaluddin Rumi tidak pernah bersembahyang. Ketika waktu sembahyang datang dia biasanya menghilang. Terakhir, diketahui bahwa dia biasa sembahyang di Ka’bah -2000 mil jauhnya dari Quniah, lima kali sehari. (Khwaja Nizamuddin Awlia, Raahat-il-Quloob). Apakah Anda tahu bahwa Sufi menepuk punggung sufi yang lain?
Pamanku melihatku membuat dan menghancurkan alam semesta. (Shah Waliullah, Afasul Arifain hal.210)
Suatu saat ada seorang Sheikh yang biasa mengambil seekor anjing tiap hari dan meletakkan dia dalam sajadah dan berkata, “Hai anjing, kamu ada dalam tangah Tuhan!” Anjing itu kemudian berjalan di atas air dan menyembuhkan orang-orang dengan memberikan mereka Ta’weez (jimat). (Qutubuddin Bakhtiar Kaki, Malfoozat)
Ini adalah cerita lucu yang lain: Jenazah dervish tergeletak di hutan dengan tertawa. Saya bertanya kepadanya, “Kamu mati. Bagaimana kamu tertawa?” Jenazah itu menjawab, “Ini yang terjadi jika berada dalam cinta Allah.” (Khwaja Ghareeb Nawaz, Moinuddin Chishti Ajmeri, Malfoozat)
Alam semesta berada di dalam Koh Qaaf (Gunung Caucasus). Gunung ini 40 kali lebih besar daripada bumi. Seekor sapi menyangganya di atas kepalanya. (Khwaja Moinuddin Chishti, Dalilul Arifain).
Bukankah ini menyedihkan bahwa orang-orang yang berpikiran kecil dianggap sebagai orang-orang suci dalam Islam? Mitos ini sungguh-sungguh meminjam pemahaman Hindu dimana seisi bumi bertengger pada satu tanduk seekor sapi dan ketika bumi ini berpindah ke tanduk lain, gempa bumi terjadi.
Orang-orang Multan menolak memberikan api kepada Shah Shams Tabrez untuk memanggang daging. Dia menjadi marah, membuat matahari turun dan memanggang daging. Orang-orang kemudian menjadi gelisah karena panas, mereka datang kepada orang suci tersebut dan meminta maaf kemudian dia memerintahkan matahari untuk kembali ke tempatnya. Sejak hari itu, kota tersebut terkenal dengan musim panasnya. (Ali Quli Baghdadi, Karamaat Shah Tabrez hal.233)
Orang suci terhebat Hazrab Abdul Wahab pergi mengunjungi makam Pir Syedi Ahmad Kabir. Abdul Wahab melihat seorang budak wanita cantik. Syedi Kabir memanggil dari dalam kuburnya, “Hey, apakah kamu suka dia?” Pemilik budak wanita itu dengan segera mempersembahkan budak wanita ke makam. Jenazah Pir berbicara lagi, “Wahai Abdul Wahab! Bawa dia ke ruang sebelah dan puaskan nafsumu.” (Ahmad Raza Khan Barelwi, guru besar hukum Islam, dan Mujaddid, pembawa kebangkitan Islam pada abad ke-19, Malfoozat bag 3 hal.28)
Air kencing dan susu unta memberikan keringanan sakit. (Shah Waliullah Hujjatullah-il-Baaligha hal.33). Pernahkah Waliullah mencoba air kencing unta?
Ibrahim Adham adalah gubernur Balakh. Ketika berburu, seekor rusa berbalik dan mengomel kepadanya. Sejak hari itu, Adham berhenti dari takhtanya dan menjadi orang suci. (“Daata” Ganj Bakhsh, Pemberi harta karun, Kalamil Marghoob hal.229)
Ketika para sahabat pergi dengan Nabi untuk Ghazwaat (berperang), beberapa dari istri-istri mereka berhubungan seks dengan lelaki lain. (Mullah Jalaluddin Rumi, Feeh-Ma-Feeh, Saleem Chishti, Islami Tasawwuf hal.66). Merujuk ke Hadits palsu, Nabi (S) biasa menasehati mereka ( para sahabat) untuk tidak pulang ke rumah sebelum subuh, Nabi berkata, “Apakah salah satu dari kalian ingin melihat istri kalian berada seranjang dengan lelaki lain?” Penghinaan macam apa ini terhadap sahabat lelaki dan perempuan yang mulia, sungguh bertentangan dengan Al Quran!
Perempuan adalah sumber dari segala kesengsaraan di dunia, agama atau yang lainnya. (Ali Hajwari, “Daata Ganj Bakhsh” in Malfoozat Ahmad Raza Barelwi)
Ada seorang pemuja berumur 140 tahun. Dia memiliki kaki yang teramputasi. Ketika ditanya, dia berkata, “Saya sedang I’tikaaf (pengasingan untuk sembahyang di Masjid). Aku keluar satu langkah. Malaikat memperingatkanku, dan dengan segera aku memotong kakiku dengan pisau.” (Moinuddin Chishti Ajmeri in Malfoozat Uthman Harooni)
Moinuddin Chishti Ajmeri menulis di buku yang sama bahwa adanya gerhana bulan dan matahari disebabkan dosa manusia! Nabi (S) telah menjelaskan bahwa gerhana terjadi karena adanya hukum Ilahi dalam alam semesta.
Seorang lelaki mencuri kain kafan dari makam sudah sekitar 40 tahun, tetapi dia pergi ke tingkatan surga yang paling tinggi. Mengapa? Karena dia berpegangan pada sajadah (dia sembahyang sepanjang masa). (Malfoozat Khwaja Moinuddin Chishti Ajmeri, oleh Khwaja Qutub Alam, Daleel Arifain)
Sekarang, Khwaja Moinuddin Chishti Ajmeri memutuskan untuk memperlihatkan prowess-nya dalam bahasa Inggris: Dimana Al Quran berkata, “Fawelullil musalleen” itu berarti di sana ada “mata air” untuk Musalleen, sembahyang… (Referensi yang sama)
Lihat kata-kata bijak lainnya dalam Shishti di buku yang sama: Neraka berada pada mulut ular dan dalam di lapisan ke-tujuh dari bumi. Jika tidak seluruh alam semesta akan terbakar.
Khwaja Qutubuddin Bakhtiar Kaki tahu setengah Al Quran di dalam hatinya ketika dia dilahirkan. (Fawaaid-as-Salikeen, Khwaja Fareed-ud-Din “Ganj Shakar”, The Treasure of Sugar). Kekuatan besar apa yang mencegahnya untuk melengkapi itu?
Fareeduddin”Ganj Shakar” mengganti bergantang-gantang gula menjadi garam dan kembali lagi menjadi gula. (Kekasih Tuhan, “Mehboob-e-Elahi”, Khwaja Nizamuddin Awlia, Raahatul Quloob)
Sekarang saksikan kesombongan pada puncaknya: Nabi hadir dalam pemakaman Barakat Ahmed. Dan saya memimpin sembahyang (Nabi menjadi pengikutnya dalam sembahyang). Ahmad Raza Khan Barelwi, Malfoozat). Sir Syed Ahmad Khan dengan tepat menunjuk bahwa orang suci Islam kira-kira telah sering sekali cemburu kepada Nabi.
Khwaja Moinuddin Chishti berkata, “Apa yang anda tanyakan tentang Koh Qaaf, Gunung Caucasus? Gunung ini berdiam di kepala seekor sapi. Besar dan ukuran dari sapi ini sama dengan 30.000 tahun perjalanan. Kepalanya di Timur dan ekornya di Barat. Dia telah berdiri sejak kekelanan memuji Tuhan.” Shaikh Uthman Harooni melaporkannya setelah menceritakan ini (penghinaan kepada kecerdasan manusia), Shaikh Maudud Chishti dan seorang sahabat meresapi ke dalam meditasi yang dalam. Keduanya menghilang meninggalkan jubahnya. Mereka pergi untuk berjalan-jalan di Gunung Caucasus. (Malfoozat Khwaja Chishti Ajmeri oleh Khwaja Bakhtiar Kaki, Daleelul Arifain hal.85-86). Mereka seharusnya menghilang dari planet ini.
Demi Tuhan! Saya tahu 99 dari 100 pemikiran yang datang dari hati semut yang hidup pada lapisan tanah terbawah dari bumi. Allah tahu keseratus-seratusnya. (Shah Waliullah, Anfasul Arifain hal.205)
“Maulana” Ashraf Ali Thanwi memisahkan cara Salaat antara lelaki dan perempuan di dalam bukunya “Bahishti Zaiwar”. (Muhammad Sultan, Masjid Tauheed, Karachi)
Janganlah mencoba memahami Al Quran sampai kapanpun! Jika tidak, kalian akan tersesat. Lima belas ‘Uluum’ ilmu pengetahuan dibutuhkan untuk memahami Kitab itu. (“Maulana” Zakaria Kandhalwi, Fazaael A’maal hal.2).
Al Quran menegaskan bahwa ini adalah buku yang mudah dipahami, dan demikian adanya (41:3). Tetapi Para Mullah dan Para Sufi ingin masyarakat tetap terlupa pada Kitab yang mulia ini.
Ketika buku ini ditulis, pembaca yang berfikir memberikan saran bahwa menyoroti sisi gelap dari kitab-kitab kami memberikan citra buruk kepada orang-orang suci. Namun bagaimanapun, ini sangat penting untuk diketahui mana yang bukan termasuk dalam Islam. Pelanggaran-pelanggaran pencemaran Nabi dan para sahabatnya, mengarah ke Syirik, merendahkan hak asasi manusia, menenggelamkan Muslim dalan ritual dan mencuri hak wanita sebagai anugrah tertinggi dari Tuhan. Penulis tidak bermaksud menghormati siapa saja yang melecehkan Islam.
IMAM-IMAM: PARA PENDUKUNG ISLAM YANG SALING BERPERANG
Sangat sulit untuk menemukan sebuah buku tentang ‘Imam’ tanpa kata pengantar yang tinggi atau pendahuluan dari penerbit, editor dan pencetak. Biasanya terisi dengan riwayat buatan dari kenangan menakjubkan dari Imam, pembahasan peribadatan yang panjang, kualitas manusia super, pengorbanan kepentingan diri yang sangat luar biasa, dan berkarakter malaikat. Maksudnya adalah memberikan gambaran ‘Imam’ sebagai manusia yang sempurna dan memberikan kredibilitas kepada para penjahat (imam) tersebut.
Sering sekali ditegaskan dan disebarkan dengan penuh nafsu oleh alim ulama kita bahwa Muhadditsin terhormat, ahli hukum, komentator dan sejarawan (Imam-imam) dari Islam sangat hormat di antara mereka memiliki hubungan yang sangat ramah. Mari kita periksa kebenarannya:
Ada sebuah perselisihan yang terkubur antara Imam Shafi’i, Abu Hanifa, Malik, Hanbal dan Sufiyan Sauri. Siapapun yang mengucapkan lebih banyak omong kosong disebut Faqih (ahli hukum yang sering mendapat pencerahan). (Shah Waliullah, Hujjatullah Al Baligha hal.254)
Imam-Imam terkenal semuanya adalah anak dari wanita budak. Mereka menghancurkan Islam sama seperti anak seorang budak wanita yang telah menghancurkan Israel. (Safyan Sauri, Khateeb, 13:394)
Keluar dari nilai-nilai saling tuduh-menuduh di antara ‘Imam-Imam’, berikut ini kilasan yang penting dalam Tareekh Khateeb Baghdadi, Vol. 13 hal.390 sampai 396, hal.498, dan Vol. 14 hal.257.
Kejahatan Imam Abu Hanifa terhadap Ummah tidak lain adalah tentang Dajjal. Menurut Imam Abdur Rahman Mahdi, Fitna ini lebih besar dari Dajjal, yaitu anti-Christ.
Safyan Thauri dan Imam Auzaa’i berkata, “tidak ada yang pantas dicela seperti Abu Hanifa yang telah dilahirkan dalam Islam.”
Abu Hanifa memanggil Imam Ja’far Sadiq dan Imam Malik sebagai ciptaan yang paling buruk.
Imam Shafi’i memanggil Abu Hanifa sebagai ciptaan yang paling buruk.
Imam Abu Yousuf menyatakan bahwa Imam Abdullah bin Mubarak adalah seorang pendosa besar. Abdullah membalas, “Abu Yousuf adalah seorang pendosa dan pembohong besar.”
Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Saya menerima apa yang kamu katakan tentang saya, tetapi jika Abu Hanifa mendukungnya, maka saya tolak sebagai omong kosong.”
Abu Hanifa dan Imam Ahmad bin Hanbal adalah seorang “Munkireen” (pembohong) Hadits.
Seseorang telah berkata Hadits atas nama Imam Malik kepada Abu Hanifa bahwa wudhu (pensucian) adalah sebagian dari iman. Imam Abu Hanifa membalasnya, “Anda seharusnya melakukan dua kali pensucian sehingga imanmu menjadi utuh. (Khateeb Baghdadi, 13:387). Ini sedikit masuk akal.
Abu Hanifa seharusnya telah dicambuk sejak dia menerima hanya 17 Hadits. (Khateeb 13:387)
Catatan: Nama lengkap dari kutipan buku yang sering muncul di bawah, Tahqiq-il-Mazahib, adalah Gharaib fil Tahqiq-il-Mazahib Wa Tafhimul Masaail.
Abu Hanifa menyatakan bahwa Imam Malik adalah seorang lelaki yang tidak berguna. (Tahqiq-il-Mazahib)
Imam Ja’afar Sadiq sebuah node bodoh dalam Islam menurut Ahmad bin Hanbal. (Tahqiq-il-Mazahib)
Imam Naafe’ berkata, “Imam Shafi’i melakukan kejahatan yang memalukan, menyebut Hadits sebagai bentuk lain dari kebangkitan. Dia menyamakan Hadits dengan Wahi. (Tahqiq-il-Mazahib). Yang ini adalah benar.
Imam Shafi’i dan Imam Malik adalah sodomis dan catamis.” Seorang Mullah kebanyakan dari Deoband (“Maulana” Yousuf Islahi), sekarang memulai pidatonya dengan mengumumkan Imam Shafi’i sebagai pahlawannya.
Imam Shafi’i, menjadi pemalsu terhebat, sangat tidak bisa dipercaya. (Imam Yahya Bin Moin inJama’ Bayanul ‘Ilm)
Abu Hanifa tidak memiliki jalur pengetahuan tentang Dien. (Imam Ahmad Bin Hanbal, Khateeb Baghdadi 13:396)
Imam Ahmad bin Hanbal rupanya berada dalam barisan depan Islam, tetapi sebenarnya, dia adalah orang munafik. Mujahid-al-Munafiq Imam Ahmad bin Hanbal, oleh Abdul Muhsin bin Mullah Ali Al-Qari, hal.67-135)
Abu Hanifa tidak lebih baik daripada Iblis dan Dajjal. (Imam Malik, Khateeb Baghdadi 13:396)
Orang yang paling buruk dalam Islam adalah Abu Hanifa. Dia adalah Dajjal. (Abdul Rahman Bin Mahdi, Imam Ozaa’I, Khateeb Baghdadi 13:498)
Imam Yahya bin Moin berkata bahwa Imam Hanbal adalah Sabai tersembunyi (Shi’ah yang dingin, dan penuh benci). (Tahqiq-il-Mazahib)
Wadah suci air, campur tangan, Malaikat yang bertanya di kuburan, siksaan kubur, mengembalikan jiwa ke dalam kubur, adalah kebenaran yang melebihi keraguan. Tetapi Imam Bukhari berkata, “Jika Hanbal berkata demikian, itu semua adalah omong kosong.” Tahqiq-il-Mazahib)
Abu Hanifa berkata, “Terkutuklah oleh Allah bagi siapa saja yang menyebut dirinya Imam… Imam Malik, Shafi’i, dan Ja’far Sadiq pembohong palsu dan sodomis. (Tahqiq-il-Mazahib)
Abu Hanifa berkata bahwa ‘Imam-Imam’ dalam Islam lebih buruk daripada hewan melata. (Durre-Mukhtar)
Imam Ja’far Sadiq dia sendiri adalah guru pemalsu, tetapi dia menyebut semua Imam-Imam Fiqh dan pencerita hadits sebagai ciptaan yang buruk dibawah surga. (Tahqiq-il-Mazahib)
Imam Abu Yusuf berkata bahwa Imam-Imam lain adalah serangga jika dibandingkan dengan Imam Abu Hanifa. (Fatawa Alamgiri)
Jalaluddin Rumi menceritakan di dalam Mathnavi-nya, “Keempatnya (Abu Hanifa, Malik, Hanbal, dan Shafi’i) telah mengukir empat keyakinan yang keluar dari Islam. Mereka telah membuat bagian-bagian yang tidak dapat disatukan di dalam Dien Nabi (S).”
Apakah anda melihat apa yang cendikiawan dan Imam “besar” pikirankan terhadap sesamanya? Dimanakah keselarasan di antara mereka? Kami percaya sangat penting untuk membuka kebenarannya. Ini penting untuk menghancurkan ‘berhala para cendikiawan yang tidak terbantahkan’ yang ada bahkan pada hari ini di antara Ummat. Ini adalah satu-satunya cara untuk membebaskan pola pikir kita dari buta hormat dan ikut-ikutan. Marilah untuk tidak terpesona dengan pertunjukkan ini, cukup memeriksa keagungan mereka dengan pikiran kritis dalam cahaya Al Quran.
DALANG PENJAHAT DI ABAD KE-19: MIRZA QADIANI
Walaupun Mirza Ghulam Ahmad Qadiani dan para pengikutnya telah menyatakan non-Muslim di seluruh dunia setelah pemutusan parlemen di Pakistan pada tahun 1974, tidak ada lagi yang perlu dibahas pada parlemen. Statistik berbicara, ada 1.3 Miliar Muslim di dunia pada tahun 1974 dan 1.3 Juta Qadiani (Satu Qadiani berbanding 1.000 Muslim). Selama 80 tahun, Qadianis disebut oleh seluruh Ummah sebagai orang Kafir. Jadi, selain 1,3 milliar Muslim adalah Kafir atau 1,3 juta Qadianis adalah Kafir. Ini berbicara statistik. Semudah itu! Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat buku saya HASHISH FROM QADIAN (BARG-E-HASHISH) dalam bahasa Inggris dan Urdu.
Saya hanya memberikan sekelumit cuplikan dari ‘Qadianiat’ atau yang terkenah dengan ‘Pergerakan Ahmadiyah dalam Islam’ dalam bab ini. Qadianis lebih suka menyebut dirinya ‘Ahmadis’ yang ada sangkut pautnya dengan Mirza Ghulam ‘Ahmad’.
Mirza Ghulam Ahmad Qadiani (1835-1908) lahirdi kota kecil, Qadian, yang sekarang berada di salah satu bagian di India yaitu Punjab. Tahun kelahirannya masih meragukan, tetapi berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh putranya, Mirza Bashir Ahmad, dia lahir pada tahun 1835. Dia memulainya sebagai Mullah yang terlalu fanatik dan suka terlibat dalam debat pandir dengan orang-orang Hindu dan Kristen. Sekitar tahun 1888, dia mulai membuat ramalan bodoh berdasarkan pengakuannya, Kashf non-Al Quran dan Ilham (kewaskitaan). Yang kemudian dia mengaku menjadi Mujaddid (Pembaharu Islam) selama 14 abad Hijrah. Setelah itu, dia mengaku sebagai pembaharu yang dinanti, Imam Mahdi, ‘Mahdi Ma’hud’. Dia melanjutkan menaiki “kemuliaan”-nya. Kepercayaan akan kembalinya Yesus Kristus, Messiah telah diketahui merata di antara Muslim, seperti sekarang ini. Mirza menyatakan bahwa dia adalah Messiah yang kembali atas ‘janji’ Tuhan. Untuk mempertahankan pengakuan ini, dia menemukan gelar untuk dirinya sebagai “Maseeh Maw’ud”, “Penyelamat yang dijanjikan”. Akhirnya, dia dengan tegas mengumumkan bahwa dia adalah yang terhebat di antara semua Nabi-Nabi Tuhan. Seperti yang diharapkan, pengakuan dan ramalannya memuat kebohongan dan pertentangan.
Beberapa Kilasan:
Kami mengutuk siapapun yang membuat pernyataan tentang kenabian. (Iklan bertanggal 20 Sha’ban, 1314 H)
Tetapi kemudian ditemukan mengaku: Dalam kata Tuhan saya telah diberi nama Muhammad dan Rasul. (Roohani Khazain 18/207)
Saya Adam, Saya Nuh, Saya Daud, Saya Mesias anak dari Maryam, Saya Muhammad. (Roohani Khazain 22/521)
Saya Rama, Saya Buddha dan saya Krishna. Saya adalah ‘yang dijanjikan’ di semua agama. (Referensi yang sama)
Saya Muhammad. Saya penjelmaan Muhammad. (Sama)
Saya juga penerima Wahi (Wahyu) dan demikian juga dengan Al Quran. (Roohani Khazain)
Yesus Kristus, nenek dan nenek moyang anak dari pelacur, dengan bebas berteman dengan pelacur. Itulah mengapa dia tidak pernah menikah dan memuaskan nafsunya dengan wanita pelacur yang cantik. Dia tidak dapat membuka tali sepatuku. (Roohani Khazain)
Evolusi mentaldari Hazrat Ghulam Ahmad lebih besar daripada Nabi Muhammad karena evolusi waktu.
Zahooruddin Akmal, seorang murid sajak, melemparkan penghinaan ini:
Muhammad telah turun di antara kita lagi
Dan dalam kejayaannya dia lebih mulia daripada sebelumnya!
Pada tanggal 5 Maret 1905, saya melihat malaikat. Namanya adalah Tichi Tichi! (Haqiqat-ul-Wahi hal.332). Tidak perlu diperintahkan untuk tersenyum di sini!
Mirza Ghulam Ahmad berdoa agar sebuah batu yang berdiam di kepalanya berubah menjadi seekor kerbau! Ketika dia menengadahkan kepalanya dia melihat batu itu sungguh-sungguh berubah menjadi kerbau. (Haqiqat-ul-Mahdi hal.10)
Pada tahun 1899, Mirza menulis dalam Tiryaq-ul-Qulub, hal.34, “Tuhan akan membawa dua wanita dalam ikatan pernikahanku, satunya adalah perawan dan lainnya adalah janda. Bagian ramalan “pernikahan dengan seorang janda” tidak pernah terbukti. Tetapi Babu Manzoor Elahi dari Qadian melemparkan permintaan maaf: Nusrat Jehan Begum adalah seorang perawan ketika dia menikah dengan Mirza dan menjadi janda ketika Mirza mati. Dan sehingga ramalan terpenuhi! (Majmua-e-Ilhamat hal.38). Bagaimana ini?
Suatu saat saya meletakkan persoalan penting pada tulisan dan menaruhnya sebelum Yang Maha Kuasa menandatanganinya. Tuhan menandatanganinya tanpa ragu-ragu dengan tinta merah yang hitam… Yang Maha Kuasa mengocok penanya dan menjatuhkan tintanya di ‘kurta’-ku (jubah). Tiriaq-ul-Qulub hal.33)
Sekelompok ‘Mesias yang dijanjikan’ pada faktanya adalah Sahaba (Para Sahabat) Nabi Muhammad.(Al-Fazl, Qadian, 1 Jan 1916)
Pernahkah bapaknya Muhammad Hussain Batalvi tahu bahwa benihnya akan membuat seseorang seperti Abu Jahl, dia akan dapat memotong penisnya. (Mirza Bashir, Al-Fazl, 02 November 1922). Lihat bahasanya! Maulvi Muhammad Hussain Batalvi adalah kritik terkeras Mirza Ghulam.
Seluruhnya kecuali keturunan dari pelacur telah menerima kenabianku. (Lampiran dari Anjam-e-Athum hal.49-50). Anak lelaki Mirza Sultan Ahmad menolak dan menghina seluruh pengakuan Qadiani.
Tuhan berkata, “Saya melihat ‘mauj’ (keadaan mabuk, keadaan tidak sadar, kesenangan, kelumpuhan) setiap sepuluh hari.” [Apa!]
Perasaan Tuhan telah melakukan perkejaan yang besar. [Apa lagi!]
Shaana Naasa Peration Omar Paratoos Yaani Parratoos Yaani Palatoos. Ini bukan kesalahan pencetakkan. Menurut dugaan, ini adalah salah satu wahyu mulia untuk Mirza Ghulam. Apa maksudnya? Mungkin Tuhan saja tidak tahu.
Saya melihat diriku sebagai Tuhan dan percaya bahwa saya adalah Tuhan. (Aina Kamalat-e-Islam hal.564)
Tuhan adalah makhluk yang sangat besar yang memiliki tangan dan kaki yang tidak terhingga. Dia memiliki tentakel seperti ikan gurita yang tersebar disetiap sudut alam semesta dengan benangnya menusuk segalanya. Inilah mengapa Tuhan tetap mengetahui segala sesuatu dan kejadian. (Roohani Khazain 3/90)
Barangsiapa yang tidak menerimaku sebagai Nabi adalah babi dan wanitanya adalah pelacur. (Najmul Huda hal.10)
Tuhan mengubah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani menjadi wanita dan kemudian Dia bermain seks dengannya. (“Islami Qurbani” bagian nomor 34, Qazi Yar Muhammad Qadiani).
Babu Manzoor Ilahi, adalah seorang murid, menulis di Berita Amritsar Jan 1903, “Hazrat Mirza Saheb secara seksual telah menjadi pengantar pasif sejak remaja hingga umurnya di Sialkot. Saya yakin dengan melalui sifat baiknya dia melayani seorang lelaki di masyarakat.”
Pada akhir abad ke-19, Seorang Inggris Dr. W.W. Hunter menulis dalam bukunya, The Indian Mussalmans hal.76: Pemerintahan Inggris sangat yakin dengan politik ‘Bagi Kekuasaan’. Kami mempercayai bahwa Ulema tidak dapat lebih lanjut membagi Muslim dan meninggikan mazhab lain di antara mereka setelah pemberontakkan Indian pada tahun 1857. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk menganggkat ‘Nabi’ di India. Inilah yang sebenarnya kami lakukan.
Rawat tumbuhan yang bisa tumbuh sendiri ini dengan kebaikan dan kemurahan hati. (Surat Mirza Ghulam kepada Letnan Gubernur Inggris, 24 Februari 1898)
Mirza Bashiruddin Mahmud, anak dari Mirza Ghulam menulis dalam “Seerat-ul-Mahdi” Vol. 2, bahwa Mesias yang dijanjikan telah menderita sakit kejiwaan dan “Miraq” (Keterbelakangan mental).
Kesaksian lain dari penghinaan Mirza yaitu: Mencela kenaikan Yesus dan cerita Gua Hiro sebagai tempat berlindung Muhammad (S) selama hijrah, dia menulis: Menurut dugaan selagi dikabulkannya tempat perlindungan Yesus di tempat tertinggi di surga, Tuhan memilih tempat bersembunyi untuk Nabi Muhammad (S) sebuah tempat yang sulit dan berbau, gelap dan sempit, dan sebuah tempat untuk polusi serangga dan cacing. (Tohfa-e-Gularvia hal.112, Roohani Khazain Vol.. 17, hal.205 oleh Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian)
Mari kita tutup bab ini dengan mengulang cerita diri Mirza bahwa dia menganggap dirinya sebagai cacing kerawit:
Saya adalah cacing kekasihku, bukan putra Adam
(yang) paling berbau busuk, membenci noda pada tubuh manusia
Dan rasa malu dari semua orang (Durr-e-Sameen hal.116)
Sangat menyedihkan bahwa Ulama Muslim menemukan kebodohan, menyakiti kampung Mullah, Mirza Ghulam sangat hebat menantang berhenti! Ini karena banyak Mullah dan Sufi telah membuat pernyataan serupa seperti yang dilakukan Mirza Qadiani. Mereka membuka jalan untuk omong kosong bagi Mirza Ghulam Ahmad. Sebagai tambahan, mereka melanjutkan untuk mempercayai Kenaikan, kehidupan fisik yang menyenangkan dan Kembalinya Yesus. Mirza Ghulam dengan tepat menolak bahwa setelah mempelajari kebenaran dari Sir Syed Ahmed Khan (1817-1898).
Anda telah melihat pernyataan mengerikan mereka tentang PARA SUFI (MISTIK) “TANAMAN ASING”.
PEMIMPIN MULLAH PADA ABAD KE-20: MAUDUDI
Kami akan memberikan catatan singkat tentang Maududi karena dia telah menulis berjilid-jilid omong kosong. Tetapi sebagai kilasan cukup menunjukkan bagaimana Mullah mempermainkan tuhan bagi para penggemarnya meskipun setelah kematiannya.
Namanya: Sebelum menghadirkan beberapa kilasan kata-kata bijak dan pengetahuan dari Mullah terkenal Maududi, mari kita lihat nama lengkap dan gelarnya, Maulana Syed Abul A’la Maududi. Arti dari namanya adalah: “Pelindung kami, Pemilik, Bapa dari segala keagungan, Maududi”. Sangat mengerikan bahwa seorang lelaki mengaku sebagai cendikiawan terhebat Islam hidup 76 tahun dengan nama ini. Apakah membutuhkan banyak pengetahuan bahwa nama seperti ini adalah jeritan tuhan palsu dan Syirik? Menurut Al Quran, Maulana (Pelindung kami) tidak lain adalah Allah (9:51). Dan, lebih lagi, Al-A’la (Yang Teragung) tidak ada yang lain kecuali Tuhan. Catatan: pada bab ini, sebagai contoh, 1:31 maksudnya adalah Vol. 1 hal.31.
Pengaruhnya: penghianat, orang pandir Maududi, melalui tulisannya yang panjang, membingungkan, kacau dan tidak meyakinkan, telah membekukan pikiran berjuta-juta orang Muslim selama setengah abad terakhir dan meyakinkan Ummat tetap melekat pada sarang laba-laba yang telah dibuat, dipalsukan, Haditsi, Nomor dua Islam (N2I). Mengabaikan Al Quran tepat seperti apa yang mereka inginkan. Faktor yang sangat penting dibelakang kepopulerannya adalah kemurahan dari dukungan pemerintahan Saudi sama seperti kejadian Pemimpin Mullah Mesir, Syed Qutb pada tahun 1950.
Kecerdasanan Maududi: Mari kita perhatikan kepintaran Maududi melalui enam jilid tafsir yang terkenal, Tafhimul Al Quran (berbahasa Urdu), oleh Idara Tarjumanul Qural, Lahore, November, 1982. Kami akan berpindah ketulisan lain miliknya nanti, berdasarkan referensi yang ada.
Tahanan Wanita: 1:340 berarti Vol. 1 hal.340. Ringkasan dan kesimpulan dari pembahasannya mengenai tawanan perang, Vol. 1 hal.340: Meskipun hari ini, pemerintah harus membagikan tawanan perang wanita di antara tentara Muslim dan para tentara harus “memakai” mereka. Aturan ini dipakai bagi wanita tanpa memperhatikan apakah mereka termasuk orang-orang dari Kitab, atau dari agama lain. Bagaimana mungkin seorang Mullah merasa jika Muslim, yang tersebar di dunia sekarang ini, mendapati perempuannya diperlakukan oleh “orang Kafir” dengan kebiasaan yang buruk?
Al Quran, surat 47:4 menyatakan bahwa tawanan perang harus dibebaskan untuk tebusan (contohnya persenjataan) atau memberikan jasa sampai perang berakhir. Tidak ada pilihan ketiga. Ketika cendikiawan terkenal berbeda pendapat dengannya dan menunjukkan bagaimana Al Quran telah menutup pintu perbudakkan selamanya, Maududi menjawab, “Kesalahan dari kebohongan lelaki ini adalah bahwa dia mempercayakan Al Quran untuk membentuk pendapatnya.” (Tafhimat 2:292)
Perbudakan: Maududi lebih lanjut mengatakan dengan tegas bahwa:
Pemilik budak dapat menjual budaknya kapanpun dan kepada siapapun dia suka.
Memberikan jasa berarti tawanan dijadikan budak dan diberikan kepada pemilik (Muslim) individual.
Budak wanita diberikan kepada lelaki manapun dengan peraturan bahwa itu adalah resmi dan prosesnya mengikat seperti Nikah (perkawinan).
Tawanan perang akan tetap sebagai budak baik budak lelaki atau pun budak perempuan tersebut memeluk Islam.
Jika seorang budak mencoba kabur atau membuat kejahatan, pemilik boleh membunuhnya.
Ketika Shari’ah (hukum Agama yang dibuat oleh Mullah) membatasi jumlah istri sampai dengan empat, maka TIDAK ADA BATAS bagi jumlah selir yang dapat lelaki miliki. Dia bisa memperoleh hubungan seksual dengan mereka secara bebas. Tidak ada alasan bagi lelaki untuk merasa tidak enak berhubungan seks dengan selir-selir ini. (Tafhimul Al Quran 1:340 dan seterusnya, dan 5:14 dan seterusnya)
Hati-Hati! Para pembaca, kapanpun anda menemukan pernyataan seperti “Islam berkata demikain,” atau “Shari’ah menyatakan demikian,” ketahuilah bahwa itu hampir selalu keinginan pikiran Mullah sendiri daripada Kata-Kata Tuhan.
Gigi Nabi Patah: pada Tafhimul Al Quran 5:14 danTarjaman-ul-Al Quran 1975 hal.93, Maududi, pada wewenang palsu Ibn Hisham, sangat gembira menceritakan bahwa penyembah berhala Sohail bin ‘Umro telah tertangkap pada saat Perang Badar. Beberapa sahabat ingin mematahkan giginya, untuk pidato pedasnya melawan Islam. Nabi mengingatkan, “Jangan! Jika saya mematahkan giginya, Allah akan mematahkan gigiku meskipun aku adalah seorang Nabi.” Sohail kemudian pergi sendiri, tetapi kemudian, setelah setahun, pada Perang Uhud, gigi Nabi patah. Dalam Al Quran, Allah berjanji melindungi Nabi (S) dari manusia (5:67). Kejahatan macam apa yang Maududi buat? Apakah Nabi (S) benar-benar kehilangan giginya pada Perang Uhud? Dia masih hidup sembilan tahun setelah perang itu. Saya tidak bermaksud membahas cerita tentang hilangnya gigi seorang Nabi.
Penganiayaan Anak: Tidak hanya diperbolehkan untuk menikahi gadis yang belum mendapatkan waktu menstruasinya. tetapi, diperbolehkan bagi suami untuk berhubungan seks dengan mereka. Sekarang ini menjadi nyata bahwa sesuatu menjadi diperbolehkan oleh Al Quran, tidak ada Muslim yang berani menyatakan ini adalah terlarang. (Mullah Maududi, Tafhimul Al Quran 5:571). Benarkah dia ‘menikahi’ anak perempuan atau kemenakan peremuannya pada umur 6 atau 9 tahun?
Para Mullah kebiasaannya berlawanan dengan Al Quran sejak Kitab Suci menyakiti keingin busuk mereka. Pertanyaan besar yang timbul di sini, “Apakah Al Quran mengijinkan omong kosong seperti ini?” Inilah jawabannya:
Umur yang pantas dinikahi: Menurut para Mullah, awal siklus menstruasi pada wanita dan pengeluaran cairan pada anak lelaki adalah tanda-tanda kuat masanya pantas untuk menikah. Yang disayangkan dari Mullah, segala sesuatunya berputar masalah seks. Hadits dari Bukhari dengan kejam mengatakan kepada kita bahwa seorang anak perempuan dapat Nikah (Pernikahan) pada umur 6 tahun dan pernikahan dapat dilaksanakan pada umur 9 tahun seperti Nabi menikahi Hazrat Aisyah! Apakah ada yang heran bahwa orang-orang Barat menyebutnya sebagai penganiaya anak? Mengapa kemudian para Pengikut Sunnah “menikahi” anak-anak perempuan mereka pada umur 6 dan 9 tahun? Banyak negara memberikan kewenangan 16 tahun untuk perempuan dan 18 tahun untuk lelaki. Kebijaksanaan Ilahi diabadikan dalam Al Quran membuat segalanya pantas. Karena ini memiliki tiga ukuran yang masuk akal:
Kematangan kedewasaan dan mampu menafkahi. (4:21)
Mampu menandatangani perjanjian resmi. (4:91)
Mampu menangani keuangannya sendiri. (4:21)
Jika Seseorang Mati Kelaparan: Jika seseorang mati karena lapar, dia mati karena Allah telah menetapkannya bagi dia untuk mati kelaparan. (Tarjumanul Al Quran, Jan. 1966). Haruskan pemerintah dan masyarakat meninggalkan tanggung jawab dasar mereka? Nabi (S) telah berkata dalam Hadits yang sangat terkenal, “Jika seseorang tidur dengan rasa lapar dalam sekumpulan orang, Allah menghilangkan perlindungannya kepada orang tersebut.” Juga, Hazrat Umar dilaporkan telah berkata, “Jika seekor anjing mati karena lapar oleh Euphrates, saya khawatir Umar akan mengambil tanggung jawab.”
Bagaimana Membuat Negara Islam yang Kuat: Maududi memperlihatkan cara cerdas untuk membuat negara Islam yang kuat: Kirimkan pernyataan kepada penduduk bahwa mereka harus memberitahukan selama satu tahun kepada mereka baik yang Muslim ataupun non-Muslim. Setelah satu tahun, seluruh anak-anak yang lahir dari Muslim akan dianggap sebagai Muslim. Siapapun yang mendaftar sebagai Muslim akan dipaksa menjalani sembahyang dan ritual dalam Islam, sembahyang lima waktu sehari, shalat jum’at, 2,5 persen dari harta yang tercatat harus di zakatkan, berpuasa di bulan Ramadhan, naik haji ke Mekkah bagi yang mampu, mengorbankan seekor domba atau kambing sekurang-kurangnya sekali setahun dan seterusnya. Kemudian siapa pun yang gagal melaksanakan kewajiban Islam ini, akan di pancung. (Murtad Ki Saza, Hukuman untuk orang Murtad, Agustus 1953, hal.76). Tolong dicatat bahwa banyak Mullah menganggap Maududi sebagai bid’ah murtad. Dia seharusnya adalah orang pertama yang mati ditikam pedang. Jika konsep cerdas milik Maududi ini dijalankan, semua penduduk Muslim dalam negara Islam ‘yang kuat’ akan berjalan sendiri tanpa perlu pemimpin.
Nabi Telah Lupa: Nabi suatu saat memimpin sembahyang. Orang-orang berbaris. Kemudian Nabi meninggalkan tempat, menyadari bahwa dia telah “junbb” (Nabi belum mandi wajib). Nabi meninggalkan barisan dan pergi mandi. Kemudian dia kembali dengan air menetes. (Tarjumanul Al Quran, Oktober 1956). Maududi menghadirkan penghinaan ini atas kewenangan Bukhari mengingatkan para pembaca bahwa Bukhari juga menyatakan bahwa Setan-lah yang menyebabkan lelaki lupa selama Shalat.
Seseorang yang Mulia Tinggal Dalam Rumah Kaca: Maududi dan orang “ahli” lainnya terlihat gelisah untuk membuktikan bahwa Nabi (S) adalah seorang pelupa dan bahwa dia dan para sahabatnya berjalan sekitar junbb. Apakah Nabi dan para sahabatnya hidup dalam rumah kaca dan tidak memandang rahasia pribadi? Apakah mereka tergoda dengan seks? Ataukah Mullah kita yang tergoda? Ada banyak tradisi yang berisi referensi mengenai seks, bagaimana bercinta, syahwat, mandi wajib, menstruasi, perceraian, menyusui, perbudakan, selir, bidadari, dan seterusnya dengan perincian yang memalukan. Pandangan agung dan Ideologi tertinggi Islam tetap sukar untuk dipahami dengan pikiran yang kecil seperti ini. Nabi (S) dan para sahabatnya sibuk untuk membuat perubahan yang mulia pada sejarah manusia dan mereka tidak memiliki waktu untuk omong kosong seperti ini.
Duplikat Al Quran Telah Terbakar: Hazrat Utsman membakar enam salinan Al Quran dalam bahasa yang berbeda. Allah dan Rasul tidak memerintahkan dia untuk melakukan ini. (Syed Maududi, Tarjumanul Al Quran 1975 hal.39). Apakah Maududi menyaksikan ini? Apakah Al Quran menyatakan bahwa ini telah diungkapkan dengan beberapa cara, lidah atau logat yang berbeda?
Apakah Ada Kehidupan Di Alam Kubur? Kepercayaan pada kehidupan di alam kubur adalah berbahaya dan bahwa tidak ada kehidupan juga berbahaya. (Maududi, Tarjumanul Al Quran, Desember 1959). Semua Mullah yang tahu seharusnya memeriksa dengan Al Quran untuk menemukan jawabannya. Mati berarti mati. Ini adalah nafs manusia, atau diri manusianya, bukan jasmani manusia. Menurut Al Quran, yang mati tidak kembali ke dunia ini. (23:100, 32:12). Yang mati memperpanjang tidurnya sampai Hari Kebangkitan, menurut Al Quran ditunjukkan sebagai berikut.
36:51 Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
36:52 Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?". Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya).
Siksa Kubur – Tanpa Penghakiman: Dua versi ini dengan tegas menghilangkan kesalahan konsep alim ulama terhadap hukuman di alam kubur. Akankah Tuhan menghukum orang mati sebelum Hari Kebangkitan dan sebelum Penghakiman? Banyak sekali penderitaan (‘Azaab) disebutkan dalam Al Quran tetapi ‘Azaabil Qabr (Siksa Kubur) tidak pernah disebutkan sama sekali. Tetapi Mullah Maududi menulis dalam Tarjaman-ul-Al Quran miliknya Desember 1959: Kebanyakan orang akan menderita siksa kubur sampai Hari Kebangkitan, beberapa dari mereka karena biasa makan di ranjang.
Kebebasan Beragama Maududi: Di negara Islam, non-Muslim memiliki hak untuk menyebarkan keyakinan mereka, tetapi kami tidak mengijinkan orang-orang Muslim merubah kepercayaannya. (Tarjumanul Al Quran, Desember 1959 hal.269). Mullah akan memancung orang yang ‘murtad’. Dapatkah anda lihat pertentangan yang menyolok dan pandir di sini? Menurut Al Quran, tidak ada paksaan dalam beragama. (2:256)
Ah! Anak ‘Kafir’: Anak-anak orang non-Muslim akan pergi ke Surga dan akan dijadikan budak bagi pemilik Surga. (Referensi yang sama, hal.134). Mullah mungkin hidup dibawah impian bahwa dia akan menjadi pemilik Surga! Bagaimana dengan perbudakan, walaupun di Surga? Maududi tidak pernah berpikir bahwa anak-anaknya sendiri mungkin bisa menjadi budak abadi.
Anak perempuan dari non-Muslim yang mati muda akan dijadikan bidadari Surga. (Asia, Lahore, 14 Juni 1969). Dan bagaimana mereka diperlakukan? Menurut Maududi, Lelaki di Surga akan mendapatkan bidadari yang muda dan seksi di dalam istananya. Dan orang kafir kecil ‘bidadari kecil’, akan abadi kecil, hidup diluar tenda cantik. Lelaki surga (yang mana, tentunya, Mullah sendiri) akan mendapatkan seks dengan mereka kapanpun mereka mau di malam hari. Ah, malangnya anak-anak ‘orang kafir’!
Berbicara Kebohongan Mungkin Diperintahkan: Kebenaran adalah prinsip paling penting dalam Islam dan kebohongan adalah dosa yang besar. Tetapi dalam kehidupan nyata, untuk memenuhi kebutuhan bahwa berbicara bohong bukan hanya diperbolehkan, tetapi itu menjadi sebuah perintah. (Tarjumanul Al Quran, Mei 1958 hal.54)
Pernikahan Sementara (Mut’ah) diperbolehkan dalam beberapa keadaan. (Tarjumanul Al Quran, Agustus 1955). Maududi kemudian memberikan contoh: Jika seorang lelaki dan perempuan terdampar di sebuah pulau, sesaat setelah mereka memperoleh makanan, mereka seharusnya melanjutkan kesenangan mereka dengan seks tenpa melihat status pernikahan mereka.
Memanggil Atas Orang Suci yang Mati: Jawaban dari pertanyaan mengenai sembahyang di pekuburan kepada orang suci yang mati, Maududi mempertahankan, “Itu memungkinkan kamu memanggil, tetapi mereka mungkin tidak mendengarkan. Mereka mungkin dapat mendengar, tetapi jiwa mereka tidak berada di sana dan kamu mungkin tidak memanggil siapa-siapa. Juga, Mereka mungkin sedang bercinta atau berdoa kepada Tuhan mereka dan mungkin kamu mengganggu mereka karena egoismu.” (Rerefensi yang sama,hal.261). Mungkin Maududi telah kehilangan otaknya. Mungkin juga bahwa dia tidak tahu apa yang dia bicarakan. Lihatlah Al Quran 36:51-52 di atas.
Fiqh Imam Abu Hanifa telah mengubah Islam menjadi Shastra Hindu beku.(Tarjumanul Al Quran 1:136). Ini masuk akal.
Tentang Allama Sir Muhammad Iqbal: menjawab pertanyaan mengenai pandangan kritis Sir Allama Iqbal terhadap kebiasaan meragukan, Maududi dengan menyindir menyatakan, “Dengan kehadiran para cendikiawan lain, tidak diperlukan untuk mengetahui pandangannya.” (Referensi yang sama,hal.170). Allama Iqbal adalah pelajar pada tingkat yang unggul dan salah satu pengurai terhebat Al Quran melalui sajak terkenalnya. Cendikiawan lain yang bekerja di Urdu mengabaikan pidato Allama tentang kelemahan mental para penulis. Kemudian juga, dia adalah Dermawan bagi Maududi, memberikan Mullah yang menganggur dengan kesempatan untuk bekerja di Pathankot. Belum lagi, Kami tidak menemukan satupun referensi pemikiran mulianya atau sajak tingkat tinggi pada berjilid-jilid tulisan Maududi.
Pemberian Talak terlebih dahulu: Pemimpin Mullah abad ke-20 secara buta mengikuti ‘kewenangan’ leluhur, seperti contoh ahli hukum Hanafi: Jika seorang lelaki mengeluarkan kata “cerai” tiga kali walaupun sebelum pernikahan, wanita yang dia nikahi dengan segera tercerai. (Referensi yang sama, hal.188). Bagaimana ini?
Para pembaca, ini hanya sedikit kutipan dari kecerdasan Maududi. Hanya ruang yang membatasi kita menampilkan sedikit banyak mutiara. Mari kita selesaikan dengan satu bahasan lagi:
MENYUSU DI PAYUDARA WANITA MUDA: Ini adalah bercandaan Hadits yang keterlaluan. Bukhari menulis bahwa kambing Hazrat Aisyah telah merusak lembaran dimana tertulis dua ayat Al Quran. Ini diduga terjadi ketika ada keributan di rumah karena kematian Nabi (S). Salah satu dari ayat tersebut tentang pelemparan batu ‘Sheikh dan Sheikhah’, lelaki dan perempuan dewasa, melakukan zina. Ayat yang lain adalah tentang lelaki dewasa yang menyusu pada perempuan muda.
Kambing perusak, tidak pernah ada, “sepuluh ayat menyusui” (yang terkenal dengan Ayah Ridha’at) adalah candaan yang mengerikan. ‘Imam’ Hadits melaporkan bahwa Hazrat Aisyah menasehatkan perempuan cara ‘mudah’ untuk mengijinkan lelaki yang tidak ada hubungan ke dalam pribadinya. Biarkan orang dewasa yang tidak bertalian menyusu pada payudara wanita pada 10 kesempatan yang berbeda, dan ingat, dan perhatikan! Dia menjadi Mahram (salah satu anggota keluarga dan dapat memaksa ke dalam pribadinya setelah itu). (Hadits 1934 Ibn Majah, 30:12 Muwatta Malik dan Bukhari tentang kambing ‘penjahat’). Tentang ibu angkat, Al Quran dengan jelas menyatakan:
4:23 Perempuan yang mengikutimu dilarang untuk kamu nikahi: Kamu … ibu angkat yang menyusuimu, saudara perempuan sepersusuan …
Ayat itu sungguh-sungguh berbicara menganai bayi dan ibu persusuan. Anak-anak menjadi memiliki hubungan antara satu dengan yang lain dalam pertalian persaudaraan yang kuat dari persusuan seorang perempuan. Perempuan mendapat kehormatan sebagai ibu mereka. Menurut Maududi, Imam Hanbal berkata bahwa menyusui pada seorang wanita pada tiga kejadian akan memberikan ikatan hubungan persusuan pada anak. Tetapi Imam Shafi’i mengatakan berbeda bahwa itu harus lima kali. Bagaimanapun, secara estetis prinsipnya sudah cukup jelas. Tetapi ahli hukum dan Mullah kita menjeratnya dalam perselisihan pandir.
Di Vol. 1 hal.338 dari Tafhim-nya, Mullah maududi menulis bahwa meskipun para ahli hukum berbeda dalam umur persusuan, meskipun lelaki dewasa menyusu pada seorang perempuan, dia akan masuk dalam ikatan persusuan! Tetapi kedunguannya tidak berakhir sampai di sini. Maududi menegaskan dalam Tarjumanul Al Quran bahwa jumlah susu yang sebenarnya tertelan juga penting. Seberapa banyak susu? Maududi dengan bingung meminta bantuan dari Imam Abu Hanifa dan Imam Malik dan akhirnya ditemukan solusi. Baiklah, banyaknya adalah sebanyak yang cukup untuk membatalkan puasa atau seseorang yang sedang berpuasa. Bagaimanapun, tiga Mullah gagal menguraikan seberapa banyak susu yang cukup untuk membatalkan puasa. Para Mullah tidak memiliki akal sehat, ataupun tidak memiliki keberanian untuk menolak Hadits yang menghina kecerdasan manusia, seperti yang satu ini dimana lelaki dewasa menyusu wanita asing! Akankah para Mullah memberitahu omong kosong ini kepada istri, saudara perempuan dan anak-anak perempuannya? Siapa yang tahu jika Maududi melakukan itu?
Ayatullah As-Syed Murtaza Hussain Nasir Ferozabadi, pencetak “Life Events of Seven Sahaba” (Kehidupan Tujuh Sahabat) dengan senang menerima penghinaan hebat tetapi menunjukkan ‘kepekaannya’ dengan menyampaikan kecemasannya pada keputusan Hazrat Aisyah dan Hanbal dengan melalaikan persoalan penting: “Lelaki harus memegang payudara perempuan.” Maududi paling tidak terkait dengan itu.
MULLAH (CENDIKIAWAN) LAINNYA
Madrasah adalah resep pasti Jahiliyah. (Tema Utama puisi).
--Sir Iqbal
Para Mullah PhD: Maududi tidak memiliki latar belakang pendidikan formal. Tetapi para Mullah kita kelihatannya tercetak dari satu asal yang sama. Mullah PhD di Amerika dan Eropa tidak lebih baik daripada Mullah desa di Pakistan dan negara ‘Muslim’ lainnya. Mereka menuruti materi, fisik, dan aspek jasmaniyah dari keberadaan manusia. Akal pikiran mereka menolak untuk berkembang ke tingkat yang lebih tinggi dari kecerdasan dan estetik. Semua itu pasti berlawanan dengan perintah Al Quran dalam rangka menyokong suksesi Hadits.
Ini adalah apa yang saya tulis dalam ISLAM: SEJARAH YANG BENAR DAN KEYAKINAN-KEYAKINAN YANG KELIRU, maka ijinkan saya untuk berbagi perhatian khusus saya. Saya tidak membuat-buat, dan mungkin tidak dapat dibenarkan juga, tentang dua puluh lima tahun yang lalu saya berpikir bahwa Para Mullah PhD dan Cendikiawan Islam Barat akan merujuk kepada sumber lain daripada Imam bodoh di perkampungan-perkampungan di Timur. Tidak, Tidak, Tidak semua! Hukum Perang “Imam” yang saya rujuk sangat jauh tercapai bahwa bahkan saat itu tetap dalam penolakannya dibelakang gelar perguruan tinggi sebanyak janggut dan jubah. Kita perlu melakukan perbaikan sekolah Islam kita di Barat. Mereka harus menahan diri dari khotbah N2I (Islam Nomor Dua). Mereka akan melakukan pelayanan yang hebat kepada Amerika dan Eropa khususnya dan kepada dunia secara umum, jika mereka kembali kepada Al Quran yang Mulia. Walaupun di sini saya mendapatkan peringatan. Hampir seluruh terjemahan dan Tafsir Al Quran telah selesai oleh para pendukung dan pengikut buatan-manusia, yakni Islam palsu. Marilah kita tolak terjemahan tanpa perlu berpikir-pikir lagi. Banyak orang yang memiliki pengetahuan mempertimbangkan terjemahan Inggris saya yang rendah dari ketelitian dan kepercayaan Al Quran. Judulnya adalah AL QURAN MENJELASKAN DIRINYA SENDIRI.
Janganlah kita melakukan kebodohan dengan berpikir bahwa madrasah melatih para Mullah yang berpendidikan. ‘Pengetahuan’ mereka bagus tidak lain hanya untuk aliran-aliran tertentu. Sungguh menakjubkan bahwa semua Mullah, tanpa memperhatikan waktu dan tempat, dan apakah mereka terpelajar atau buta huruf, kelihatannya memiliki kondisi pola pikir yang terbelakang. Bab ini akan menguji pernyataan tersebut. Perintah di dunia Mullah saat ini adalah pencerminan Al Quran yang terlarang. Jika kamu menyimpulkan apa yang leluhur kami simpulkan, pemikiranmu akan menjadi berlebihan. Jika kamu menyimpulkan sebaliknya, maka anda patut dikutuk. (Mufti Kifayatullah dan kawan-kawan).
Sekitar 140 Hijriyah, makam Nabi (S) perlu diperbaiki. Tukang bangunan bertanya kepada Imam Ja’far Sadiq apakah diperbolehkan memanjat atapnya. Imam tersebut menjawab, “Mungkin kamu akan menemukan dia bertautan seks dengan salah satu istrinya.” (Usuul-e-Kafi, Imam Kaleeni, Kitabil Hujjat 1:452)
Pada saat Khalifa Harun Rashid, Imam Abu Yousuf menjadi Kepala Hakim. Dari sinilah Mazhab (sekte) Hanafi menjadi terkenal. (Shah Waliullah, Hujjat hal.242). Pemberitahuan perbudakan dari “Imam-Imam” kita sampai tirani dan raja.
Murid dari Junaid Baghdadi berjalan melewati sungai Tigris menceritakan, “Hai Junaid, Hai Junaid!” Ketika dia berkata, “Ya Allah, Ya Allah!” – dia tenggelam. (Malfoozat Ahmad Raza Khan Barelwi 1:117)
“Laa Ilaha Ill-Allah” adalah Kalimat bodoh. (Imam Ghazali, Mishkatul Anwar hal.25)
Hazrat Ali seharusnya adalah Khalifa pertama. Tetapi dia memberontak secara gegabah dan menjadi terhina. Kemudian Hazrat Ustman bermain dengan Al Quran semaunya. Amir Mu’awiya biasa meminum alkohol. Hazrat Ali minum dengan hebat selama Jahiliyah dan setelahnya secara sembunyi-sembunyi. (Musnad-e-Ahmed bin Hanbal dan Manaqib Ahmed bin Hanbal hal.168)
Mayat mati hidup kembali di pekuburan secara tiba-tiba. (Referensi yang sama). Ini adalah pernyataan non-Quranic dari Hanbal. Lihat ayat 36:51-52 lagi. Konsep dari kehidupan dan azab kubur bersifat non-Al Quran dan merupakan konsep yang salah. Kematian adalah kondisi tidur panjang sampai Hari Kebangkitan.
36:51 Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka
36:52 Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?". ---.
Imam Ja’far Sadiq berkata, “Siapa yang tidak mengenal aku adalah kafir.” (Kitab-Ash-Shafi, 1:215)
Bumi berdiam di atas tanduk sapi jantan yang besar. Saat dia menggoyangkan kepalanya dia membawa gempa bumi. (Ibnu Katsir 2:29, 50:1). Kemudian Ibnu Katsir berubah pikiran: Bumi berdiam dalam seekor ikan. Ikan berdiam di dalam air, air berada di Gunung Safa di Mekkah, Safa berada di atas malaikat, malaikat berada di atas batu, batu di dalam air. Ketika ikan bergerak, ini menyebabkan gempa bumi. (Imam Ibnu Katsir bag 1 hal.76). Sir Isaac Newton mungkin belajar sesuatu dari Mullah kita yang terang. Atau, dia akan berjalan di makamnya.
Jika istri tidak cantik, maka tubuh suami menjadi lemah. (Imam Ibnil Qayyim, Tibbe-Nabawi, “Obat-obatan Nabi” hal.479)
Nehjul Balagha adalah buku yang diyakini oleh berjuta-juta pengikut Shi’ah sebagai buku yang paling asli di muka bumi setelah Al Quran. Buku ini diduga sebagai kumpulan percakapan Hazrat Ali. Sayangnya, Mullah yang menulisnya pada abad desas-desus setelah Hazrat Ali malah dituduh menghinanya:
Wanita seperti kalajengking yang menyenangkan hati tetapi tidak pernah menahan diri dari menyengat.
Wanita adalah kejahatan. Kejahatan yang terhebat adalah bahwa tidak ada kehidupan tanpa wanita.
Wanita kurang menggunakan akalnya. Berhati-hatilah bahkan terhadap wanita yang baik.
Seseorang yang dicurigai menyebabkan mata kejahatan harus dipenjara hingga mati. (Imam Ibnil Qayyim, Tibbe-Nabawi hal.320)
Pada malam Mi’raj (Kenaikan), Imam Ghazali memarahi Nabi Musa. Nabi Muhammad berkata, “hormati dia hai Ghazali!” (Malfoozat Haji Imdadullah Mahajir Makki, Imdadul Mushtaq oleh Ashraf Ali Thanwi). Silahkan dicatat bahwa Ghazali dilahirkan pada abad ke-5 setelah Nabi. Bayangkan bagaiamana dia memarahi Musa!
Ambil kaki depan dari kambing setelah shalat Jum’at. Jadilah telanjang. Tulis Surah Yasin dan nama seseorang yang kamu inginkan. Lalu taruh daging di dalam panci. Orang tersebut pasti akan jatuh cinta kepadamu. (Mullah Ashraf Ali Thanwi, dikenal dengan Hakeem-ul-Ummat (Penasihat Negara), “Khalid” bulanan, Deoband Darul ‘Ulum).
Jika kamu berharap untuk membunuh musuhmu, tulis A sampai T di atas sebuah potongan roti. Kemudian bacakan Surat Ar-Ra’ad. Potong roti ke dalam 5 bagian dan berikan kepada 5 anjing. Katakan kepada anjing-anjing itu, “Makanlah daging dari musuhku.” Atas izin dari Allah, musuhmu akan mempunyai borok yang sangat banyak. (Ref. yang sama). Sungguh tragis bahwa jutaan dari orang tak bersalah dan para illiterate di bagian benua menganggap Mullah dan Sufi ini sebagai sumber (acuan beribadah) dan mengikuti nasehat mereka!
Katakan Fazabooha (jadi ini akan dibantai) sebelum kamu memotong melon, (atau buah lain untuk perkara itu) dan kamu akan menemukan ini sangat manis. (Ashraf Ali Thanwi, A’maal-e-Al Qurani, aksi-aksi Al Quran). Seperti ‘Aksi-aksi Al Quran yang tidak akan ditemukan di dalam Al Quran!
Bacakan syair, “Ketika surga akan terbelah.” Tulis ini dan ikat ini pada paha kiri setiap wanita yang menderita dalam melahirkan, dan kelahiran akan menjadi mudah. Potonglah rambut dari wanita itu dan bakarlah di antara pahanya dan kelahiran akan menjadi lebih mudah. (Ashraf Ali Thanwi, Aamal-e-Al Qurani). Sayangnya, Mullah dan Sufi kami menyalahgunakan akal dan buku pragmatis, Al Quran, untuk tipu muslihat, ‘sihir’, dan peramalan.
Satu dari nama-nama terbesar dari dunia Islam dari abad ke-20, Ketua Ulama Saudi; Sheikh Abdul Aziz bin Baaz, mengeluarkan sebuah Fatwa pada tahun 1970: “Barangsiapa mempercayai bahwa bumi bergerak mengelilingi matahari, atau pria itu telah mendarat di bulan maka dia seorang Kafir. Selanjutnya, siapapun yang meragukan ketidaksetiaannya akan menjadi Kafir yang lebih besar lagi dan istrinya dengan otomatis akan diceraikan darinya. Ini akan menjadi haram untuk menikah ke dalam keluarganya, meminum air di dalam rumahnya, berdoa dibelakangnya, atau untuk menghadiri pemakamannya”. Dengan menghibur, ini adalah sebuah cerminan dari jenis Fatwa yang dikeluarkan oleh para Mullah kita untuk menyatakan Kafir siapapun yang tidak memperhatikan/mengindahkan mereka.
Selama penderitaan melahirkan biarkan wanita memegang buku “Mawatta Imam Malik” untuk kelahiran sekejap. (Thanwi, A’maal-e-Al Qurani).
Sekarang pencerahan lebih dari “Hakeem-ul-Ummat” Thanwi: Tetap bacakan “Al Mughni” selama berhubungan intim dan wanita akan mencintaimu. (Ref. yang sama). Istri Thanwi menghabiskan kehidupan pernikahannya yang paling menyedihkan di rumah orang tuanya.
Ketika “Maulana” Zakaria, ayah dari “Maulana” Yousuf Bannuri, akan jatuh sakit, sang Nabi akan mengunjunginya dan berkata kepada pelayan rumah, “Badshah Khan! Saya juga melayani Zakaria (pada abad ke-20). (Ashraf Ali Thanwi, Bayyinaat 1975 hal.7).
Sang Nabi berkata kepada saudari ipar dari Haji Imdadullah Mahajir Makki, “Bangun! Aku akan memasak makanan untuk tamu-tamu dari Imdadullah.” Ini terjadi pada abad ke-20! (Ref. yang sama, hal.8).
“Maulana” Yousuf Ludhianwi memikirkan sebuah metode sederhana untuk membuat bunga (riba) halal: Meminjam dari seorang Non-Muslim. (Masaail-e-Jadeedah).
SODOMI: Imam Abu Suleman Jozjani mengatakan kepada Muhammad bin Sa’d: Aku sedang ada di rombongan Imam Malik. Imam Malik ditanya, “Dapatkah seorang pria bersenggama lewat dubur (rectal) istrinya?” Malik memukul kepalanya dengan tangannya dan membalas, “Oh Tolol! Aku baru saja datang langsung dari kamar mandi setelah melakukan itu. Tidakkah kamu membaca di dalam Al Quran bahwa istri-istrimu adalah ladang-ladangmu, datangilah mereka dari tempat yang kamu sukai?” (‘Amdatil Qari, Tafsir Bukhari). Maksud Al Quran di sini: Ketika bersosialisasi dengan wanita-wanita (bukan istri-istri) ini seharusnya dijaga dalam pikiran bahwa mereka adalah pemelihara-pemelihara dari generasi-generasi masa depanmu. (Lihat ayat 2:223 di dalam bab dari Bukhari).
Istri dari Mullah Jalaludin Rumi memikirkan bahwa dia (Rumi) kehilangan hasrat seksualnya. Sang Mullah datang untuk mengetahui kecurigaannya dalam sebuah keadaan tak sadarkan diri dari penerimaan wahyu (kashf). Malam itu dia mendatangi istrinya dan melakukannya sebanyak 70 kali, (bahasanya sedang dibuat lebih lembut) sebanyak yang istrinya minta untuk pengampunannya. (Shamsuddin Akhlaqi, Manaqib-il-Arifain hal.70).
Sekarang lihatlah apa yang Mullah Ashraf Ali Thanwi sedang coba untuk bongkar. Thanwi yang sama yang terkenal sebagai “Hakeemul Ummat” (Kebijaksanaan sebuah Bangsa)! Dia menulis dalam Imdadul Mushtaq hal.110: Di sana ada seorang Monoteis sejati. Orang-orang berkata padanya jika makanan lezat adalah bagian dari pribadi Allah dan tinja juga bagian darinya, maka, makanlah keduanya. Syekh pertama menjadi seekor babi dan memakan tinja. Kemudian dia menjadi seorang manusia dan memakan makanan manusia!
Ini adalah mutiara yang lain dari kebijaksanaan darinya: Di sana ada seorang Pir Sadiq dari kotanya Ashraf Ali Thanwi. Dia mengajari murid-muridnya “Tuhan itu tidak ada tetapi Allah dan Sadiq adalah utusanNya.” Thanwi mengakui ajaran itu (Fazil Masood Usmani, Iman-e-Khalis hal.109).
Ketika Shah Abdul Aziz, cucu dari Shah Waliullah membawakan Al Quran dalam Ramadhan, maka Hazrat Abu Huraira datang mencari sang Nabi Agung. (Fatawa Azizi hal.255). Ini terjadi pada abad ke-19!
Di hari saat Nabi wafat, Sa’ad bin Mua’az merebut jenggot Umar Farooq. Umar berkata, “Lepaskan jenggotku! Jika satu rambut saja terpotong, maka tidak akan ada satu gigipun yang akan tinggal di dalam mulutmu.” (Imam Ibne Jareer Tabari, Induk Sejarah, Tareekh-il-Umam Wal Mulook). Berdasarkan Al Quran, hubungan antara Sahaba (Sahabat) adalah rasa hormat dan kasih sayang satu sama lain yang patut dicontoh (3:103).
Keinginan terakhir: Bawa materi-materi ini ke makamku dua kali seminggu: es susu, ayam biryani, ayam pulao bahkan yang berasal dari kambing (baca lagi, ayam dari kambing), shami kabab, parathay (kabab dan roti goreng buatan rumah), krim susu, puding, pastel daging, miju-miju special, jus jahe, air apel, air buah delima, sebuah botol soda, es susu dari kerbau, buatan rumah. (Ahmad Raza Khan Barelwi, Wasaya Sharif hal.8). Beberapa keturunan atau murid bisa jadi memberi makan Pir Saheb di makamnya higga hari ini, siapa yang tahu?
Tabib yang mempercayai bahwa berhubungan intim dengan wanita yang telah menikah adalah bagus untuk kesehatan adalah kesalahan. Di sana ada sebuah keuntungan besar dalam berhubungan intim dengan gadis-gadis remaja. (Tibb-e-Nabawi, The Prophet’s Medicine hal.320 dengan referensi pada Zadil Ma’ad). Di sini Imam “besar” Al-Muhaddith Ibnil Qayyim sedang mencoba untuk membujuk para pria menjadi pemangsa-pemangsa dari gadis-gadis muda.
Roh-roh kejahatan menyebabkan epilepsi. Pengobatan yang kau minta? Sang dukun hanya perlu mengatakan, “Pergilah!” (Imam Ibnil Qayyim, ‘Tibb-e-Nabawi’ hal.145).
Untuk para pezina, Al Quran mentahbiskan cambukan dan Hadits mentahbiskan pelemparan batu. Maka apa seharusnya yang akan kamu lakukan? Seratus cambukan pada hari pertama dan pelemparan batu pada hari berikutnya seperti perintah Hazrat Ali. (Imam Ahmad bin Hanbal, Al-Balagh-il-Ma’arif).
Ini adalah sebuah ilustrasi dari pikiran yang lebih tinggi lagi dari alim ulama kita. Syed Muhammad An-Noori dari Syria menulis pada 2 April 1999, bahwa ketika darah orang Muslim sedang tumpah di Kosovo, para Ulama dari 21 negara-negara Muslim malah sedang sibuk di Makkah membahas Hal-hal sepele berikut:
Apakah sah untuk mengorbankan seekor kerbau?
Apakah burung gagak dipertimbangkan haram atau halal?
Adakah di sana ada sebuah ukuran yang cocok secara umum dari jenggot orang-orang Muslim?
Apakah memakai celana panjang di depan publik haram atau halal?
Jika jumlah susu yang disedot oleh seorang bayi tidak bisa ditentukan, akankah bayi dipertimbangkan kepada seorang mahram (dan diperlakukan sebagai seorang anggota rumah tangga)?
Haruskah satu mata terlihat melewati jilbab seorang wanita, atau keduanya?
Mengapa Imam Hussein tidak melaksanakan Isthikara (bermimpi untuk dapat bimbingan) sebelum melakukan perjalanan ke Karbala?
Jika satu atau dua dari tujuh batu yang dilemparkan ke Setan di Mina tidak kena sasaran, akankah ada tebusan?
Apa saja kondisi-kondisi dalam era baru untuk menyingkat Namaz (Qasr)?
Jika ejakulasi tidak terjadi, apakah mandi tetap wajib?
Apakah diperbolehkan sembahyang di belakang seorang Imam yang tidak berjenggot?
Apakah penting untuk meminta izin dari seorang istri untuk sebuah pernikahan ke-dua atau ke-tiga?
Para Ulama top mencapai kesepakatan (mufakat) atas satu isu. Bahkan jika seorang suami dengan kuat mengikat istrinya pada tali-temali, atau membelenggunya dan memukulnya untuk berhubungan intim, pertanyaan tentang perkosaan tidak harus muncul.
Pembaca terhormat, ini adalah dimana ‘kekayaan’ yang dikenal “think-tanks” dari Umat sedang dihabiskan. Nabi Agung telah memperingatkan, “Bangsa-bangsa sebelum kamu dihancurkan karena mereka meninggalkan Buku Allah dan jatuh ke dalam buku-buku dari ahbar (alim ulama) dan ruhban (mistik).”
TWO-IN-ONE: GHAZALI (1058-1111 M)
Menjadi seorang Mullah dan Sufi ‘besar’ pada waktu yang sama, Mullah Ghazali memenangkan piala “Two-in-One”.
Hujjatul Islam ‘Imam’ Muhammad Abu Hamid Ghazali diharuskan untuk menjadi satu dari Mullah-mullah dan Sufi-sufi top dari dunia Islam. Karya ‘terbesar’nya adalah Ehyaul ‘Uloom (Kebangkitan Semua Ilmu Pengetahuan) dan Kimiya-e-Sa’adat (Keindahan Alkimia).
Ehyaul ‘Uloom Edisi Ke-Dua, telah digunakan di sini untuk maksud-maksud sebagai acuan, dicetak oleh Maktaba Rahmania, Urdu Bazaar, Lahore-2, Zahid Bashir Printers, dan diterjemahkan oleh Hazrat “Maulana” Muhammad Ehsan Saheb Siddiqui Nanotwi. Judul Urdu di bagian dalam terlihat seperti ‘Mazaaqul Aarifain’ (Estetis-estetis dari Mereka yang Tahu). Sementara tidak ada tanggal yang diberikan, penerjemah puisi pada akhirnya menunjukkannya pada 1286 H (1866 M). Ini merupakan suatu kesalahan karena buku-buku Urdu kualitas ini tidak pernah dicetak di abad ke-18. Jadi, waktu yang tepat kemungkinan pada 1386 H = 1966 M. Ini sungguh ironis bahwa judul buku yang diterjemahkan sebagai "The Renaissance of All Knowledge" (Kebangkitan semua Ilmu Pengetahuan). Seperti yang kita dapatkan, ini bisa terjadi kepada Anda bahwa judul yang pantas seharusnya, "The Demise of Commonsense" (Kematian dari Akal Sehat). ‘Imam’ Ghazali adalah sebuah contoh klasik dari Mullah-mullah dan Sufi-sufi kita yang tidak hanya meninggalkan Al Quran, tetapi sedang dengan langsung melawannya dan mencoba untuk menghapuskannya. Anda akan melihat fakta menyedihkan ini dalam buku-bukunya. Mari kita periksa kemuliaan dari penerbangannya. Pertama, mari kita mengatakan sedikit kata-kata tentang satu dari ‘karya agung’ abadi Ghazali yang lain.
DARS-E-NIZAMI (Kurikulum Buatan ‘Imam’ Ghazali)
Nizamul Mulk Toosi (1018-1092 M) adalah Menteri Utama dari Raja Suljuk Malik Shah, dan setelahnya Raja Alp Arsalan. Toosi adalah seorang Zoroaster yang menyamar sebagai Muslim (Nihaayat-e-Tareekh-Abbasi, Sheikh al-Hafiz Yousuf Naishapuri). Toosi membuka Universitas Nizamia Agung pada tahun 1067 M di Baghdad. Ini adalah universitas terkemuka dari dunia Islam dengan satelit-satelit di Khurasan, Neshapur, Damascus, Bukhara, dan sebagainya. Cabang yang lebih kecil ada di Herat, Balkh, Merv, Tashkent dan Isphahan, dan di masa kini di Afghanistan, Iran, dan pecahan Soviet. Pusatnya di Baghdad, dan memiliki kepala sekolah yang juga merupakan penjahat top Islam, antara lain: ‘Imam’ Abu Hamid Ghazali yang memaksakan silabus (rencana pelajaran) Nizami dengan berkolaborasi bersama Toosi. Ghazali nyata sekali menghina Rasul Agung dan sahabat-sahabat Rasul. Sebagai contoh, dia menulis bahwa Hazrat Umar berbuka puasa tidak dengan makan atau minum tetapi dengan berhubungan intim dengan tiga orang selir. Segera kalian akan melihat bintang-bintang yang bersinar seperti ini.
Sejak 1067 M ketika Universitas Nizamia ditemukan, hampir satu millennium (1000 tahun) telah hilang. Hingga hari ini, silabusnya, Dars-e-Nizami, sangat banyak ditentukan oleh dua kriminal Islam ini (Toosi dan Ghazali) dengan kekuatan seluruh dunia yang disebut Madrasah-madrasah Islam. Ini tidak menghasilkan apa-apa kecuali kebodohan, dan oleh karena itu, tidak menyertakan ruang untuk pemahaman bagi Perkataan Terakhir dari Tuhan, yaitu Al Quran.
Bernyanyi Untuk Mengusir Penyerbu-penyerbu:
Untuk melihat sepintas persekongkolan dari Nizamul Mulk Toosi, satu contoh saja seharusnya sudah mencukupi. Sebagai Menteri Utama dari Kerajaan Suljuk, dia menasehati dua raja berturut-turut untuk tidak membangun sedikitpun pertahanan untuk kerajaan. Dia mengklaim bahwa murid-muridnya di Madrasah-madrasah akan bekerja pada tasbih rosario dan melakukan Wazifas (Nyanyian dari ayat-ayat) dan mengusir musuh.
Bahkan hari ini, 16 pengetahuan Ulama yang bukan-bukan ditentukan oleh Nizamia, menghabiskan delapan tahun dari kehidupan generasi Muslim dan menyumbangkan mereka tanpa manfaat bagi dunia ini dan hari kemudian. Ironisnya, tanyalah kepada Mullah siapa saja yang telah melewati Madrasah-madrasah ini untuk delapan tahun, tanyakan siapakah pendiri Darse Nizami, dan di sana ada sebuah kesempatan bagus bahwa dia tidak akan mempunyai jawaban!
EHYAUL ‘ULOOM EDISI KE-DUA
Catatan: Sebagai sebuah contoh, 2:53 akan berarti Volume 2 hal.53.
Setelah menghabiskan makananmu, jilatlah cangkir atau piring dan minumlah air cucian (kobokan), pahalanya sama seperti pembebasan seorang budak. Memakan potongan dari makanan di atas serbet makan malam akan membawa sebuah kehidupan yang baik, anak-anakmu akan sehat dan ini akan menjadi pemberian pernikahan untuk keindahan-keindahan surga. (2:13). Apakah keindahan-keindahan surga seperti sebuah tawar-menawar yang sepele? Bagaimanapun juga Ghazali tidak akan mendapatkan satupun.
Yang terbaik di antara teman-temanku adalah seseorang yang makan terlalu banyak dan meletakkan butir-butir besar di dalam mulutnya. (Imam Ja’far Sadiq dikutip oleh Ghazali, 2:15).
Daging lembu adalah penyakit dan susunya adalah obat. (2:36). Maka Al Quran harus memiliki lembu terlarang untuk konsumsi.
Hazrat Ali berkata, “Awali makananmu dengan sebuah sarapan garam dan Allah akan menghilangkan tujuhpuluh penderitaan. Memakan halwa (serabi) dan manisan menyebabkan biji kemaluan teruntai.” (2:36). Dengan cara cukup aneh, sungguh susah menemukan seorang Mullah yang tidak sangat menyukai ‘serabi’ dan manisan (kembang gula).
Resep terbaik untuk kesehatan yang bagus adalah menikahi wanita-wanita muda. Jangan pernah menikahi wanita-wanita yang tidak muda. (2:37).
Cendikiawan-cendikiawan tidur di sebelah sisi kanan mereka, raja-raja tidur di sebelah kiri mereka, dan Setan tidur dengan menundukkan wajahnya. (2:39).
Pergi untuk mandi tanpa sarapan dan kemudian menunda sarapan akan membunuh seorang manusia. Aku akan diherankan jika dia masih bertahan. (Ghazali mengutip Imam Shafi’I, 2:39). Di sana tidak ada kejutan-kejutan dalam kehidupan yang tidak memakai pertimbangan.
Sahabi Ma’az bin Jabl meninggal karena wabah. Dia berkata, “Biarkan aku menikah karena aku benci untuk berjumpa dengan Allah sementara aku masih bujang.” (2:42). Oh! Wanita miskin, pernikahan adalah untuk menjadi janda dengan segera!
Sang Nabi berkata bahwa sebuah bagian dari permadani yang terhampar di sudut rumah adalah lebih baik dari seorang wanita yang tidak subur. (2:48).
Di sana ada sebuah Hadits bahwa seorang wanita berkulit hitam yang melahirkan anak-anak lebih baik dari wanita cantik yang tidak melahirkan anak-anak. (2:49). Apakah Anda mencatat bahwa kulit hitam digunakan sebagai sebuah sinonim untuk ugly (jelek)?
Pada (2:52) Ghazali berkata, “Ketika sebuah organ pria dalam kondisi ereksi, dua pertiga dari pikirannya dan dua pertiga dari agamanya telah tertinggal darinya.” Ini adalah kebijaksanaan dan ekspresi seorang “Hujjatul Islam” kita (The Testimony Of Islam) Hazrat Imam Abu Hamid Ghazali!
Junaid Baghdadi lebih suka mengatakan, “Saya membutuhkan berhubungan intim sebanyak saya membutuhkan makanan.” (2:53).
Pada (2:53) Ghazali menghina Utusan Agung (Rasul) demikian: Rasul keluar dari rumahnya. Dalam perjalanannya dia melihat seorang wanita. Rasul kembali dengan segera, pergi ke dalam rumahnya dan berhubungan intim dengan Zainab. Kemudian Dia keluar dan berkata, “Kapanpun seorang wanita datang dari depan, dia datang dalam bentuk seorang Setan.” Bagaimana bisa terjadi bahwa Ghazali atau orang lain mengetahui bahwa Rasul melakukan Hal-hal seperti itu? Apakah Rasul dan para pengikutnya tidak memiliki arti dari privasi dan kesusilaan? Apakah mereka hidup dalam rumah-rumah kaca? Sejarawan kita mencoba untuk menggambarkan Rasul yang Mulia yang menghabiskan setengah hidupnya di atas sajadah (prayer rug) dan setengahnya yang lain di tempat tidur. Ini adalah pria yang paling luar biasa yang merubah rangkaian sejarah dalam dua dekade, dan mengantarkan pada suatu revolusi paling penuh kebajikan, dunia telah terlihat hingga pengikut-pengikutnya meninggalkan ajaran-ajaran mulianya dalam Buku yang diungkapkan kepadanya. Apakah Beliau (Rasul) begitu terobsesi dengan hubungan intim (sex) seperti Mullah-mullah ini?
Hazrat Umar Farooq biasa membuka puasanya tdak dengan makan atau minum, tetapi dengan berhubungan intim. Selama Ramadhan dia berhubungan intim dengan tiga selir sebelum shalat Isya’. (2:54).
Imam Hasan biasa menceraikan empat wanita dan menikahi empat yang lain pada jam yang sama. Dia menikahi lebih dari 200 wanita. Itulah alasan mengapa Nabi berkata, “Hasan adalah dariku.” (2:55). Menurut Nabi hal.yang paling tidak diinginkan di antara perbuatan-perbuatan yang diizinkan adalah perceraian.
Di sana ada lagi: Rasul mengeluh kepada Malaikat Jibril atas kelemahan syahwat nya (impoten). Jibril memberi saran dengan “Harissa” (sebuah jamu). Ghazali dan Ibnil Qayyim menjelaskan di dalam ‘Tibb-e-Nabawi’ bahwa jamu adalah sebuah resep penting karena di sana ada seorang tentara wanita. Nabi dan istri-isrti sahabatnya tidak bisa menikahi yang lain, dan hasrat mereka telah harus dipuaskan. (2:56). ‘Harissa’ adalah Viagra zaman itu, yang paling tidak berguna sekalipun seperti yang para Mullah mempunyai keberanian dari pengakuan hari ini.
Menemukan seorang wanita yang cantik, berkelakuan baik, mempunyai sepasang mata hitam besar dan rambut hitam, dan kulit yang putih. (2:73). Ini adalah gadis impian Ghazali yang tidak pernah bisa dia dapatkan.
Mengutip Imam Ahmad bin Hanbal, Ghazali menulis bahwa memperoleh kenikmatan hebat dari hubungan intim adalah benteng dari kepercayaan. (2:73). Hanbal + Ghazali = Bencana.
Nabi berkata, “Istri-istri terbaik adalah mereka yang terlihat cantik dan Mehr (porsi atau hadiah pernikahan) adalah kecil.“ (2:74). Nabi Agung telah menyarankan karakter untuk kriteria pertama dan terpenting dalam penyeleksian seorang suami-istri.
Jangan nikahi seorang wanita yang mandul. (2:75). Ghazali tidak menjelaskan bagaimana dia akan menetapkan kesuburan dari seorang wanita. Apakah Ghazali tidak membayangkan bahwa saudara perempuannya atau anak perempuannya bisa juga mendapati kemandulan? Sudah barang tentu, dia tidak punya pemikiran dari beberapa pria yang mandul. Pembaca terhormat, Para Penjahat Islam kita hanya bisa berpikir tentang wanita sebagai seorang istri, seorang yang melahirkan anak-anak, seorang selir dan sebuah objek dari nafsu birahi. Mereka lupa bahwa ibu-ibu, saudara-saudara perempuan dan anak-anak perempuan adalah juga para wanita. Ah, jika saja salah satu dari orang tua Ghazali mandul!
Wanita yang diberkati adalah yang menikah lebih awal dan menghasilkan anak-anak dengan cepat. Selalu menikahi seorang wanita yang memberi kelahiran yang banyak dari anak-anak. Jangan pernah menikahi seorang wanita mandul. Menikahi seorang wanita muda dan sehat akan menjamin kesuburannya. Selalu menikahi wanita perawan. (2:75). Apakah ini perlu dikomentari? Sayangnya, para Mullah sering menganggap seperti penghinaan kepada Nabi Agung.
Ghazali memberitahu bahwa kesehatan dari seorang bayi yang baru lahir akan lebih baik jika hasrat seksual (dan pertemuan) di antara suami dan istri sedang penuh semangat. Keuntungan ini hilang dalam pernikahan seorang wanita yang dikenal berhubungan erat. (2:76).
Hasan Basri dengan tepat mengatakan, “Seorang suami yang melakukan apa yang istrinya katakan padanya, Allah tanpa pikir panjang akan melempar dirinya ke Neraka.” (2:81).
Ghazali menghina Hazrat Umar dengan menganggap pernyataan ini kepadanya: “Mintalah kepada wanita nasehat mereka dan kemudian bertindaklah sebaliknya dengan tepat kepada mereka. Di sana ada banyak keberkatan dalam melakukan tindakan sebaliknya dari apa yang wanita sarankan.” (2:81).
Nabi berkata, “Jika seorang suami memiliki semua bagian tubuhnya, dari kepala hingga ujung kaki, penuh nanah dan sang istri menjilatnya di mana-mana, bahkan kemudian dia (istri) tidak berterima kasih cukup kepadanya.” (2:103). Pembentukan mentalitas yang sakit dari ‘Imam’ Ghazali.
KIMIYA-E-SA’ADAT
Kimiya-e-Sa’adat (“The Alchemy of Grace”) menurut dugaan adalah karya besar dari “Hujjatul Islam” Hazrat Abu Hamid Imam Ghazali. Para Mullah dan Sufi telah mempromosikan karya ini selama berabad-abad sebagai sebuah sumber pengetahuan. Penggunaan buku di sini untuk tujuan referensi adalah dari Madina Publishing Company, M.A. Jinnah Road, Karachi, Pakistan. Penerjemahnya adalah “Maulana" Maulvi Khateeb Azam Aalijanaab Muhammad Saeed Ahmed Naqshbandi Saheb, Khateeb Masjid Data Ganj Bakhsh, Lahore. Januari 1986.
Seorang wanita dari keturunan yang jelek (bad lineage) adalah selalu dari karakter yang buruk. Oleh karena itu, satu dari aturan-aturan utama untuk menjauhkan diri dari pernikahan seperti wanita-wanita. (Hal.261). Shah Waliullah menjelaskan bahwa keturunan yang jelek seperti kulit yang hitam. Di sini Ghazali tidak hanya melanggar sebuah firman dasar dari Al Quran: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik kelakuannya (akhlaqnya)”, tetapi juga menjatuhkan wanita-wanita dan membebaskan pria-pria.
Jangan biarkan kelucuanmu membawa jauh rasa takutmu dari istri. Seorang istri seharusnya selamanya seorang wanita tetap ditanggung oleh suaminya. Mencari nasehat dari wanita tetapi selalu melawannya. Jika seorang pria membiarkan wanita-wanitanya bebas kepada mereka sendiri, mereka akan menyeberangi semua batasan. Melarangnya keluar dari rumah sebagai kemampuan terbaikmu. Jangan biarkan dia keluar dari pintu, tetap di atas rumah atau menengok keluar jendela. Godaan mulai dari jendela-jendela, ventilasi-ventilasi, atap-atap dan pintu-pintu. (Hal.263).
Nabi dan para sahabatnya kembali dari sebuah perjalanan di malam hari. Dia memerintahkan kepada mereka untuk tidak pulang ke rumah-rumah mereka. Dua dari sahabatnya tidak menghiraukan perintahnya dan melihat kejahatan yang sedang berlangsung di rumah mereka. (Hal.264).
Hazrat Umar telah menasehati para pria untuk tidak membiarkan wanita-wanita berpakaian dengan baik sehingga mereka akan tetap tinggal di rumah. Jika mereka berpakaian bagus maka mereka akan suka untuk pergi keluar (dan memperlihatkan daya tarik mereka). (Hal.264).
Seorang pria buta datang ke rumah Nabi. Hazrat Ayesha dan wanita yang lain sedang duduk di sana tetapi mereka tidak pergi mengatakan bahwa dia buta. Nabi berkata, “Jika dia buta, apakah kalian juga buta?” (Hal.264).
Di sini ada sebuah penyerangan langsung pada karakter dari Nabi pada ‘sumber’ dari Bukhari. Ketika ibu Mu’miniin, Saudah, menjadi lebih tua, Nabi berpikir untuk menceraikannya. Dia meminta kepada Rasul Allah, “Aku memberikan malam-malamku kepada Ayesha muda. Mohon jangan ceraikan aku.” Ketika mendengar ini, Nabi mulai menghabiskan dua malam dalam seminggu dengan Ayesha. (Hal.265). Ghazali + Bukhari = Bencana.
Pembaca terhormat, tolong catat bahwa Mullah kita menuntut atas pemanggilan Ghazali, “Kesaksian dari Islam”! Bahkan seorang pria biasa akan ragu untuk menimbulkan kekejaman pada istrinya seperti sifat Ghazali dan Bukhari kepada sang Nabi Mulia.
Nabi Yang Mulia berkata kepada Zaid bin Harith, “Kamu adalah saudaraku dan maulaku (tuanku).” Zaid mulai berdansa di dalam kenikmatan. (Hal.419). Sebuah pembelaan penyesalan telah ditulis di atas kepentingan Ghazali dalam konteks ini di dalam Malfoozat Makki: “Maula” bisa juga berarti seorang budak. Tapi dalam kasus itu, di sana tidak ada alasan bagi Zaid untuk gembira karena, menurut laporan, dia telah menjadi seorang budak dari Nabi sebelumnya. Malfoozat Makki juga menyatakan bahwa Zaid gembira karena dia telah memberikan Zainab istrinya kepada Nabi!
Rasul Allah berkata, “Tidak ada pekerjaan untuk lebih menyayangi Allah selain menahan lapar dan haus. Pahalanya sama dengan orang-orang yang memerangi orang-orang kafir.” Shalat, puasa, dan melayani kemanusiaan tidak datang mendekat untuk pengorbanan diri. (Hal.483).
Selama berabad-abad, Alim ulama Islam telah mempromosikan pengorbanan diri, rahbaniyat (pertapaan) sebagai kesalehan besar. Nabi memperingatkan, “Tidak ada pertapaan di dalam Islam.” (Beberapa sumber). Al Quran (28:77) memerintahkan untuk tidak melupakan porsi kita di dunia ini. Kamu akan memperhatikan bahwa Non-Muslim gembira dengan para pertapa karena filosofi (filsafat) mereka mengambil kekuatan dari Islam.
Seorang yang suci (saint) dengan tepat mengatakan, “Saya tidak takut kepada seekor singa, tetapi aku takut kepada seorang bocah di bawah masa puber karena nafsu syahwat.” (Hal.497).
Nabi Daud jatuh karena matanya (dan melakukan zinah dengan istri tetangganya). (Hal.497). Al Quran menegaskan bahwa semua Nabi memiliki sebuah karakter (akhlaq) yang bersih (tanpa noda).
Hazrat Abu Bakr Siddiq biasa membawa kerikil-kerikil di dalam mulutnya sehingga dia tidak akan berbicara. (Hal.505). Hazrat Abu Bakr adalah penguasa/Khalifa yang mulia dalam Kerajaan Islam. Seseorang harus meletakkan kerikil-kerikil di dalam mulut Ghazali.
Ini adalah sangat tragis bahwa kisah-kisah seperti ini sedang diajarkan di dalam sekolah-sekolah dan Masjid-masjid ‘Islam’. Ini sama sekali bukanlah Islam yang dibawa Muhammad ke dunia ini. Di dalam kata-kata dari Sir Syed Ahmed Khan, orang-orang Muslim sedang mengikuti sebuah kepercayaan buatan manusia. Ulama Sir Iqbal menyebut ini dengan Islam Ajami (asing). Ulama Inayatullah Khan Al-Mashriqi menamakan ini “Mazhab Maulvi Ka Ghalat” (Kepercayaan yang Keliru dari Mullah). Saya telah memilih untuk menyebut ini Islam Nomor Dua (N2I). Menurut Ulama Iqbal, alasan yang utama untuk dunia Pakistan adalah untuk mengganti Islam Ajami ini dengan Islam murni yang Nabi Muhammad telah bawa.
Sangat mudah untuk melihat bahwa Islam Nomor Dua adalah penyebab dasar dari kehancuran dunia Muslim. Islam murni adalah yang sangat banyak hidup dan bersemangat di dalam Al Quran Mulia, jika hanya orang-orang Muslim akan kembali kepada Al Quran.
SAHABAT NABI DAN PARA KRIMINAL
Life Events of Seven Sahaba (Kehidupan dari Tujuh Sahabat Nabi)
Penghinaan kepada Sahaba Kiraam (rekan dari Nabi Agung) telah diambil dari sebuah buku terkenal dengan judul Life Events of Seven Sahaba. Penulisnya adalah Shi’ah Ayatullah As-Syed Murtaza Hussain Nasir Ferozabadi dari Nasir Printing Press. Dia dengan tepat mengklaim bahwa dia telah mengambil semua cerita-cerita dari ‘Sahah Sittah’ (Enam Buku Hadits “Asli” Sunni) dan sumber-sumber Sunni yang lain.
Abu Bakr menyatakan selama khotbah pertamanya sebagai Khalifa pertama, “Seorang Setan biasa mengendalikan aku. Ketika itu terjadi, menjauhlah dariku.” (Sejarah oleh Tabari 2:440).
Nabi berkata, “Sahabat-sahabatku akan datang menuju tangki suci dari air, tapi mereka akan mendorongnya. Aku akan berkata, “Oh Tuhan, mereka adalah sahabat-sahabatku.” Aku akan mengatakan, “Kamu tidak mengetahui apa yang mereka lakukan setelahmu.” (Tafsir Ibne Jareer Tabari 4:27).
Nabi yang Agung berkata, “Aku akan menjadi saksi untuk pejuang-pejuang dan syuhada-syuhada dari perang Uhud.” Abu Bakr bertanya tentang dirinya sendiri. Sang Nabi menjawab, “Siapa yang mengetahui sesuatu yang akan kamu bawa setelah Aku?” (Ref. yang sama).
Segera setelah Nabi meninggal, semua kecuali lima dari sahabat-sahabatnya menjadi bid’ah. Naratif yang lain mengatakan, “semua kecuali tiga.” Kelima itu adalah: Salman, Miqdad, Abu Zar, ‘Ammar dan Huzaifa. Naratif tentang yang tiga dengan bahagia meniadakan dua terakhir yang disebutkan. (Ibne Hajar, Tahzibul Tahzib hal.8).
Para Mullah kita masih belum puas dan pergi satu langkah lebih jauh. Renungkan pemaparan ini: Jika iman dari Miqdad dan Abu Zar menjadi takaran dengan iman dari Salman, bahkan dua yang pertama akan menjadi orang-orang kafir (banyak sumber-sumber mencakup hal.di atas). Wow! Sang Nabi hanya menyisakan satu mu’min di atas bumi Tuhan!
Pada suatu saat Nabi sangat marah dan pergi berlalu. Dia mendatangi Ayesha dalam kemarahan. Ketika bertanya, dia mengatakan, “Mengapa aku tidak akan menjadi marah? Segala yang Aku tahbiskan, Aku tidak mematuhinya.” (Ibne Majah, Babul Manasik fil Haj 4:286). Sahabat-sahabat Nabi merasa terhormat untuk mematuhinya pada setiap saat.
Abdullah ibn-Umar menceritakan, “Satu hari aku menaiki atap dari rumahku, dan aku melihat Nabi duduk di atas dua batu menghadap Jerussalem dan membebaskan dirinya sendiri.” (Bukhari, Life Events of Seven Sahaba). Tolong pikirkan untuk apa tingkat pengetahuanmu berkembang dari informasi tolol ini. Dapatkah seorang rekan mengganggu ke dalam privasi dan menceritakan ketololannya?
Ayatullah Syed Hussain menulis bahwa Allah dan Rasul telah mengizinkan Mut’ah (pernikahan sementara) dengan para wanita. Bukhari dan Muslim menceritakan izin ini dan begitu juga Musnad-e-Ahmad bin Hanbal, dan bahwa Hazrat Umar membuka pintu untuk perzinahan dan persetubuhan di luar nikah dari pelarangan karunia Tuhan (Mut’ah). Ini bukanlah hal.luar biasa untuk para pelacur untuk menggunakan Mut’ah sebagai sebuah alasan untuk aktivitas mereka. Apakah ini sungguh memungkinkan untuk membedakan di antara pernikahan sementara dan persetubuhan di luar nikah (fornication)?
Asma bint Abu Bakr berkata, “Mut’ah (pernikahan sementara) diselenggarakan pada kami selama zaman Nabi.” (Abu Wud Tayalsi 7:217).
Hazrat Umar dengan lengkap tidak mengetahui ayat-ayat Al Quran. (Ayatullah Syed Hussain mengutip banyak referensi kuno, Life Events of Seven Sahaba hal.59).
Hazrat Umar pergi menemui sahabat-sahabat dan berkata, “Hari ini aku sedang berpuasa.” Seorang wanita cantik datang. Aku ingin berhubungan intim dengannya dan Hazrat Ali hadir di sana. Dia berkata, ‘Engkau telah melakukan hal.yang benar. Daripada berpuasa di hari yang lain.’ Aku menanggapi, ‘Oh Ali! Engkau adalah yang terbaik di antara pembuat keputusan.’ (Tabaqat Ibne Sa’d, 2:102).
Batu Hitam (di Ka’bah) adalah tangan Kanan dari Tuhan. Barang siapa menyentuhnya maka dia bersalaman dengan Tuhan. (Tareekh Khateeb Baghdadi menunjuk pada tiga sahabat, 7:328).
Fakhruddin Razi, dalam uraiannya terhadap Al Quran, menulis bahwa selama perang Uhud, Hazrat Umar lari ke sebuah bukit seperti seekor kambing dan Hazrat Uthman lari jauh dan mengambil 3 hari baginya untuk kembali. (Life Events of Seven Sahaba).
Selama perjalanannya ke Haji, Hazrat Umar mendengarkan lagu-lagu dari seorang songstress, Nabat Fouadah, hingga fajar. (Al-Asaba 2:1).
Di Makkah, Sahaba Kiraam biasa berdoa di dalam tata krama berbeda dari yang lain. (Hal.78-79. Ayatullah Syed Hussain mengacu kepada Bukhari, Tirmizi, Nisai, Mawatta Malik).
Hazrat Uthman membakar salinan-salinan dari Al Quran. Ini bisa jadi dilemparkan ke sebuah sungai atau dikubur di dalam tanah (contoh: lebih baik dibuang), tapi apa yang bisa dilakukan sekarang? (Kanzul Ammal 6:46).
Orang-orang Islam dihadapkan dengan orang-orang seperti Abu Bakr dan Umar yang suara-suara mereka ditinggikan di atas suara Nabi Agung. Apa yang akan memberhentikan mereka dari penghinaan terhadap Al Quran yang memerintahkan para mu’min untuk melawan perlakuan itu? (Kanzul Ammal 6:46).
Suatu waktu, Ayesha meletakkan tangannya pada rambut Nabi. Nabi berkata, “Setan telah datang kepadamu!” (Bukhari, Nisai, Babil Ghaira Vol 2 per Ayatullah Hussain).
Ini adalah sebuah tingkah laku dari Nabi bahwa ketika dia melakukan perjalanan pada malam hari dia memilih berhubungan intim dengan Ayesha. Pada satu malam Hafsa menginginkan untuk mendapatkan hak istimewa itu. Dia meminta Ayesha untuk menukar unta-unta dengannya. Jadi Hafsa tidur dengan Nabi di atas unta malam itu. Saat fajar, Ayesha memasukkan kakinya ke dalam lubang seekor binatang dan mengeluh, “Semalam aku menderita begitu banyak penderitaan (dari kekurangan hubungan intim) bahwa aku lebih memilih mendapat sengatan seekor kalajengking atau seekor ular menggigit aku.” (Life Events of Seven Sahaba ref. Bukhari).
Maria Coptic telah dikirim oleh penguasa dari Mesir sebagai sebuah hadiah kepada Nabi. Seorang sepupu pria telah datang dari semula bersamanya (Maria). Segera setelah kedatangan mereka di Madina, Maria menjadi hamil dan melahirkan seorang anak. Ayesha berkata kepada Nabi, “Bayi itu tidak menyerupaimu sama sekali.” Nabi memberikan pedangnya kepada Ali dan memerintahkannya untuk memenggal kepala sepupu Maria itu. Ali menemukannya pada puncak sebatang pohon kurma. Ketika dia melihat Ali, dia merasa takut dan mulai menggigil. Celana dalamnya jatuh ke tanah. Ali mengamati bahwa penisnya sudah tidak ada! (Mustadrak As-Saheehain 4:39). Kemungkinan otak narator (pembuat cerita) sudah tidak ada. Dia sedang mencoba untuk meyakinkan kita bahwa Nabi biasa menyalurkan ganti rugi tanpa hak pemeriksaan/pengadilan. Versi yang lain dari kisah menyebutkan orang jahat yang lucu tertangkap di sebuah sumur. Apakah engkau tahu bahwa satu dari perkiraan tugas-tugas penting Imam Mahdi adalah untuk menggali kuburan Maria Coptic dan Hazrat Ayesha karena melempari mereka dengan batu hingga mati karena melakukan perzinahan? (Hal.62, Life Events of Seven Sahaba, “Maulana” Muhammad Manzoor Naumani, Shi’at Kya Hai?).
Sekarang perhatikan! Tabaqat Ibne Sa’d 8:104: Asma bint Noaman Jonia adalah satu dari wanita-wanita tercantik pada masanya. Ayesha berkata kepada Nabi Agung, “Engkau telah mulai menempatkan tanganmu pada perawan-perawan.” Bagaimanapun Nabi tetap menikahi Asma. Ayesha mengajari Asma untuk mengatakan, “Aku mencari perlindungan darimu pada Allah.” Asma mengucapkan kata-kata ini ketika Nabi mendekatinya. Nabi menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Dia (Asma) dikembalikan lagi. Pembaca terhormat, dapatkah narrator menjadi orang Islam yang tidak tahu malu atau seorang kafir perencanaan?
Tabaqat Ibne Sa’d 8:106: “Milikia, anak wanita dari Ka’b, telah terkenal karena kecantikannya dan keluwesannya. Nabi menikahinya. Ayesha mendatangi Milikia dan berkata, “Tidakkah engkau merasa malu bahwa engkau sedang menikahi pembunuh dari ayahmu?”
Ayesha menceritakan bahwa Nabi biasa menghisap lidahnya selagi dia sedang berpuasa. (Masnad Ahmad 6:123, Abu Dawood 15:237, Baihaqi 4:234). Apakah tiga Imam ini mempunyai rasa malu?
Tolong catat bahwa semua informasi dalam bagian ini didasarkan pada Life Events of Seven Sahaba oleh Shi’ah Ayatullah As-Syed Murtaza Hussain Nasir Ferozabadi. Saya secara pribadi telah memeriksa banyak dari referensinya dan menemukan klaimnya untuk dikoreksi bahwa dia telah memindahkan semua informasi ke dalam bukunya dari sumber-sumber Sunni.
Sekarang perhatikan ketidakmaluan dari seorang terhormat bernama Imam Ahmad bin Hanbal: Seorang wanita, Sehla, berkata kepada ibu Mu’miniin; Ayesha, “Pelayan muda suamiku, Salem, kadang-kadang mendekatiku ketika aku sedang berpakaian tipis, memandang menerobos gaun malam.” Ayesha menasehati Sehla untuk membiarkan Salem menyusu pada payudaranya sebanyak lima kali. Ayesha biasa menasehati saudara-saudara perempuan dan keponakan-keponakan perempuannya, “Jika seorang pria tidak bertalian sering mengunjungi rumahmu, biarkan dia menyusu pada payudaramu sebanyak lima kali, bahkan meskipun dia menjadi pria yang mulai dewasa.” (Masnad Ahmed bin Hanbal 6:27). Penyusun dari Life Events of Seven Sahaba menunjukkan sensitivitasnya dengan mengekspresikan kecemasannya pada keputusan dari Hazrat Ayesha dan Hanbal untuk mengabaikan sebuah isu penting: “Pria akan menangani payudara-payudara wanita.”
Nabi pada suatu saat datang menuju setumpuk timbunan sampah setempat. Dia berdiri di sana dan buang air kecil. Hammad berkata, “Nabi membuka kakinya dengan lebar ketika dia sedang buang air kecil seperti seekor unta betina ketika dia memberi susu.” (Bukhari, Kitabal Wudhu). Di sana ada Hadits yang melaporkan bahwa Nabi melarang buang air kecil dengan cara berdiri. Tidak heran, buang air kecil adalah satu dari Hal-hal umum dari perdebatan di antara Mullah Sunni dan Mullah Shi’ah.
Biarlah kita mengakhiri bagian ini dengan menyatakan kembali bahwa menurut Al Quran:
Sahabat-sahabat mulia sedang dikukuhkan dan mu’min praktis dari sebuah karakter moral yang sempurna. (8:74).
Mereka memiliki rasa hormat yang perlu dicontoh, cinta dan salam untuk satu dan lainnya. (3:103).
Allah rida kepada mereka dan mereka rida kepadaNya. (9:100).
-
BERGOLONG-GOLONGAN
Ini adalah contoh-contoh acak yang ditemukan dalam buku-buku suci dari Islam. Dapatkah orang-orang Islam percaya atau bahkan pikiran sehat manusia menghasilkan sampah-sampah ini?
Di India, Allah telah menamakan diriNya Khwaja Ghareeb Nawaz. (Malfoozat-e-Chisthi Ajmeri 4:149).
Aku tetap berdiri selama 20 tahun tanpa makan atau minum karena aku sedang melakukan refleksi. (Rahat il-Quloob, Nizamuddin Awila).
Orang-orang yang menceritakan Hadits berkata bohong bahkan tanpa tujuan. (Imam Muslim dalam kata pengantarnya pada Saheeh-Muslim, Mesir hal.13-14).
Hazrat Ali melaksanakan shalat Maghrib, tapi dia sedang mabuk dan membacakan Al Quran dengan salah. (Abu Dawood dalam koleksi Haditsnya, Seerat-un-Nabi oleh Allama Shibli Na’mani 2:88).
Aku mengumumkan bahwa Shams Tabrez adalah Shamsku (Matahari) dan dia adalah Tuhanku. Mengomentari hal.di atas, Ibn-Baham menulis bahwa Mullah Rumi adalah homoseksual dan dia sedang jatuh cinta dengan anak laki-laki Shamz Tabrez. (Uraian pada Mathnawi Rumi oleh Ibn-Baham).
Satu dari Ibu Mu’miniin, Hafsa, mendapati sang Nabi berhubungan intim dengan Maria Coptic dan dia dengan kasar memarahinya. (Shibli Na’mani referensi Tabarani, Seerat-un-Nabi 1:321)
Wanita yang mengubur seorang gadis hidup-hidup dan gadis yang telah dikubur maka keduanya akan pergi ke neraka. (Mishkat, Babul Qadar-wal-Imaan). Apakah kesalahan dari gadis kecil miskin yang telah dikubur hidup-hidup?
Tidak seorangpun mengumpulkan Al Quran dalam kondisi lengkapnya kecuali Ali dan keturunan-keturunannya. (Usool Kafi 1:441).
Nabi akan memegang kunci dari pintu menuju surga. Dia akan mengetuk pintu yang akan dibuka, dan Allah akan memutar dirinya sendiri keluar dari sebuah kursi. Kemudian Nabi akan jatuh ke dalam kesedihan. (Musnad-e-Ahmed bin Hanbal). Injil dalam rombongan yang baik sedang menugaskan seorang pria mencitrakan Tuhan dan membatasinya menuju surga-surga.
Seorang pria mengeluh menjadi bujangan. Nabi menasehatinya untuk mengambil seekor merpati betina sebagai istrinya. (Imam Al-Muhaddith Al Qayyim, Tibb-e-Nabawi, Al Minaril Hanif hal.106, Zadil Ma’ad).
Rasul Allah melihat seorang pria sedang memburu seekor merpati betina. Dia berkata, “Lihat, seekor Satan sedang memburu seekor Satana.” (Abu Daud 4940, Ibne Majah 3765, Hanbal 2:365).
Beberapa orang bid’ah dibawa ke hadapan Hazrat Ali dan dia membakar mereka hidup-hidup. Dapatkah Hazrat Ali melakukan apa saja yang berlawanan dengan Al Quran? (Bukhari, Kitabul Murtadin).
Ali memiliki seluruh Al Quran. Abu Bakr dan Umar menolak untuk mengambilnya. Ali berkata, “Satu dari keturunan-keturunanku (Imam Mahdi) akan menyampaikan ini dan menjalankan ini.” (Faslul Khitab, Mishkatil Asrar hal.37).
Sheikh Abu Bakr Shibli mengajari sebuah syahadat baru kepada murid-muridnya: “Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Shibli adalah utusanNya.” Jika seseorang keberatan dia akan berkata, “Aku hanya sedang menguji.” (Malfoozat Khwaja Nizamuddin Awlia, Fawaidul Fawad hal.404).
Orang-orang memiliki perbedaan kepercayaan tentang agama. Saya percaya dalam Yahudi, Hindu, Kristiani, dan Zoroaster. (Ibne Arabi, Fasoos ul Hukm). Sheikh Mohiuddin Ibne Arabi masih dipercayai sebagai salah satu orang-orang suci terbesar dalam Islam!
Nabi suatu saat berdoa di Ka’bah selagi orang-orang kafir hadir di sana. Setan menyebabkan dia mengucapkan kata-kata ini, “Berhala-berhala ini Laat, Manaat, dan ‘Uzza adalah patut dimuliakan dan campur tangan mereka diterima.” (Imam Tabari, Seerah-tun-Nabi oleh Shibli Na’mani 1:146). Salman Rushdie didasarkan pada judul dari bukunya, Satanic Verses (Ayat-ayat Setan), pada Hadits bualan ini. Mengapa seseorang tidak menempatkan sebuah karunia di atas kepala Tabari untuk penghujatan ini?
Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Ada tiga jenis buku yang tidak punya dasar yakni; peperangan, dan impian-impian dari Nabi serta Tafseer.” (Seerat-un-Nabi oleh Ulama Shibli Na’mani 1:27).
Al Quran Ali lebih besar dan tidak dapat diubah. (Anwaar Na’mania, Muhaddith Nai’matullah Al-Jazairi). Tak seorangpun mengatakan dimana Al Quran versi ini bisa dilihat.
Nabi berkata, “Aku melihat Allah dalam mimpiku sebagai seorang pria muda dengan rambut tebal, berpakaian hijau, sandal keemasan, dan sebuah kerudung emas pada wajahnya.” (Dar Qatani 2:357, Tabarani, Baihaqi). Pembaca akan mencatat di lain halaman di buku ini Tuhan dilukiskan seperti seorang wanita dalam kisah-kisah yang lain.
Al Quran telah dikumpulkan oleh orang-orang yang penuh dosa. (Ulama Baqir Majlisi, Miratul Uqool, Sharah Usool 1:171).
Al Quran seperti yang diperlihatkan oleh Jibril memiliki 17.000 ayat. Sekarang hanya memiliki 6.200 lebih. (Faslul Khitab hal.338). Tetapi Allah menjanjikan kepada penjaga Kitab tersebut. (15:9. 75:17-19. 85:21-22).
Nama-nama dari tujuh puluh Quraisy (Qureshite) telah dijatuhkan dari Al Quran. Hanya nama Abi Lahab yang dimasukkan untuk menganiaya Nabi karena dia adalah paman Nabi. (Hazrat Ali kepada Ibne-Nabat, Tafseer Miratil Anwaar).
Banyak buku-buku tentang Fiqih, seperti Fatawa Alamgeeri, mengajari cara-cara untuk melepaskan diri dari cengkeraman hukum. Bagian-bagian ini disebut ‘Kitab-ul-Heel’ (Bagian atas penipuan hukum). Di halaman 408, edisi yang sangat banyak ini menasehati bahwa cara aman untuk mencuri sesuatu adalah dengan dua pencuri saling berpegangan tangan. Satu orang masuk ke dalam dan satunya lagi masuk lewat belakang, mengumpulkan barang-barang berharga, dan melewati pasangannya yang menunggu di luar. Tak satupun dari keduanya akan menghadapi hukuman yang sah.
Malaikat-malaikat membawa pesan-pesan kepada para Imam yang bahkan Nabi tidak menerimanya. (Tafseerul Burhan 4:484).
Pembaca terhormat, banyak buku dari Hadits, sejarah dan Seerah (Biografi dari Nabi Agung) menggambarkan Nabi ke dalam perilaku yang sangat mengerikan. Ini sungguh-sungguh menyakitkan untuk mengulang rincian-rinciannya, tetapi mereka mengakhiri dengan mengatakan bahwa mata Nabi dengan menderita dilebarkan dan diperbaiki pada langit-langit. Abbas pamannya diriwayatkan berkata, “Aku mengenali keluarga itu. Wajah-wajah mereka menjadi berubah pada saat kematian.” Sejarah-sejarah yang sama menceritakan kepada kita bahwa sahabat-sahabat Nabi meninggalkan mayat Nabi sendirian selama tiga hari. Mullah Jalaluddin Rumi menulis sebuah bait yang menggambarkan sebuah adegan:
Karena sahabat-sahabat Nabi mencintai dunia berlebihan
Mereka meninggalkan Nabi tanpa sebuah peti mati dan pemakaman
Al Quran menyebutkan Nabi Agung sebagai Al-Muzammil” (Hakim terbaik dari sahabat-sahabat dan pengikut). Dapatkah Dia memilih untuk sahabat-sahabatnya itu mengenai gambaran Mullah Rumi, para narator Hadits dan para Mullah?
Seperti ayat-ayat yang sedang ditambahkan ke dalam Al Quran, yang dungu, bodoh, dan patut dicela. (Ehtijaj Tabrasi hal.126).
Ini adalah beberapa Hadits yang menghibur dari koleksi Mullah Ali Qari, Matba’ Mujtabai:
Melihat sebuah wajah cantik mempertajam mata.
Tidak pernah memakan melon tanpa Zibh (pembunuh ritual).
Brinjal (terong) adalah sebuah obat mujarab untuk semua penyakit.
Orang Islam adalah seorang yang ramah (sweet) dan gemar makan manisan (sweets).
Seseorang yang jatuh cinta dan menyisakan kesucian mencapai tingkat seorang syuhada.
Kumpulan dan susunan dari Al Quran telah dipercayakan kepada seorang pria (Hazrat Uthman) yang merupakan musuh dari sahabat-sahabat Allah. (Ehtijaj Tabrasi hal.132). Di sana ada banyak bukti internal dalam Al Quran bahwa Kitab ini tersedia dalam lembaran dalam bentuk buku dari kehidupan Nabi. Buktinya adalah dimulai dengan pernyataan, “Inilah sebuah Buku (Al-Kitab/Ketetapan) yang tidak ada keraguan di dalamnya.”
Imam Baqir berkata, “Fahasha berarti Abu Bakr, Munkar berarti Umar dan Baghyi berarti Uthman. (Imam Baqir kepada Dawood, Tafseer Miratul Anwaar hal.258).
Allah akan meemaafkan segala dosa kecuali Syrik (persekutuan yang lain denganNya). Ayat ini berarti Allah memaafkan setiap orang kecuali mereka yang menyangsikan dalam Vilayat (penguasaan dan terusan/warisan) dari Ali. (Tafseer Ayashi 1:245).
Orang yang menyangsikan dalam Vilayat dari Ali seperti seorang pemuja berhala. (Tafseerul Burhan 2:35).
Allah berkata, “Wahai Muhammad! Jika kamu menetapkan siapa saja kecuali Ali sebagai penerusmu, semua perbuatanmu akan menjadi sia-sia dan kamu akan berada di antara pecundang.” (Tafseer Qummi 2:251). Penerus pertama tidak ada kecuali Hazrat Abu Bakr.
Orang pertama yang mengambil sumpah kesetiaan di atas tangan Imam Mahdi adalah Nabi Muhammad. (Basair-ud-Darajat hal.213).
Nabi Jonah (Yunus) menyangkal suksesi dari Ali. Allah menaruhnya di dalam perut ikan paus hingga dia menyesalinya. (Tafseerul Burhan 4:37). Nabi Yunus telah wafat ribuan tahun sebelum Hazrat Ali dilahirkan.
Imam Ja’far sadiq berkata bahwa Nabi Abraham adalah salah satu dari pengikut Shi’ah Ali. (Tafseerul Burhan 4:20). Nabi Abraham telah wafat 3.000 tahun sebelum Hazrat Ali dilahirkan.
Nabi Job (Ayub) mendapat penderitaan karena dia meragukan Vilayat Ali. (Tafseer Miratul Anwaar hal.70). Sekali lagi, ribuan tahun sebelumnya!
Imam Raza berkata, “Ada 70.000 isi dunia ditetapkan hanya untuk satu tugas. Tugas itu adalah untuk mengutuk terus-menerus Abu Bakr dan Umar.” (Tafseerul Burhan hal.47).
Selama masa dari tiga Khalifa pertama (Abu Bakr, Umar dan Uthman), benar jadi salah dan salah jadi benar. (Ehtijaj Tabrasi hal.154).
Hamba Allah berarti Ali dan pemujaan terhadap Allah berarti menerima Vilayat, Imamat dan Khilafat dari Ali. (Miratul Anwaar hal.59 dan 232).
Imam Ja’far Sadiq berkata, “Kami adalah Imam Shalat, Zakat, Saum, dan Haji. Kami adalah Makkah dan Ka’bah dan kami adalah wajah Allah.” (Ref. yang sama hal.217).
Derajat seorang suci (Wali) adalah lebih tinggi dari seorang Rasul Allah itu sendiri. (Sheikh Abul Fazl Sarsi, Malfoozat hal.131).
Imam Ja’far Sadiq berkata, “Shalat berarti Nabi, Ali, Fatima, Hasan, dan Hussain. Shalat Wusta (Shalat Pertengahan/Middle) di dalam Al Quran berarti Ali.” (Tafseer Ayashi 1:127).
Keduabelas Imam menciptakan semua Hal-hal ini. Mereka adalah pemberi nafkah dan mereka mengendalikan hidup dan mati. Mereka mengirim orang-orang ke surga dan neraka. (Miratul Anwar hal.67).
Gunung Sinai terbelah menjadi beberapa bagian ketika Nabi Musa meminta untuk melihat Allah. Itu hanyalah cahaya dari seorang pengikut Ali bahwa Musa melihat dan menghancurkan gunung. (Tafseerul Burhan 2:35).
Para pengikut Ali mengajari tatakrama kepada Muhammad. (Tafseerul Burhan 1:540).
Imam Ja’far Sadiq berkata, “Shalatnya seorang Naasibi (bukan Shi’a) adalah bukan apa-apa kecuali perzinahan.” (Tafseerul Burhan 4:453).
Menurut Abdul Qadir Jaelani, Shalatnya seorang Shi’ah bukan apa-apa kecuali kecuali pemujaan berhala. (Ghania-ti-Taliban).
Sekarang jalan lucu untuk mencapai kesalehan terakhir: Seseorang yang melakukan Mut’ah sekali dalam hidupnya menjadi sama derajatnya seperti Hussain. Seseorang yang melakukan dua kali akan sama seperti Hasan, tiga kali akan sama seperti Ali dan empat kali akan sederajat sama seperti Nabi Muhammad. (Tafseer Minahj As-Sabiqain).
Imam Ja’far berkata, “Aku berbicara dalam sebuah cara yang mempunyai tujuh puluh perbedaan makna/arti. Aku mengambil arti yang aku inginkan.” (Asas-il-Usool hal.65).
Mashaf (Kitab Injil) Fatima tiga kali lebih besar dari Al Quranmu. Ini tidak membawa satu katapun dari Al Quranmu. (Abu Baseer memaparkan Usool Kafi). Dimana ini?
Seorang yang menyembunyikan keimanan/kepercayaan dihormati oleh Allah. Seorang yang menampakkan kepercayaan ditolak oleh Allah. (Usool Kafi, Bab Taqiyyah).
Taqiyyah (menyembunyikan kebenaran) adalah pondasi dari kepercayaan. (Ash-Shafi 1:72).
Imam tabari adalah seorang Shi’ah tetapi menghadirkan dirinya sendiri sebagai seorang Sunni melalui Taqiyyah. (Ulama Tamanna Imadi, Tasveer ka Doosra Rukh).
Lihatlah sumbangan penghinaan ini atas nama Nabi Agung: Hari Selasa adalah hari berdarah. Pada hari ini pendarahan menolak untuk berhenti. (Abu Dawood Hadith #3862 and Bukhari).
Lagi atas nama Nabi, Hadits Tirmizi merekam sebuah omong kosong mengerikan: Ada sebuah samudera di atas surga ke tujuh. Pada samudera itu berdiri tujuh kambing gunung. Pada punggung dari kambing yang luar biasa besarnya itu beristirahat singgasana Allah!
Ulama Badruddin Aini dan Hafiz Ibne Hajar Asqalani menulis kunci-kunci menuju “buku paling otentik setelah Al Quran,” seperti Bukhari. Mereka menceritakan bahwa Imam Malik dan Imam Shafi’I biasa melakukan berhubungan intim melalui dubur dengan istri-istri mereka dan percaya bahwa itu diizinkan. (Kunci-kunci kepada koleksi dari Bukhari).
Seorang wanita yang sangat cantik biasa datang ke masjid Nabi untuk berdoa. Beberapa sahabat membuat ini sebagai suatu kesempatan untuk berdiri di garis belakang supaya dapat melihatnya. Imam Tirmizi mengatakan di dalam koleksinya bahwa ayat Al Quran, “Kami mengetahui yang pertama dan yang terakhir”, menyinggung kepada para penonton ini! Apakah ini karakter dari sahabat-sahabat yang terhormat dari sang Nabi? Kita telah melihat kesaksian Al Quran tentang mereka di atas.
Ketika Al Quran menyatakan bahwa wanita-wanitamu adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka, ini berarti bahwa suami dan istri menanggalkan pakaian di atas tempat tidur dan saling melingkarkan satu dengan yang lain. (Imam Ibnil Qayyim, Tibb-e-Nabawi hal.481).
Imam Ata berkata, “Di sana tidak ada kejahatan di dalam diri seorang budak gadis yang hamil dimana pun kamu inginkan.” (Penjelasan dari Bukhari, Matba’ Noor Muhammad, 1:492).
Ada dua macam ular yang bisa membutakan seorang pria hanya dengan melihat ke dalam matanya. (Imam Ibnil Qayyim, ‘Tibb-e-Nabawi’, penjelasan Hadits Imam Muslim). Tidak pernah lepas dari Discovery Channel pada TV. Mungkin suatu hari nanti makhluq-makhluq mistikal ini akan muncul.
Cerita-cerita tadi hanyalah sebuah contoh dari sebuah gudang yang tidak ada habisnya dari kemustahilan. Masih sulit untuk dimengerti mengapa orang-orang Islam masih sengsara tanpa memperhatikan di benua mana mereka tinggal? Ini juga menjelaskan mengapa untuk beberapa abad silam, Umat Muslim telah gagal untuk menghasilkan satu cendikiawan dari catatan.
OBSERVASI DARI SEORANG MU’MIN SEJATI
Fazil ‘Uloom-e-Deeniya, almarhum Dr. Capt. Masooduddin Usmani (w. 1985). Tolong catat bahwa dermawan Muslim terbesar ini telah pergi melewati semua pendidikan Madrasah yang ditempuh para Mullah tempuh. Tetapi Tuhan telah memberkatinya dengan sebuah pikiran kritis.
IMAN-E-KHALIS (Kepercayaan Murni)
Fazil ‘Uloom-e-Deeniya, pada akhirnya dikenal sebagai Dr. Capt. Masooduddin Usmani, adalah seorang dokter di Karachi, Pakistan. Pekerjaannya atas prinsip-prinsip dasar Al Quran sungguh-sungguh patut diperhatikan. Dia bukan orang yang mengindahkan kepribadian orang lain ketika ini datang menuju usaha penjagaan kehormatan dari Islam. Berikut adalah beberapa petikan dari karya besarnya, Iman-e-Khalis dia menyusun pelanggaran besar oleh banyak orang terkenal dan memuja-muja para Mullah dan Sufi.
Ayahku, Maulana Syed Muhammad Zakaria telah mempengaruhi seluruh dunia dalam dirinya. Dia hidup di antara para singa dan cheetah di dalam hutan di propinsi Bombay. Hazrat Ali menyelenggarakan upacara pernikahan orang tuaku (di abad ke-19). (Mullah Yousuf Bannuri, 1975).
Perbedaan antara aku dan sisa dari ciptaan/dunia seperti bumi dan surga! Jangan memahami diriku seperti yang lain, bahkan para Nabi. (Sheikh Abdul Qadir Jeelani).
Malaikat-malaikat memulai perjalanan sepanjang lintasanku ketika aku baru berumur 10 tahun. (Abdul Qadir Jeelani, Malfoozat).
Shalat adalah sebuah rintangan antara pria dan Tuhan. (Junaid Baghdadi, Ahqaqul Haq 1:83). Tolong ingat bahwa Junaid Baghdadi dianggap sebagai satu dari orang suci terbesar sepanjang zaman.
Mata Allah menjadi sakit dan semua malaikat-malaikat mengunjunginya dengan cara empati. Allah telah menangis berkelanjutan di atas banjir Nuh (Noah). (Imam Shehristani Al-Milil-wa-Al-Nihal.1:97). Mereka juga menjadi sakit dari tangisan pada tragedi Karbala, menurut Malhoof, Maqtal-il-Hussain dan banyak buku-buku yang serupa.
Allah duduk di kursiNya, tetapi kursi beristirahat di kakiNya seperti sandal. (Tabari 1:21). Dapatkah anda membuat hal.lain di luar ini?
Aku melihat Allah dalam bentuk seorang wanita muda dengan rambut panjang. Hazrat Abdullah Ibn Abbas berkata, “Hanya orang gila yang bisa menyangkal Hadits ini.” (Mullah Ali Qari, Mauzoo’at-e-Kabeer berarti ‘The Great Forgeries’).
Shah Waliullah membuat 40 Hadits di bawah judul Durr-e-thameen. Dia mengklaim bahwa Nabi datang kepadanya beberapa kali dan mengatakan ini dan melakukan itu. (Dr. Masood-ud-Din Usmani, Iman-e-Khalis hal.74). Tolong ingat bahwa Waliullah dilahirkan sebelas abad setelah Nabi Agung wafat.
Suara yang didengar oleh Musa di Toor (Gunung Sinai) adalah suara Ali (Iman-e-Khalis, hal.34. Dr. Masood-ud-Din Usmani menyebut banyak kegilaan di dalam karya besarnya). Banyak cerita yang lain menginginkan kita mempercayai bahwa Hazrat Ali adalah tuan rumah atas langit-langit saat Nabi menjadi tamu selama Me’raaj. Ini bukan Allah, tetapi Ali di belakang tirai berbicara kepada sang Utusan. Jadi Hazrat Ali adalah Tuhan!
Mullah Muhammad Qasim Nanotwi melihat dalam mimpinya bahwa dia sedang duduk dalam pangkuan Allah. (Biography dari Mullah Qasim Nanotwi oleh Mullah Muhammad Yaqoob Nanotwi). Kedua Mullah ini adalah ‘founding fathers’ dari Darul terkenal ‘Uloom of Deoband, India, produser borongan para Mullah. Pikirkanlah keadaan murid-murid mereka!
Jika kamu menguntai sebuah tali ke dalam tanah ini akan jatuh pada Allah. (Hadits Tirmizi, Tafsir Surah Al-Hadeed 2:530).
Tolong ingat bahwa kutipan-kutipan ini telah diambil dari IMAN-E-KHALIS (Kepercayaan Murni/The Pure Belief). Saya secara pribadi telah memeriksa banyak dari referensi-referensi ini untuk keakuratan dan menemukan mereka yang sebenarnya.
Orang yang mati akan ditanya di dalam kuburan, “Siapa Tuhanmu? Siapa Nabimu? Apa kepercayaanmu?” Jika jawaban yang muncul, “Abdul Qadir Jeelani,” mereka akan melewati ujian. (Malfoozat-e-Jeelani, uraian oleh Moinuddin Chishti Ajmeri).
Rasul yang lain akan datang dan dia akan mengikuti Abdul Qadir Jeelani. (Ahmad Raza Khan Barelwi, Hadaaeq Bakhshish Kamil hal.120).
Ketidaksopanan kepada orang suci lebih membahayakan dari ketidaksopanan kepada Allah. (Mullah Ashraf Ali Thanwi, Al-Ashraf Periodical Nov. 1991 hal.23).
Jangan membaca Al Quran DENGAN pemahaman agar kamu tidak tersesat. (Mullah Ashraf Ali Thanwi, Fazaael-e-A’maal hal.216).
Penundaan doa akan menyebabkan seseorang dibakar dalam api neraka untuk 20.88 juta tahun. (Mullah Zakaria Kandhalwi, Fazaael Namaz hal.317). Dengan standar ini, Mullah Khandhalwi sendiri layak diharapkan untuk menikmati api neraka hingga keabadian.
ISLAM YA MASLAK PARASTI? (Islam Atau Sekterianisme?) Oleh Fazil ‘Uloom-e-Deeniya, pada akhirnya dikenal sebagai Dr. Capt. Masooduddin Usmani (w.1985). Tolong catat lagi bahwa dermawan Muslim terbesar ini telah pergi melewati semua pendidikan Madrasah yang para Mullah tempuh. Tetapi Tuhan telah memberkatinya dengan sebuah pikiran kritis.
Islam Ya Maslak Parasti? Buku besar lain oleh Dr. Capt. Usmani. Maslak Parasti bisa diterjemahkan sebagai Sekterianisme. Pada halaman 154, dia menulis: Menurut Al Quran apa saja yang dipersembahkan kepada yang lain selain Allah adalah Haram (Terlarang). Adalah Mullah kita yang mendeklarasikan seperti sesuatu yang Haram sebagai yang Halal (diperbolehkan), dan dengan kuat menganjurkan Kemusyrikan ini:
Koondas atas nama Imam Ja’far Sadiq.
Halwa dari Shab-e-Barat atas nama Owais Qarni.
Haleem dan Sherbet atas nama Imam Hussain.
Niaz ke-11 atas nama Jeelani.
Bacakan seluruh Al Quran dalam satu raka’at seperti yang dilakukan orang suci! (Fazaael-e-Namaz, hal.64). Itu tugas yang mustahil dari pembacaan seluruh Al Quran lebih dari 50 kali dalam satu hari! Sudah tentu, itu kemustahilan manusia, tidak perduli dimanapun penerbangan imajinasi seseorang akan membawanya.
Kursi dan air kencing Nabi telah digunakan sebagai makanan dan minuman. Orang-orang telah disembuhkan oleh konsumsi ini. (Mullah Tahirul Qadri, menurut dugaan dia adalah seorang reformis Mullah modern hari ini, Islam Ya Maslak Parasti hal.130).
Orang-orang suci berdoa 2.000 Raka’at setiap hari. Mereka selalu berdiri sebulan penuh saat Ramadhan membacakan Al Quran dua kali sehari! (Tableeghi Nisab Fazaael-e-A’maal). Wow! Keduniawian yang lain dan kemustahilan fisik.
Semua orang suci, yang mati atau yang hidup, biasa mendatangi ceramah Abdul Qadir Jeelani (w.1166). Bahkan Nabi biasa untuk menghadirinya secara teratur. (Abdul Haq Muhaddith Dehlawi, Akhbarul Akhbar hal.39). Memanggil ulang bahwa Nabi telah meninggal pada 632 M.
Aku tidak pernah berhasrat untuk melihat Allah. Allah berhasrat untuk melihat aku. (Bayazid Bustami Malfoozat hal.141).
Imam Ja’far Sadiq berkata, “Jaga hubungan baik dengan musuh-musuhmu, tetapi lawan mereka dengan hati dan tindakanmu.” (Usool Kafi, Ash- Shafi, Bab Taqiyyah 1:72). Dapatkah Imam Ja’far Sadiq mengatakan itu?
“La Ilaha Ill Allah” (Tidak ada Tuhan kecuali Allah) dalam kenyataannya berarti, “Tidak ada Imam kecuali Imam sepanjang waktu.” (Dr. Mukhia Zahid Ali, The Reality and the System of Religion hal.408).
Pengetahuan dimulai dari Nabi dan diakhiri dengan para Imam. (Kitab Ash-Shafi 1:291)
Mu’awia meninggal oleh Yazeed di pundaknya. Nabi berkata, “Seorang penghuni neraka sedang mengendarai seorang penghuni surga.” (Malfoozat Hazrat Fariduddin Ganj Shakar). Bagaimana bisa kita membeli rongsokan ini ketika Yazeed dilahirkan 16 tahun setelah kematian Nabi?
Pria-pria di surga akan melihat awan-awan di atas kepala-kepala mereka. Sebuah suara akan terdengar, “Berkata! Pancuran Hujan macam apa yang kalian inginkan?” Mereka akan berkata, “Biarkan payudara besar para wanita menghujani kita.” Kemudian wanita-wanita itu akan menghujani di atas mereka. “Sukses yang Paling Mewah” dari Al Quran bukan apa-apa kecuali karunia ini. (‘Maulana’ Muhammad Juna Garhi, Terjemahan dari Tafseer Ibn-Kathir, bagian 25 hal.11). Tidakkah pancuran itu mematahkan leher-leher mereka?
Jika sebuah persetubuhan hasrat suami-istri, wanita seharusnya menyelinap ke dalam tempat tidur dari pria. Tidak ada hukuman akan dilaksanakan kemudian. (Fatawa Alamgiri dikumpulkan oleh 500 ahli hukum India, selama akhir dari abad ke-17, hal.337).
Sebuah ayat Persia dari Mullah Jalaluddin Rumi diterjemahkan: Aku telah mengembangkan pikiranku dengan esensi Al Quran dan melemparkan tulang-tulang untuk anjing-anjingmu. (Matnawi Mullah Rumi). Dapatkah kita berpikir dari sebuah kesombongan yang lebih besar dan menjijikkan?
Tiga Khalifa pertama dari Islam dengan buruk merebut susu sapi dari Khalifa dan aku melihat perampasan dari kekayaanku. (Nehjul Balagha, Khutba Shaqshaqia, menurut dugaan sebuah alamat dari Hazrat Ali hal.136). Khalifa, menurut Al Quran, adalah sebuah perkara dari penasehatan. Ini bukanlah kekayaan siapa-siapa. Kehormatan sahabat melindungi sedikit untuk keuntungan-keuntungan duniawi. Oleh sebab itu, Hazrat Ali tidak bisa mengucapkan kata-kata seperti itu.
Pembaca terhormat, sekarang mohon baca tentang Syrik (Politeisme) dari mereka yang menda’wahkan Tauhid (Monoteisme). Risala Tazkara of Darul ‘Uloom, Deoband of 1965 mengklaim, “Siapa saja yang menderita malaria ambillah debu dari makam “Maulana” Yaqoob Nanotwi dan taruh debu itu pada tubuhnya, maka dengan segera menemukan kesembuhan.”
Potongan gurauan Allah dengan Ulama dari Deoband: Satu dari mereka pergi ke sebuah sumur untuk wudhu (pensucian). Dia (Allah) menurunkan timba ke dalam sumur. Kemudian ini kembali ke atas penuh dengan perak. Pria suci berkata kepada Allah, “Jangan bercanda terus! Aku bisa terlambat untuk berdoa.” Dia menurunkan timba lagi dan kali ini kembali ke atas penuh dengan emas.” (Ref. yang sama, April 1965).
Kuburan menghancurkan segalanya di dalam tubuh kecuali tulang ekor (tailbone), dan pria akan diciptakan kembali dari tulang ekor ini. (Fatahal.Bari 8:689).
Demi Tuhan! Perbuatan-perbuatanmu diperlihatkan padaku pagi dan sore. (Imam Ahmad Raza Barelwi, Malfoozat bagian I hal.137).
Imam Ibn Taimiah menulis bahwa Hazrat Ayesha mempercayai tidak ada kehidupan di dalam kuburan adalah kekeliruan yang besar. (Al-Minhaj Al-Wahbia). Lihat Al Quran 36:51-52 yang disebutkan di atas.
Mungkinkah Allah memberkatinya, Dr. Capt. Masooduddin Usmani adalah seorang Mu’min sederajat yang bagus. Dia memperjuangkan jihadnya ke arah Keesaan Allah dan ke arah kebebasan masa Muslim dari benteng para Mullah dan Sufi. Suaranya yang bagus sekali dan berani telah ditundukkan oleh sebuah pasukan besar dari alim ulama (Priesthood) Islam dari masa aktifnya (1960s-1980s). Seperti semua ide-ide yang berani dan benar, karya-karya Dr. Usmani tidak bisa ditahan selamanya, dan sekarang mereka sedang membuat kemajuan melewati India dan Pakistan. Karya-karyanya tersebar bebas dari Masjid Tawheed, Keemari, Karachi. Umat Muslim membutuhkan lebih banyak cendikiawan-cendikiawan seperti dia.
OBSERVASI DARI SEORANG MUSUH YANG CERDAS
Pembaca yang terhormat, saya telah menemukan sekitar 10.000 pelanggaran-pelanggaran dan penghinaan-penghinaan seperti yang telah ditampilkan. Ratusan pelanggaran tersebut dimasukkan di buku ini. Demi kepentingan waktu, buku telah diringkas tanpa mengkompromikan gambaran sebenarnya. Mari kita lihat Ajami, atau Alien, Buatan, Tiruan, Kepercayaan yang Salah dari Maulvi, Islam Nomor Dua (N2I) melewati mata cendikiawan seorang non-muslim yang jelas dalam buku yang baru diterimanya.
“Saya sungguh-sungguh menginginkan orang-orang Islam untuk bisa bebas dari cengkeraman-cengkeraman Islam. Sungguh ini adalah kepercayaan yang aneh! Di sini, seorang bid’ah harus kehilangan kepalanya dan sebuah pernikahan dan penyempurnaannya dengan gadis-gadis kecil dengan sempurna diizinkan. Kalian melihat mistis adalah benar dan menyisakan keajaiban-keajaiban. Ahli-ahli hukum mengajari cara-cara untuk meniadakan hukum. Pemukulan terhadap para wanita diperbolehkan. Imam-imam mereka mendefinisikan tugas suci dari seorang wanita adalah tinggal tertutup di rumahnya dan menjadi sumber kenikmatan untuk suaminya. Malaikat-malaikat akan mengutuknya semalaman jika dia menolak berhubungan intim. Islam yang saya lihat mempercayai Yesus sebagai Tuhan. Mereka percaya dengan Kelahiran Perawan, Mi’raj, dan kembalinya Yesus Kristus. Muhammad tidak mengetahui bahwa Jibril mengunjunginya hingga seorang cendikiawan dan rahib Kristiani, Waraqa bin Nawfil mengatakan kepadanya apa yang terjadi. Waraqa setelah itu menyisakan seorang yang menyangsikan Muhammad. Nabi Islam mendatangi ke sebelas istrinya setiap malam. Dia memotong tangan-tangan dan kaki-kaki dari pemberontak, mencongkel mata mereka, melempar mereka ke dalam pembakaran, menolak untuk memberikan air pada mereka, dan menyerahkan mereka pada sebuah penderitaan kematian. Dalam kepercayaan bodoh ini, percaya dalam setan-setan, mata kejahatan, jimat, membungkuk kepada orang-orang suci, bersedih-sedih di kuburan, semuanya menunjukkan ketaatan seseorang. Islam adalah kepercayaan paling fatal di bumi. Banyak percaya dengan takdir adalah satu dari bacaan-bacaan iman. Pada akhirnya, Tuhan mereka adalah seorang yang kejam dan pemurung dari watak pemarah yang mudah menguap. Dia dapat dengan mudah geram dan gembira. Buku Hadits dan Fiqih Islam telah diisi dengan pornografi.
Tidakkah pengamatan-pengamatan cendikiawan ini terlihat cukup beralasan? Sayangnya, dia hanya mengetahui Islam Nomor Dua (N2I) yang telah disebarkan oleh para Mullah dan Sufi. Tolong catat bahwa cendikiawan ini, yang telah meminta untuk menyisakan tanpa nama, sedang meninjau ulang pendirian-pendiriannya setelah membaca naskah dari Para Penjahat Islam. [Dia akhirnya memeluk Islam di tahun 2005 hanya setelah mempelajari dua buku kami. Al-Hamdulillah].
DEWAN PENASEHAT (SHURA) 1999-2000
Supaya bisa menemukan solusi untuk situasi yang menyedihkan dari N2I yang merajalela ini, sebuah “Shura” persembahan orang-orang Islam telah digelar. Dewan Shura ini datang dengan sebuah rencana bulat. Hasil adalah apa yang sedang di tangan Anda dalam bentuk buku ini.
Kami berharap bahwa buku Para Penjahat Islam akan dengan efektif mengecilkan lebih jauh perkembang-biakan dari kebohongan ‘suci’. Kami juga berharap kepada orang-orang Islam, setelah membaca buku ini, akan mengembangkan tingkah laku penyeleksian pernyataan-pernyataan di dalam buku-buku Islam dengan Cahaya Al Quran yang merupakan Kriteria terakhir (Al-Furqan) yang ditetapkan oleh Tuhan.
Kami merasa bahwa organisasi-organisasi Islam besar dan pemerintah-pemerintah Muslim seharusnya mengambil ukuran-ukuran dasar untuk membersihkan buku-buku kita dari semua materi yang tidak sopan.
Para anggota dari Shura kami adalah pria-pria dan wanita-wanita yang memiliki integritas dan berpengetahuan. Mereka semua orang-orang Islam di luar sekterianisme. Mereka secara penuh menyadari bahwa Islam adalah satu-satunya harapan untuk masa depan umat manusia dan Al Quran adalah panduan utama untuk semua manusia. Ini bukanlah milik tunggal dari orang-orang Islam.
Ini adalah beberapa pandangan-pandangan sekilas dari rapat-rapat penasehat:
Ulama Zeeshan Qadri Naqshbandi: Kehormatan dari Nabi kami yang dicintai adalah sangat berharga bagi hati kami. Kita seharusnya tidak ragu untuk memaparkan sampah yang ada di dalam buku-buku suci kita dan menarik penulis-penulis mereka, mati atau hidup, untuk ditegur. Mereka tidak menghormati Utusan Allah yang terakhir. Tidak ada Imam, Sufi, Orang suci, Wali, Faqih, atau Sejarawan yang dapat diizinkan untuk menertawai pandangan yang tinggi dari guru terbesar umat manusia. Tradisi apa saja yang menganggap kecil Al Quran, Nabi Agung, dan sahabat-sahabatnya, atau menda’wahkan omong kosong palsu dan irasional (tidak menggunakan akal), harus dipertimbangkan sebagai pemalsuan jahat oleh pria-pria di bawah kedok apapun, walaupun dia mungkin punya nama besar.
Dr. Shuja-ud-Din Kirmani: Dengan sepenuhnya setuju. Ini adalah tugas moral kita untuk membiarkan saudara-saudara kita mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Bukankah mereka memiliki hak untuk mengetahui apa yang telah kita amati dan pelajari? Saya membayangkan mengapa generasi-generasi sebelumnya tetap diam melihat apa yang sedang terjadi!
Pengacara Sardar Hussain: Mengapa mereka tetap diam? Saya ingin memberikan pertimbangan pada pertanyaan paling penting ini kepada Sheikhul Hadith Mufti Muhammad Irshad Nizami untuk menegurnya. Saya takut bahwa meskipun referensi-referensinya akurat, dan tujuan-tujuannya mulia, buku ini bisa menimbulkan suatu respon yang sangat bermusuhan. Ini dikarenakan pengikut-pengikut yang buta dari para ‘Imam’ yang begitu emosional dan memiliki sedikit rasa toleransi. Mereka tidak bisa memahami ketulusan yang ada di balik ini, dan manfaat-manfaat masa depan dari karya pendidikan ini.
Qari Ghulam Muhammad: Jika “Para Penjahat Islam” tidak dipublikasikan, sebuah buku seperti ini tidak bisa ditulis untuk seribu tahun yang lain. Satu seperti ini tidak bisa dituliskan dalam seribu tahun terakhir.
Hakeem Sa’dat Hasan Qarshi: Kita perlu mengingat bahwa menyembunyikan kebenaran adalah suatu kejahatan menurut Al Quran. Mari kita menyampaikan fakta-fakta seperti mereka dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. Biarlah saudara-saudara Muslim kita menjangkau kesimpulan-kesimpulan mereka sendiri. Menurut Hukum-hukum Tuhan, kebenaran harus berlaku.
Dr. Musaddaq Hussain Farooqi: Setelah meninjau ulang naskah dari buku ini dan mengecek beberapa referensi, Saya telah menemukan kesimpulan bahwa pelanggaran-pelanggaran dalam buku-buku kepercayaan kita bukanlah konspirasi dari non-Muslim. Sejarawan kita, perawi Hadits atau Muhadditheen dan pembuat-pembuat cerita tidak secermat/seteliti dari yang seharusnya. Kita harus mempunyai keberanian untuk membersihkan Islam dari noda-noda ini. Ini adalah hal-hal mendasar sehingga generasi-generasi baru kita tidak gagal untuk membedakan kebenaran dari kebohongan, serta tidak kecewa dengan Islam.
Mrs. Mukhtar Begum: Saya pikir buku ini akan menjadi sebuah jasa besar bagi Islam. Kita sebagai orang-orang Islam memiliki sebuah keuntungan besar yang bangsa manapun di bumi ini tidak memilikinya. Tuhan telah menganugerahkan atas kita Kriteria pokok. Kita dengan mudah menyeleksi tradisi-tradisi ‘Islam’, perkataan-perkataan dan cerita-cerita yang berlawanan dengan teks abadi dari Al Quran. Apa saja yang menggagalkan ujian ini dapat dengan aman ditolak, tanpa mempertimbangkan siapa yang menulisnya dan kapan terjadinya.
Imam Syed Muhammad An-Noori: Setiap perbedaan orang-orang Islam, pada peristiwa, mencatat omong kosong di dalam buku-buku Islam yang terkenal. Ini adalah saat pertama dari beberapa sampah ini menjadi acara yang penting. Buku ini akan mendorong orang-orang Islam untuk kembali menuju kepada Firman Tuhan. Ini akan memungkinkan mereka untuk menyeleksi keaslian dari tradisi-tradisi kita. Orang-orang yang diberkati dengan pikiran terbuka (open mind) akan mencintai buku ini dan merasa bangkit. Mereka yang merasa nyaman di dalam kepompong dari kelontongan praduga mereka seharusnya lebih menjaga tangan-tangan mereka dari buku ini. Saya mengusulkan bahwa halaman depan dari buku seharusnya memberitahukan: “Hanya untuk pembaca yang berpikiran terbuka”.
Khateeb Al-Muhaddis Muhammad Yasin Jaafri: Sangat tepat! Harus ada suatu peringatan seperti ini pada cover. Saya sering membayangkan mengapa cendikiawan-cendikiawan besar Islam telah mengabaikan isu yang sangat penting ini. Saya telah membaca sebuah buku sekuat Para Penjahat Islam. Saya berdoa bahwa cendikiawan-cendikiawan kita dan rakyat umum menjadi sadar akan situasi yang ganjil, menghilangkan pemalsuan-pemalsuan dan mulai untuk melihat Islam dalam kemuliaan ajarannya.
Sheikhul Hadith Mufti Muhammad Irshad Nizami: Pengacara Sardar Hussain telah bertanya kepadaku suatu pertanyaan yang sangat penting. Saya berpikir di sana ada beberapa alasan paksaan mengapa cendikiawan-cendikiawan Islam harus menyampaikan isu menyedihkan ini sekarang dimana hal ini telah terbaring selama berabad-abad. Ya, penghinaan-penghinaan yang tidak terhitung tersebar dengan luas dalam ratusan buku-buku kita.
Mungkin beberapa cendikiawan di masa lalu tak sanggup untuk menyebutkan masalah ini seharusnya kepada tanggungjawab yang lain.
Banyak orang-orang cerdas yang telah membaca omong kosong ini di dalam buku-buku tradisional kita tanpa berhenti untuk berpikir.
Banyak orang-orang Islam terkait yang mencatat sampah ini tetap diam untuk menghindari fatwa-fatwa (putusan-putusan dari ketidaksetiaan) pimpinan untuk pengucilan atau mati.
Sejarah kita dimerahkan dengan darah pada tangan dari raja-raja, orang-orang zalim, kaum hartawan dan sponsor alim ulama. Mereka telah mendiamkan setiap suara dari alasan oleh semua maksud-maksud yang mungkin, bahkan melewati kekerasan, perajaman (pelemparan batu), penghukuman mati dan penyaliban. Mereka melakukan ini untuk melindungi minat pribadi mereka karena Al Quran adalah sebuah equalizer yang agung dari kemanusiaan, dan ini menutup kemewahan mereka, istana-istana, penimbunan, para selir wanita, perbudakan dan eksploitasi dari kaum miskin. Dalam hal yang bersifat umum, di sana tidak ada toleransi melawan sebuah suara perselisihan walaupun melalui Al Quran yang sedang terancam bahaya. Ancaman-ancaman, pencabutan hak, penyiksaan, penculikan dan pembantaian telah menghilangkan ‘KeKhalifaan Islam’ terutama dari abad 900 hingga 1700 M. Para sekte mempercayai sistem-sistem telah dipaksakan atas orang-orang Islam untuk politik dan tambahan-tambahan materi.
Banyak orang-orang Islam tanpa sadar percaya bahwa Imam-imam kuno kita dan Muhadditheen (perawi Hadits) adalah sempurna. Oleh karena itu, kita cenderung untuk menerima apapun yang diberikan kepada kita oleh mereka, atau atas nama mereka.
Kesalahan terbesar adalah metode kita dalam mengevaluasi tradisi-tradisi dan Hadits. Ikatan perkataan suara Allah, kita jatuh untuk kemustahilan penelitian pribadi dari pembuat-pembuat cerita sejarah dan Hadits. Usaha-usaha dari cendikiawan-cendikiawan kita dipusatkan pada percobaan untuk membuktikan reliabilitas dari para pembuat cerita. Setiap sekte dari orang-orang Islam mempunyai pilihan dari narator-narator mereka sendiri. Kekacauan ini harus diakhiri untuk menyusun persatuan di antara orang-orang Islam. Untuk sebuah solusi yang cepat, biarkan Al Quran menjadi satu-satunya hakim dari Hadits dan tradisi.
Kriteria yang lain dari keaslian harus menjadi muatan dari laporan-laporan. Apakah mereka bisa dipertimbangkan? Apakah mereka menghina Nabi Agung dan sahabat-sahabatnya yang mulia? Apakah mereka terdiri dari pornografi?
Batool Sultana Agha: Saya menyukai analisanya. Kita semua mengetahui bahwa beberapa cendikiawan-cendikiawan sejarah ‘terhormat’ kita dilibatkan dalam kekuatan politik dari raja-raja zalim. Mereka membuat Hadits dan sejarah untuk menyenangkan para penguasa dari zaman mereka. Hingga hari ini, ini bisa berbahaya untuk melawan tendensi di negara Muslim mana saja. Maksud saya bahaya ancaman pembunuhan oleh ekstrimis. Bagaimanapun, “Para Penjahat Islam” akan memaparkan:
Motivasi politik dari ‘cendikiawan-cendikiawan’ kuno.
Masalah-masalah ego mereka.
Kecemburuan melawan Nabi Agung dan sahabat-sahabatnya.
Ambisi-ambisi Sufi ajaib untuk memainkan Tuhan.
Yang terakhir, non-Muslim membuat kisah-kisah untuk buku-buku suci dari Islam di bawah nama-nama samaran orang Islam. Tetapi, di dalam pendapat sederhana saya, ini adalah sebuah faktor kecil dan paling pasti ini mengurung pada lebih dari seribu tahun yang lalu. Saya melihat musuh-musuh kita di antara kita dan dalam golongan kita.
Rubab Aqeel Naqwi: Saya setuju dengan Saudari Batool seratus persen. Tulisan-tulisan tercela di dalam buku-buku kita adalah penyebab dari semua sekterianisme dan kesengsaraan di dalam Islam. Saya pikir Para Penjahat Islam adalah suatu langkah ke arah pemurnian buku-buku ini. Ini akan menegaskan arti penting Al Quran dan penelitian alasan dasar dari literatur kepercayaan kita.
A Secret Shared, 2007 M: Beberapa tahun terakhir ini sejak 1999, harapan-harapan kita dari Ulama atau pemerintahan dan organisasi ‘Islam’ mengambil beberapa aksi atas sebuah isu serius telah berubah menjadi bukan hal penting kecuali khayalan. Tetapi, Para Penjahat Islam dan Islam Kay Mujrim telah mengganti sekeliling meja dunia. Keduanya telah diterjemahkan dan dicetak oleh orang bijaksana, bertanggungjawab dan individu tanpa pamrih ke dalam 11 bahasa dan membawa lebih dari 60 juta orang Islam dari N2I menuju Islam Al Quran, Al-Hamdulillah!
PERTANYAAN DAN JAWABAN
Para Penjahat Islam adalah versi Inggris, dan bukan terjemahan, dari buku Urdu Dr. Shabbir Ahmed Islam Kay Mujrim. Versi Urdu ini telah menjangkau ribuan pembaca Urdu di penjuru dunia (ratusan dari ribuan pada 2007). Kami telah mempunyai umpan balik berharga dari pembaca kami.
Dalam buku itu, kami menjanjikan bahwa jika 10% dari pembaca kami mempunyai pendapat yang merugikan kepentingan Umat Muslim, kami akan menghentikan publikasi ini. Sebuah pandangan cepat pada gambaran data kami bahwa 98% dari pembaca kami (Shi’ah atau Sunni) telah dengan kuat mendukung publikasi ini. 2% sisanya dengan kuat menentangnya. Untuk menyediakan pembaca dengan “gambar besar”, beberapa pertanyaan-pertanyaan umum dan komentar-komentar sekarang dihadirkan:
Pertanyaan: Apa tujuan dari buku ini?
Jawaban: Sasarannya bermacam-macam:
Untuk memberi tahu saudara-saudara kita mengenai hal-hal yang BUKAN Islam.
Meniadakan sifat dan kebiasaan budaya yang merusak, penyebaran dari buku-buku yang menyamar sebagai ajaran Islam.
Untuk membawa kesadaran tentang adanya konspirasi-konspirasi melawan Islam.
Memungkinkan generasi kita yang lebih muda untuk bisa membedakan Kebenaran dan Islam tiruan.
Menjawab keberatan-keberatan kepada Islam oleh anak-anak muda dan non-Muslim.
Untuk mendorong pembentukkan tingkah laku menuju Al Quran untuk membuktikan apa saja yang telah dihadirkan kepada kita atas nama Islam, Allah, Rasul, Imam-imam, Shari’ah dan Sunnah.
Pertanyaan: Apa yang dilakukan para penentang dari yang dikatakan buku ini?
Jawaban: Hal-hal berikut adalah keberatan-keberatan umum mereka dan jawaban kami kepada mereka:
[Ya, karena ini busuk! Dan para Mullah tolol memamerkan ini di dalam tulisan-tulisan dan khotbah-khotbah mereka. Ini tidak disembunyikan oleh seseorang yang suka untuk berpikir. Pembenci-pembenci Islam telah menulis ratusan buku-buku tentang penyerangan terhadap Islam melalui buku-buku ‘suci’ kita.]
[Iman mereka akan diperkuat dengan rasio, penuh kebajikan dari Al Quran, dan dalam Islam yang telah diperlihatkan oleh Nabi Agung. Ini akan diperlemah dalam irasional, hinaan terhadap kecerdasan manusia, keterangan-keterangan yang menghina tentang Nabi dan kehormatan sahabat-sahabatnya dan di dalam kebudayaan Sufi-Mullah.]
[Karena kebanyakan dari para Mullah (Ahbar) dan Sufi (Ruhban) mengganyang kekayaan manusia dengan salah dan menghalangi mereka dari jalan Allah. Lihat Al Quran 9:34]
[Mereka mengembangbiakkan sekterianisme, menganjurkan orang-orang Islam untuk secara buta mengikuti leluhur-leluhur sesat mereka, menyebabkan bermunculannya buku-buku buatan untuk menggantikan dan merubah Firman Allah, menyebarkan sebuah kebudayaan yang menghancurkan kemanusiaan (terutama para wanita) yang ditahbiskan atas nama Al Quran, dan mereka mengalihkan energi-energi kita dari kenyataan menuju takhayul, dari perselisihan menuju fatalisme, dan dari aksi menjadi ritual.]
Pertanyaan: Beberapa orang dapat berpikir bahwa buku anda menyediakan amunisi kepada musuh-musuh Islam.
Jawaban: Mereka memang sudah memilikinya...dan cukup banyak. Dalam beberapa abad terakhir, ribuan misionaris dan orientalis telah menyerang Islam, mengutip pernyataan-pernyataan yang sama kepada seseorang yang mengisi di dalam buku ini. Mereka memiliki akses bebas kepada buku-buku kita dari sejarah dan Hadits buatan. Sebuah contoh baru saja diterima adalah Mengapa Saya Bukan Seorang Muslim dipublikasikan pada tahun 1995. Kami tidak memiliki sebuah respon efektif dari publikasi seperti ini. Lewat Para Penjahat Islam, kita bisa memperlihatkan kepada mereka bahwa apa yang mereka serang adalah Barang Palsu, Ajami, Buatan, Islam Nomor Dua (N2I) yang merupakan sebuah bencana bagi Islam dan kemanusiaan. Islam sejati, pada tangan yang lain, adalah sebuah rahmat untuk semua manusia.
Pertanyaan: Apa yang membuatmu berfikir buku anda adalah sebuah respon efektif untuk menjawab kritik-kritik kepada Islam?
Jawaban: Karena yang mereka gunakan untuk menyerang Islam telah ditunjukkan pada buku ini untuk memperlihatkan pemalsuan.
Pertanyaan: Siapa penentang-penentang paling bergairah dari buku versi Urdu?
Jawaban: Para Mullah dan orang-orang lain yang pikirannya tertutup.
Pertanyaan: Dan respon yang baik?
Jawaban: Berlimpahan! Orang-orang yang tidak terhitung telah mengekspresikan pikiran-pikiran mereka di dalam cara-cara berikut:
Aku sedang tertidur. Buku ini membangunkanku.
Aku berharap karya ini terjadi berabad-abad yang lalu.
Aku berharap aku telah melakukannya.
Orang-orang Islam akan menyisakan hutang budi pada karya ini.
Ada banyak dogma merintangi di jalanku untuk menerima Islam. Rintangan-rintangan itu telah dihilangkan oleh Islam kay Mujrim.
Keimananku di dalam Islam telah digoncang dengan buruk oleh sejarah dan tradisi yang bukan-bukan yang ditemukan dalam buku-buku Islam kita. Setelah membaca buku ini, keimananku telah dimunculkan lebih kuat dari sebelumnya.
Ini selalu terjadi padaku bahwa ada sesuatu yang salah dengan Islam. Tapi sekarang aku lebih banyak tahu.
Aku tidak mengetahui bagaimana cara mengungkapkan atau memecahkan rasa frustrasiku. Sekarang aku mempunyai sebuah suara, sebuah pikiran yang puas dan sebuah hati yang gembira. Buku ini telah memberiku kesempatan untuk menyampaikan kebenaran kepada orang-orang di sekitarku.
Keimananku sekarang telah menjadi sebuah pendirian yang kuat bahwa Islam adalah jalan kebenaran.
Buku ini telah menyelamatkan diriku. Waktu, uang dan energiku telah dihabiskan pada tempat-tempat keramat Sufi dan asesoris ritual Mullah sebelum aku membaca buku ini.
Pertanyaan: Tidakkah Nabi Tuhan dan murid-murid mereka adalah manusia juga?
Jawaban: Tentu, Al Quran menegaskan bahwa semua Nabi adalah manusia. Bagaimanapun, mereka adalah teladan-teladan yang berperan untuk kemanusiaan dan mereka tidak pernah melanggar firman-firman Tuhan. Para Penjahat Islam belum menahan diri dari anggapan dosa-dosa kardinal kepada Utusan Tuhan. Bahkan orang-orang bertaqwa biasa tidak akan menjalankan pelanggaran-pelanggaran yang mereka punya. Mereka dengan licik telah menghubungkan dosa-dosa besar kepada Nabi dan sahabat-sahabat mereka.
Pertanyaan: Mengapa Alim ulama kita tidak membuka mata mereka?
Jawaban: Pendidikan mereka di Madrasah dan dalam lingkungan mereka menolak pemikiran bebas. Jadi, pikiran-pikiran mereka menjadi keras kepala dari ide-ide rasio apa saja. Pengikut buta adalah acara hari ini di antara rakyat Muslim. Perlakuan apa saja kepada pancaran dari kesucian yang mengelilingi kematian Mullah dan Sufi diambil seperti sebuah perlakuan kepada kepompong emosi pribadi mereka dari keselamatan di dalam kepercayaan non-Al Quran yang salah dari mereka.
Pertanyaan: Apakah anda berpikir bahwa jaring kebohongan berputar di sekitar Islam, dan secara rinci menentang Al Quran, adalah penyebab dari keruntuhan orang-orang Muslim?
Jawaban: Ya, benar sekali. Tidak ada keraguan tentang itu.
Pertanyaan: Apakah anda tidak takut terhadap penyerangan orang-orang?
Jawaban: Ini adalah sebuah panggilan kembali kepada Al Quran. Ini adalah jihadan kabeera/jihad yang besar (Perjuangan Besar di Jalan Tuhan). Mengapa harus takut? 25:52 Jadi, Nabi mengabaikan suka dan tidak suka dari penolak-penolak, tapi berjuang keras menentang mereka dengan cara-cara dari ini (Al Quran), dengan perjuangan sepenuhnya. [Jihadan Kabeera = Jihad yang Besar dengan cara-cara dari Al Quran].
Pertanyaan: Bukankah Ghazali, Jeelani, Bukhari, Rumi mengetahui Islam dengan lebih baik?
Jawaban: Bisa jadi mereka lebih tahu. Tetapi lihatlah pada tulisan-tulisan mereka. Siapa yang telah menyebabkan sampah ini?
Pertanyaan: Jika kita tidak bisa mempercayai nama-nama besar ini, siapa yang bisa kita percaya?
Jawaban: Ujian lakmus akan selalu menjadi Firman Tuhan.
Pertanyaan: Apakah Sunnah penting?
Jawaban: Sunnah, penting. Penghinaan, sama sekali tidak! Ingatlah bahwa Sunnah dari semua sekterianisme berbeda antara satu dengan yang lainnya. Mungkin untuk alasan itu, Hazrat Ayesha menegaskan bahwa karakter (akhlaq) dari Nabi tidak ada kecuali Al Quran. Sunnah tidak harus dipusingkan dengan kebudayaan Arab dari 1400 tahun yang lalu. Yang benar, Sunnah asli dari Nabi adalah watak baiknya dan perbuatan-perbuatannya, tersimpan di dalam Al Quran secara rinci. Masih, kita tidak seharusnya ragu untuk menerima tradisi-tradisi dan perkataan-perkataan Nabi yang cocok dengan Kriteria dari Al Quran.
Pertanyaan: Saya setuju ada banyak kepercayaan-kepercayaan dan kebiasaan-kebiasaan non-Al Quran di antara orang-orang Islam. Bisakah anda menyebutkan beberapa dari ini?
Jawaban: Jampi-jampi keberuntungan, takhayul, jimat-jimat, mata jahat, setan kubur (pocong, kuntilanak, sundel bolong), pemujaan manusia, ramalan masa depan (primbon), kewaskitaan, ‘ilmu’ gaib, penafsiran mimpi, nomor keberuntungan, batu keberuntungan, doa-doa kosong, percaya dengan tanda zodiak, iman buta dalam ritual, percaya pada bintang khusus dan penjaga Imam-imam, berdoa di kuburan (minta wangsit), percaya dalam, jin dengan kekuatan tak terlihat (bukan apa-apa kecuali pengembara), mendeklamasikan Al Quran tanpa memahaminya, pikiran tentang Setan sebagai sebuah ekstrinsik yang sungguh ada sebagai ganti dari hasrat diri sendiri, meminum atau mengkaitkan ayat Al Quran untuk pengobatan dari penyakit, setan-setan yang merasuki orang-orang, eksorsisme, penyelenggaraan atau pembalasan (khayal) sihir, dsb. Pada kenyataannya, kamu tidak bisa menyebutkan mereka semua satu demi satu tanpa memperbincangkan dengan rinci.
Pertanyaan: Bagaimana seharusnya saya menguji keaslian dari Hadits, tradisi, sejarah, ..?
Jawaban: Lihat paragraf “Diberikan Wewenang” selanjutnya pada buku ini.
Buku Berakhir, Refleksimu Dimulai…
Pembaca terhormat, sudahkah anda mengamati bahwa laporan-laporan dan kisah-kisah yang dibuat-buat dalam buku-buku suci melukiskan sebuah perbedaan yang menyeluruh dan memalsukan gambar Islam? JIka kita berhasrat bahwa generasi muda kita dan non-Muslim menemukan Islam yang cantik, kita menghadapi sebuah tantangan raksasa. Kita akan memisahkan emas dari debu. Kita harus menyadari bahwa beberapa kenyataan sulit untuk dihadapi. Kita memelihara ke dalam penolakan. Tetapi penolakan dan hasil ketidakadanya aksi hanya akan menjamin masalah yang terus-menerus.
Munkir-e-Hadith atau Munkir-e-Quran?
Allah menjamin pemeliharaan KitabNya. Mengapa Dia tidak menjaga buku-buku ini yang mana, menurut dugaan, adalah kunci untuk memahami Al Quran? Atau memberi kita kebijaksanaan yang cukup untuk memahami bahwa buku-buku buatan itu tidak bisa menjadi kunci menuju Al Quran. Melalui sejarah kita, siapa saja dengan alasan keberanian untuk mengkritisasi dari sebuah Hadits telah dituduh bid’ah. Para Mullah kita mencipta sebuah istilah khusus seperti sebuah pemikiran individu/pribadi: Munkir-e-Hadith, maksudnya “Pengingkar Hadits”. Seseorang tidak bisa percaya di dalam drama omong kosong dari buku-buku buatan ini, tanpa terjadi perlawanan terhadap Al Quran. Seseorang akan menjadi Munkir-e-Quran (Pengingkar Al Quran) untuk menerima irasional dan tradisi-tradisi penghinaan. Pada tangan yang lain, jika seseorang menolak omong kosong, maka dia diberi label Pengingkar Hadits. Mau jadi Pengingkar Hadits atau Pengingkar Al Quran? Tentukan pilihanmu. Saran sederhana saya adalah untuk mengingat kata-kata Nabi bahwa Sheikh bin Baaz dan Mufti Nizami telah mengutip di awal buku ini. Mari kita menempatkan semua Hadits, tradisi, sejarah, kutipan dan cerita untuk ujian dari Al Quran.
Sebuah pertimbangan penting:
Biarlah saya mengklarifikasi hal lain. Sebuah refleksi kecil membuat ini jelas berlimpah-limpah bahwa seorang pengingkar Hadits BUKANLAH seorang pengingkar sabda dari Nabi Agung. Apa yang dia ragukan tentang beberapa laporan beberapa abad terakhir oleh sejarawan atau Muhadditheen. Maka hal ini harus digambarkan. Al Quran dalam dua ayat (17:47 dan 25:8) dengan jelas menyatakan bahwa orang-orang yang menyalahkan Nabi di bawah pengaruh sihir adalah orang jahat. Pada tangan yang lain, literatur Hadits kita, diisi dengan catatan-catatan penghinaan dari Nabi yang tersihir oleh seorang penyihir Yahudi.
Muslim mana saja pada poin ini telah memilih satu di antara dua opsi:
Menganggap Nabi Agung dibawah pengaruh sihir dan sehingga menyangkal Al Quran –ATAU- Menyangkal Hadits ini dan berpegang pada Al Quran.
JIKA SESEORANG BUKAN “PENGINGKAR HADITS” MAKA IA TELAH MENJADI “PENGINGKAR” AL QURAN YANG MULIA.
Mempertimbangkan diri saya sendiri sebagai seorang Muslim yang setia, saya akan tanpa pengecualian mengambil Al Quran sebagai wewenangku. Apa pilihanmu?
Tentang kehormatan dari Nabi, tak seorangpun bisa mengekspresikan perasaanku lebih baik dari Ulama Iqbal: “Saya tidak bisa menanggung untuk mendengar bahwa suatu hari pakaian Nabi akan ada sebuah najis kecil.”
DIBERIKAN WEWENANG!
Keyakinanku terlihat di dalam buku ini akan tidak mencari muatan jika mereka tidak menutup dari Firman Terakhir Tuhan. Untuk pembaca biasa, ini mungkin tidak mudah untuk menilai semua cerita-cerita sejarah dan kepercayaan menurut kepada keputusan-keputusan Al Quran. Saya dengan sungguh-sungguh percaya bahwa setelah memahami Prinsip-prinsip dasar yang ada pada Al Quran, Anda akan mendapatkan kuasa untuk membuat sebuah kepribadian dan keputusan yang berpengetahuan.
Sedikit Prinsip-prinsip itu adalah:
Hukum Imbalan (Al Quran 99:7): Yang Anda taburkan, itulah yang Anda tuai. Oleh karena itu, balasan dan hukuman adalah konsekuensi alami dari perbuatan-perbuatan kita. Pernyataan apa saja kepada kebalikannya akan menjadi bukan-Al Quran.
Tidak seorangpun bisa menjadi penolong untuk, atau berbagi kesalahan dengan yang lain (53:38).
Pada sumber dari Al Quran (33:21), Nabi Muhammad, adalah sebuah contoh manusia dangan karakter (akhlaq) dan tingkah laku yang paling baik. Tidak ada perbuatannya yang bertentangan dengan Al Quran.
Al Quran (8:74, 9:100) mengatakan kepada kita bahwa Allah rida kepada sahabat-sahabatnya dan mereka rida kepadaNya. Mereka adalah mu’min yang setia dan praktis.
Al Quran berulangkali mengingatkan kepada kita bahwa Hukum-hukum Tuhan tidak pernah berubah (48:23). Oleh karena itu, orang-orang tidak terbang di udara atau berjalan di atas air.
Al Quran adalah Pesan terakhir dari Tuhan dan Muhammad adalah Utusan TerakhirNya, Kepercayaan telah disempurnakan. Oleh karena itu, seseorang yang mengklaim wahyu dari Tuhan, dalam bentuk apa saja, seperti Kashf (Melihat yang tidak terlihat sementara setengah atau penuh telah bangkit) atau Ilham (Inspirasi Tuhan dari hati), akan menjadi gila atau seorang penipu yang lihai. (5:3, 6:34, 15:9 75:17).
Dengan Prinsip-prinsip ini dalam pikiran, kamu akan merasakan kuasa untuk menguji apa saja dan semua cerita dalam cahaya dari Al Quran. Bagaimanapun, solusi ideal bersama adalah untuk cendikiawan-cendikiawan Islam dan kesusasteraan untuk duduk di dalam sebuah konferensi dengan lindungan sebuah pemerintah Muslim atau sebuah Forum Islam Internasional. Konferensi ini seharusnya menguji literatur yang sangat banyak yang terdiri atas penghinaan-penghinaan Islam dan kecerdasan manusia, dan melarang publikasi mereka di masa depan oleh siapa saja. Ini akan menjadi sebuah pelaksanaan yang berat, tetapi ini adalah usaha yang bermanfaat.
[Penulis sekarang ini sedang menyusun Hadits dari Nabi Agung yang telah ditetapkan oleh kesaksian dari Al Quran. Dilakukan pada tahun 2000].
Tolong catat bahwa tidak ada Muslim sejati yang akan:
Menghina Muhammad dan sahabat-sahabat mulianya.
Membuat olok-olok/ejekan terhadap Al Quran Yang Mulia.
Berda’wah omong kosong.
Menyebarkan Syrik (Menyamakan Tuhan dengan ciptaanNya).
Menyebarkan Fahasha (Kekotoran) dan Munkar (Kejahatan).
Kita percaya bahwa beberapa penghinaan adalah karya dari musuh-musuh Islam dalam berbagai penyamaran. Sekali lagi, penulis buku ini dan Dewan Penasehat (Shura) menyesali pencantuman penting dari cerita-cerita yang tidak sopan. Kami harus menghadirkan ini sedekat mungkin dengan aslinya. Jika kami tidak melakukannya, tujuan dari penulisan buku ini tidak akan terpenuhi.
Terima kasih untuk membaca dan bercermin!
Dengan hormat,
Shabbir Ahmed, M.D.
Florida